Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
EXSTRA PART (Dita marah besar)


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#102#


"kau ingin Beby seperti kak David? aku bisa memberikannya padamu" ujarnya tersenyum nakal dan menatap area sensitif milik Luna.


Luna yang tersadar segera menutup bahunya membuat sky tertawa melihat tingkah Luna yang masih malu malu itu


"kau tidak perlu malu Luna, aku sudah melihat semuanya"


Luna menunduk pipinya merona karna suaminya itu selalu berkata mesum padanya. membuat kedua pipinya memanas.


"ck kau sangat mesum" ujar Luna masih menundukkan kepalanya.


sky membuka jas nya membuangnya sembarangan, ia mendorong tubuh Luna hingga kini terlentang.


sky menindih tubuh kecil itu dan mengecup bibir ranum itu.


hingga berubah menjadi ciuman menuntut, tangannya tak tinggal diam membuat satu persatu kancing baju Luna.


tanpa sadar Luna kini tak memakai pakaian


Luna menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara suara yang membuat suaminya bertambah semangat.


namun benteng pertahanannya runtuh ia mengeram nikmat saat suaminya bermain di area sensitifnya.


sky menggigit kecil lehernya dan meninggalkan bekas kemerahan disana.


ia menggenggam erat tangan Luna dan bermain dengan sangat lembut.


"akh..sky"

__ADS_1


"shh...jangan di gigit" ujarnya karna pria itu menggigit bagian favorit semua pria .


satu tangannya menghis*p dan satu tangannya lagi merem*s tanpa berhenti bermain di bagian bawah.


hingga keduanya sama sama mencapai puncak nirwana dan mengeram bersama sama.


sky menumpahkan semuanya hingga memenuhi milik Luna, pria itu akan menghamili Luna dengan cara apapun dan akan mengawasi wanita itu takut sewaktu waktu wanita itu meminum alat pencegah kehamilan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


kini semua keluarga berkumpul untuk makan malam.


saat wanita itu hendak makan tiba tiba Dita menarik tangannya dan membawanya keluar.


Luna mengikuti langkah kaki ibunya dengan terseret seret dan Dita mendorongnya keluar pintu.


"keluar kau dari sini..!!! sky akan segera menceraikanmu" ujar Dita menatap jijik kearahnya.


Luna menangis, dipermalukan di depan semua pelayan ia sungguh menyesal dulu selalu menyakiti Olivia.


sky datang dan segera menggendong tubuh istrinya.


"APA YANG IBU LAKUKAN..!!!"


"SKY, KAU MEMBENTAK IBU MU KARNA WANITA INI HAH..!!!" ujar Dita marah besar.

__ADS_1


"tentu saja aku marah, ibu melukai istriku yang sama sekali tidak membuat masalah" ujar sky menatap ibunya.


"kau tau, tangan kotornya itu Berani menyentuh calon istrimu dan kau mendukungnya"


"dia pantas mendapatkannya karna dia, tangan istriku terluka"


sky meninggalkan ibunya dan masih menggendong Luna menaiki tangga.


"pelayan..!!! bereskan barang barang ku aku akan pindah ke mension baru" teriaknya dari atas tangga.


Luna hanya diam dengan Isak tangisnya, sky mendudukkan nya di ranjang dan memeluk wanita itu.


"maafkan aku, karna aku kau menjadi seperti ini" ujar sky merasa bersalah.


"kau tidak salah, ini semua salahku karna aku kita harus menikah" ujar Luna masih dengan Isak tangisnya.


"apa yang kau bicarakan, justru aku bersyukur Tuhan menjodohkan kita"


"aku ingin kembali ke negara kakakku sky, aku tidak ingin tinggal di negara ini" ujar Luna sesegukan.


"tidak bisa Luna, aku memiliki kantor disini tetapi aku sudah membeli mension di kota lain agar jauh dari mension ayahku" ujar sky berusaha menenangkan istrinya.


tok


tok


tok


terdengar suara ketukan pintu, sky mengambil remote Otomasi untuk membuka pintu tersebut.


tak lama beberapa pelayan masuk kedalam kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2