
π€π€π€
Keesokan harinya.
felica terbangun dari tidurnya,dengan segera ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
kemudian wanita itu keluar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya disambut para maid disana.
"pagi nona muda"
"pagi bi" ujar felica dengan ramah.
felica melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuatkan sarapan pagi suaminya. namun pikirannya selalu mengingatkan dengan kejadian semalam.
tanpa disadari felica memotong jarinya hingga mengeluarkan darah membuat seluruh pelayan panik termasuk bi Susi
"ya ampun nona muda,tangan anda" ujar BI Susi panik dan segera berlari mengambil kotak p3k
"ada apa denganmu nona" tanya bi susi sembari membalut hansaplas di jari wanita itu.
"ak-aku hanya sedikit ngantuk kok bi hehhe" ujar felica berbohong.
"lain kali jangan melamun nona itu berbahaya" ujar nya
"baik bi terimakasih" ujar felica dengan tulus
*
*
*
__ADS_1
tak lama kemudian.
kini David turun dengan setelan jas ditubuhnya.
membuat pria itu semakin tampan dan mempesona hingga felica mematung meliharnya namun segera felica teliskan pikirannya
"pagi tuan" ujar para pelayan dan juga felica.
felica segera menyiapkan makanan David di piring dan memberikannya kepada pria itu, David tidak menghiraukan istrinya yg masih berada disampingnya setelah makan ia pergi melenggang begitu saja tanpa mengatakan apapun.
David dengan Aldo melajukan kijang besinya menuju kota X melakukan kerja bisnis dengan Kenzo.
"bi bolehkah felica keluar untuk mencari pekerjaan..???"
"saya tidak berani nona"
"baiklah kalau begitu saya minta para pengawal saja" felica melangkahkan kakinya menuju kamar dan bersiap siap
felica turun menggunakan celana jeans dan lengan panjang seperti anak muda pada umumnya.keluar menuju gerbang dan memesan taksi online.
"maaf nona apa anda sudah izin dengan tuan David..!!" ujar salah satu pengawal yang berjaga di depan gerbang.
"mmm sudah" ujar felica asal.
"baiklah" kemudian 2 security membuka gerbang mension itu dan felica pun segera masuk kedalam taksi yg sudah sampai.
"jalan pak"
taksi itu menembus jalanan kota menuju tempat yang ditunjukan felica,berbekal uang yg ia dapatkan semalam dari suaminya yg cukup untuk membayar taksi.
sudah 1 jam mereka mengelilingi kota,memasuki perusahaan satu persatu namun tidak ada lowongan sama sekali membuat felica menghembuskan nafasnya dengan berat.
__ADS_1
terakhir ia melewati toko bunga dan mencari karyawan wanita untuk merangkai bunga bunga.
felica yg tertarik segera mengajukan permohonan melamar kerja disitu dan dengan gugup ia melangkahkan kakinya menuju ruang pemilik toko bunga besar itu.
......................
......................
......................
"apa kau siap dengan peraturan yg ada disini" ujar ibu Hana pemilik toko itu.
"saya bersedia melakukan semua peraturan yang ada disini"
"kalau begitu saya terima dan sekarang mulai bekerja"
felica tentu saja merasa sangat senang mendengarnya apalagi ia bisa langsung bekerja.
ia pun mengenakan seragam yang diberikan oleh Bu Hanna untuknya.
wanita itu mulai merangkai bunga seperti yg dicontohkan Bu Hanna padanya membuat felica semakin bersemangat saat rangkaian bunga miliknya sangat indah.
"hai boleh berkenalan dengan mu..???" ujar seorang pria yg berada di kasir.
"boleh"
"perkenalkan nama ku Alex"
"aku felica" ujar nya menerima ukuran tangan tersebut.
"baiklah felica kita berteman sekarang" ujar Alex membuat mereka tertawa bersama.
__ADS_1