
π€π€π€
di kamar Olivia.
tampak sepasang suami istri itu sedang bermesraan di balkon kamar.
Olivia kini berada di pangkuan suaminya. mereka menatap sinar bulan yg di hiasi bintang
"hubby, itu geli" ujar Olivia tertawa saat suaminya mengusap ngusapkan kepalanya di lehernya
"kau tidak boleh keluar dari mension, paham"
"iya aku tidak akan keluar"
Kenzo menghentikan aksinya dan menatap istrinya dengan intens. " aku mencintaimu, jadi jawab dengan jujur dear"
Olivia menganggukan kepalanya. "apa kau tidak mengetahui ayah kandungmu?"
"jangankan ayah kandung, bahkan aku tidak melihat wajah ibuku by" ujar Olivia tersenyum manis berusaha menahan pedih di hatinya.
"kau mau aku mencarinya?"
"tidak usah hubby, aku tidak ingin merepotkan dirimu"
"siapa bilang kau merepotkan ku? hmm"
"ceritakan masa lalu mu dear" awalnya Olivia masih ragu, namun ia pun berusaha terbuka pada Suaminya.
"aku anak yg tidak di inginkan ayahku"
"dulu sebelum aku mengenalmu, aku selalu tidak memiliki kehidupan. rasanya aku ingin pergi dari dunia ini"
"kakak ku Elis sangat membenciku karna aku di sukai ke kasihnya"
Kenzo mengernyitkan dahinya, mulai ada perasaan tak suka saat suaminya mengatakan ada yg menyukainya
"siapa namanya?" tanya Kenzo penasaran.
"tidak...!!! aku tidak akan memberi tahukan mu aku takut kau membunuhnya nanti" ujar Olivia terkekeh geli sembari mengelus lembut pipi suaminya itu
Kenzo menangkap tangan istrinya itu kemudian mengecupnya perlahan.
"aku tidak akan membunuhnya,mungkin aku akan memberikannya pada Gery" uajr Kenzo menyeringai membuat istrinya takut
"ck, hubby seperti psyco" ujar olivia tertawa
Kenzo ******* bibir ranum itu dengan penuh nafsu, Olivia membalas suaminya meski ia tidak sepandai suaminya dalam hal berciuman.
Kenzo membawa istrinya ke ranjang dan membaringkannya perlahan.
"hmppp" Olivia menahan suaranya saat suaminya bermain di area sensitifnya.
__ADS_1
"by pelan pelan ya"
Kenzo tak menyahuti perkataan istrinya, saat ini ia di penuhi kabut gairah dan mencium dengan lembut tanpa memberi jarak sedikitpun.
"hah" nafas pria itu memburu bersamaan saat miliknya kini mulai menegang.
Kenzo melakukannya dengan lembut tanpa mengasari sedikitpun, keduanya kini sama sama merasakan kenikmatan tiada Tara.
memadu kasih di iringi terangnya rembulan yg bersinar di luar sana.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
keesokan harinya.
tampak mereka Kini sedang sarapan pagi di meja.
hanya keheningan yg menyelimuti mereka.
"mom dad, aku berangkat dulu ya" ujar Alberto menyalami orang tuanya, paman dan aunty nya.
"kak Alberto aku ikut ya" ujar Chelsea memelas, membuat ia pun menganggukan kepalanya
"hati hati sayang" ujar felica pada anaknya itu.
Chelsea kini pindah di sekolah baru, ia akan merasa betah nanti. pikir felica.
ini cerita Alberto nanti ya gays.
Mimin buat untuk kalian, semoga kalian suka.
di sebuah jalanan sepi.
tampak wanita cantik mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. merasa sakit hati dengan kekasihnya yang menghianati dirinya.
Ariana Delania, nama wanita itu.
wanita yang selalu di manfaatkan kebaikannya oleh teman temannya. Ariana juga selalu mendapatkan ketidak adukan di dalam keluarganya.
saat melamun karna memikirkan kekasihnya, hingga ia tidak menatap mobil di depannya alhasil ia pun menabrak mobil mewah yg di hiasi bebepara bunga di depan mobil.
tampaknya ia menabrak mobil pengantin.
"akhh....!!!" teriaknya
__ADS_1
kecelakaan maut pun terjadi hingga mobil mewah yg di tabrak nya mengguling guling.
Ariana merasa takut, ia segera meninggalkan tempat itu dengan terburu buru.
Ariana merasa ketakutan ia langsung menuju rumahnya.
sesampainya di rumah ia langsung masuk, namun tiba tiba ibu tirinya menghadangnya di pintu membuat ia terkejut dan langsung terjatuh.
"dari mana kau hah...!!! jam segini baru pulang"
"maaf Bu, aku tadi sibuk"
"alasan aja, mau jadi apa kau pulang tengah malam" ujar ibu tirinya marah padanya
Ariana merasa sedih dengan kehidupannya yg begitu menyedihkan. kekasih yg ia cintai berkhianat padanya. berselingkuh dengan kakak tirinya
Ariana juga ingin diperhatikan oleh ayah nya, namun ayahnya malah ikut membencinya karena ia di anggap pembawa sial.
saat ia hendak masuk, tiba tiba beberapa pengawal berjas hitam menghampirinya.
"maaf apa ini dengan nona Ariana" ujar pengawal tersebut dan di balas anggukan oleh ibunya.
..."apa jangan jangan ini para pengawal mobil yang aku tabrak tadi" batin Ariana mulai ketakutan....
"maaf nyonya, saya harus membawa nona Ariana karna dia menabrak mobil tuan kami" elena yang mendengarnya terkejut, ia langsung menampar pipi Ariana dengan keras membuat wanita itu langsung menoleh ke samping.
PLAK
"dasar anak tidak tau di untung, sudha di besarkan malah tidak tau terimakasih" uajr elena dengan emosi.
"maaf nyonya jangan menyakitinya karna dia akan kami bawa ke tuan kami"
"tidak...!!! aku tidak mau ikut dengan kalian" ujar Ariana ketakutan.
namun para pengawal itu langsung membawa paksa Ariana ke dalam mobil dan membawanya ke sebuah mension mewah yg jauh dari perkotaan.
para pengawal itu menarik paksa Ariana masuk kedalam kamar besar sang mafia.
ia melihat seorang pria tampan duduk sembari meminum wine nya dengan ranjang yg di hiasi dengan bunga bunga mawar.
"mengapa ka-kau membawaku kesini?" tanya Ariana pada pria itu.
pria itu menatap tajam mata Ariana yg berbeda dengan matanya dan juga mata milik istri nya yg kini sudah tidak ada.
Ariana menatap mata biru itu dengan ketakutan. apalagi kini pria itu mendekatinya.
"kau harus bertanggung jawab" ujar pria itu mengeraskan rahangnya sembari mencengkram leher mulus gadis itu.
"akh...le-lepaskan..." Ariana berusaha melepaskan tangan kekar itu dari lehernya, namun tangan itu sangat kuat.
ia mulai kehabisan nafas sementara pria itu hanya biasa saja menatapnya seperti itu.
__ADS_1
"karna kau, istriku meninggalkan ku di dunia ini sebagai gantinya kau harus menjadi istriku dan menerima pembalasan istriku" ujar pria itu melepaskan cengkeramannya hingga Ariana kini tersungkur di lantai dan menghirup nafas dalam dalam