Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 59


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"tidak, kau harus makan nasi, atau aku yg akan menyuapimu"


"jika aku bilang tidak ya tidak" ujar felica dengan kesal


"chubby, mengapa kau marah...???"


"lagian kau membuatku kesal, sudah aku katakan aku tidak ingin makan" ujar felica berkaca kaca membuat suaminya semakin kebingungan. David mendekati istrinya dan berusaha menenangkan wanita itu agar tidak semakin marah padanya.


"ada apa hmm??"


felica menggelengkan kepalanya. Chelsea mendekati ibunya dan memeluknya dengan erat.


"mom, apa mom sakit..??? jika mom sakit Chelsea tidak masuk sekolah agar Chelsea menjaga momy" ujar Chelsea dengan khawatir.


"tidak sayang, kau harus sekolah masalah momy ada dedy" ujar David pada putrinya.


"tapi Chelsea kasihan pada momy ded"


"tidak usah khawatir, Dedy akan menjaga momy"


David menyuruh asisten Aldo untuk mengantar Chelsea berangkat sekolah. sementara dirinya kini membawa istrinya ke dalam kamar


"aku tidak apa apa panda, tidak perlu khawatir"


"tidak chubby, aku takut kau kenapa napa"

__ADS_1


felica mengalah menghadapi sikap keras kepala suaminya. ia hanya menurut apa yg di lakukan pria itu.


"jika ingin apapun katakan chubby, aku disini menemanimu"


"panda sebaiknya kau pergi bekerja"


"tidak, masalah pekerjaan asisten Aldo akan menghandal semuanya tenang saja"


David mendekap tubuh kecil istirnya, mengecup lembut pucuk kepalanya agar istrinya merasa tenang. felica merasa nyaman di dalam pelukan suaminya itu.


"tunggu disini ya chubby, aku ingin ke bawah mengambil buah untukmu"


felica menganggukan kepalanya. kemudian David menuju dapur untuk mengambil beberapa buah dan membuatkan istrinya jus alpukat.


David tak sengaja melewati kamar felica, pria itu masuk kedalam kamar felica karna merasa penasaran.


"dia sangat manis" ujar David tersenyum dan memasukan foto tersebut ke dalam sakunya.


saat ia hendak berbalik, tak sengaja ia menemukan nomor ponsel di secarik kertas.


"nomor siapa ini...???"


David memutuskan untuk mencari tau tentang nomor ponsel yg ia genggam. kemudian segera menuju dapur membuatkan jus untuk istrinya.


sementara di kamar, tampak felica duduk memandangi kota dari jendela besar itu.


terbesit sebuah ingatan di mana ia di siksa bibi nya. hampir saja gadis itu kehilangan mahkota karna jebakan bibinya.

__ADS_1


ia di jual oleh bibinya pada bos besar yg terlihat tuan dan botak. serta perutnya yg buncit itu membuat felica bergidik ngeri.


saat asyik melamun, perutnya terasa mual, ia berlari menuju closed untuk memuntahkan semua isi perutnya.


"........." felica merasa sangat tersiksa dengan keadaannya sekarang.


David yg baru saja masuk membawa buah dan jus di tangannya terkejut. ia menaruh nampan itu di atas nakas dan berlari menemui istrinya.


"chubby...apa kau baik baik saja"


felica hanya menganggukkan kepalanya dan memuntahkan isi perutnya. David memijat tengkuk itu dengan pelan.


tanpa babibu ia langsung menggendong istrinya membawanya ke rumah sakit.


"panda, kau ingin membawaku ke mana...???"


"kita kerumah sakit chubby, aku tidak ingin kau kenapa napa"


"aku baik baik saja, tidak perlu seperti ini panda" ujar felica merasa tak enak apalagi banyak pelayan yg melihatnya.


"***...diamlah, aku tidak ingin kau sakit"


David memasukan istirnya kedalam mobil mewahnya. ia memangku istrinya di kursi belakang. kemudian pak sopir tersebut menjalankan mobilnya.


"ke rumah sakit XXX sekarang"


"baik tuan"

__ADS_1


__ADS_2