
π€π€π€
David pergi meninggalkan kedua wanita itu,kini mereka sing menatap tajam.
"cihh aku peringatkan untuk jangan mendekati david"
"apa hak mu melarangku?"
"tentu saja aku berhak karna aku kekasihnya"
"oh ya..?? tapi aku istrinya" ujar felica dengan sengit.
Clara mengeratkan genggaman nya dan mengeratkan rahang nya,ia meninggalkan felica menyusul David.
"mengapa aku merasa seperti wanita bodoh?"
felica dengan langkah pelan menuju kamarnya,menahan rasa sakit dihatinya. ia merasa seperti salah mengambil langkah
apakah ia masih harus bertahan di pernikahan ini?
felica duduk dibalkon kamar. menatap langit langit yg dihiasi bintang mengkilap dan rembulan yg sangat indah. ditambah dengan hembusan angin kencang menerpa kulitnya.
menjadi saksi bisu sebuah kehidupan nya yg begitu menyakitkan dari pada kehidupannya yg dulu.
"jika tuan David tidak ada perubahan maka aku akan melepasnya,selamanya"
"jika aku sudah tidak berhasil merebut cintanya,maka aku akan pergi jauh meskipun aku terluka sekalipun"
felica menangis dalam diam meratapi nasibnya yang begitu sial. mengapa ia dan sahabatnya begitu tersiksa di dunia? apa rencana Tuhan.
*
#
*
__ADS_1
#
*
keesokan harinya.
David kini sedang sarapan bersama Clara. sementara felica setia menemani suaminya dan menyiapkan apa yg suaminya butuhkan.
selesai makan,pria itu langsung melenggang begitu saja tanpa memperdulikan felica. namun tak diambil hati oleh wanita itu,felica segera bersiap siap untuk berangkat bekerja.
felica memesan taksi online untuk berangkat menuju toko bunga. 15 menit ia menunggu akhirnya taksi itu datang.
saat asyik melamun memandangi kota,tiba tiba ponsel wanita itu berdering menandakan ada panggilan masuk. felica menatap layar ponselnya yg ternyata Xavier.
"halo"
"halo manis,apa kau sedang sibuk?"
"emm aku ingin berangkat bekerja"
"belum aku masih diperjalanan"
"kalau begitu jangan ke toko bunga"
"lalu...???" felica mengernyitkan dahinya merasa bingung dengan perkataan Xavier.
"aku akan mengirimkan alamat kantorku kau bekerja di perusahaan ku mulai sekarang"
"benarkah..???"
"yapss,ok aku sudah mengirimnya dan aku menunggumu"
"baiklah" felica tersenyum senang ia pun melihat alamat yg dikirimkan Xavier padanya. hari ini ia akan bekerja di kantoran seperti yg diharapkannya.
"pak ke alamat ini ya pak"
__ADS_1
"baik nona"
mobil taksi itu melaju menuju perusahaan gelga group. felica tak henti hentinya tersenyum menunjukan wajah manis nya. membuat siapapun yang melihatnya akan terpana melihatnya.
tak lama mobil taksi itu berhenti disebuah gedung pencakar langit yg sangat besar,ya meski tak sebesar milik David dan Kenzo.
setelah membayar,felica masuk kedalam dengan diantar pengawal sbeba Xavier sudha memerintahkan bawahannya untuk mengantar felica ke ruangannya.
felica mengedarkan pandangannya menatap karyawan yg jumlahnya cukup banyak sedang sibuk dengan pekerjaannya masing masing.
felica diantar ke ruangan CEO di lantai 15 dengan menggunakan lift,para pengawal itu pun mempersilahkan masuk.
tok
tok
tok
"masuk"
felica membuka handle pintu dengan perlahan dan mengintip kedalam. memastikan da orang atau tidak
"xavier"
Xavier menoleh kearahnya dan langsung tersenyum manis saat melihat wanita yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga.
"kau sudah datang,kemarilah"
felica perlahan mendekati pria itu dan beristri disamping pria itu
"kau hari ini bekerja sebagai sekretaris ku,aku akan menyuruh asisten ku untuk memberikan mu seragam khusus sekretaris dikantor ini"
"lalu pekerja an u ditoko bagaimana" ujarnya menatap mata pria itu dengan lekat membuat Xavier terdiam seketika.
pria itu merasakan gejolak dihatinya saat mata bulat itu menatapnya dengan polos. Xavier menjadi gugup saat felica menatapnya seperti itu
__ADS_1