
π€π€π€
wedding day
Luna menatap dirinya di pantulan cermin, ia tak menyangka akan menikah dengan seseorang yang tidak ia cintai
namun ia tetap akan berbahagia, setidaknya hatinya tidak akan merasakan sakit karna ia akan belajar mencintai suaminya.
Moran dan Maura sudah sampai enam jam yang lalu, mereka memeluk putri kesayangan mereka yang akan segera menikah itu.
"jangan melawan pada suami mu karna dia yang akan menjaga mu sekarang" jelas Maura pada anaknya.
"iya mom"
Luna menuju altar dengan diiringi Bridesmaid yang memegang gaunnya dan memegang bunga.
Maura meneteskan air mata tak menyangka putrinya akan menikah.
Alberto dan Chelsea melempar bunga bunga kearah Luna.
Kenzo dan David serta Xavier duduk menyaksikan tanpa berbicara sepatah pun.
Luna kini berdiri di hadapan sang calon suami di temani dengan pendeta
__ADS_1
"baik kita mulai acaranya"
"Saya mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya." ujar sky memantap kan hatinya
"baik sekarang mempelai wanita"
"Saya mengambil engkau menjadi istri/suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita" ujar Luna dengan sedikit gugup.
"baik sekarang kedua mempelai boleh saling menukar cincin"
sky mendekati Luna dan memasangkan cincin ke jari manis Luna begitu pula sebaliknya, dan pendeta pun menyuruh mempelai pria boleh mencium mempelai wanita.
tepuk tangan yang meriah memenuhi seluruh ruangan, kini mereka sah menjadi sepasang suami istri.
"selamat ya sky" ujar Olivia menyalami sahabat lamanya itu.
"terimakasih Olivia" ujar sky membalas salaman Olivia.
"ekhem" Kenzo berdehem saat tangan istrinya itu menyentuh tangan pria lain, dengan segera Kenzo menarik istrinya agar dekat dengannya.
"selamat Luna, aku berharap kau bahagia"
"terimakasih Olivia maaf aku pernah berbuat jahat padamu" ujar luna pada Olivia dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"selamat untukmu Luna semoga bahagia kedepan nya" ujar Kenzo pada Luna membuat wanita itu terkejut sebab kali ini Kenzo tersenyum kearahnya.
"kak kenz" lirihnya bergetar hebat merasakan guncangan didada.
Kenzo memeluk Luna berusaha menenangkan wanita yang ia anggap sebagai adik kandungnya itu.
"belajar mencintai sky, aku sudah memiliki istri dan selamanya aku akan tetap menganggap mu sebagai adikku" ujar Kenzo dengan lembut.
"iya, aku minta maaf karna berani mencintai mu"
Olivia tersenyum melihatnya, akhirnya kehidupannya tidak terbebani oleh masalah dan keluarga Kenzo kini berbahagia tidak mengalami kesedihan yang selalu menimpa mereka.
"akhirnya kehidupanku bahagia" Olivia tersenyum penuh haru dan mengucapkan rasa syukur pada Tuhan.
Olivia mengelus perut buncitnya yang sebentar lagi akan lahiran sebab usia nya sudah memasuki umur 9 bulan.
ia tinggal bersiap siaga dengan suaminya takut tiba tiba ia akan melahirkan dan membuat semua orang akan panik padanya.
"sayang, akhirnya sky menikah" ujar xavier memeluk sang istri dengan Beby Daniel yang memakan roti ditangannya
"mengapa kau sangat suka sky menikah sayang" tanya rindu pada suaminya itu.
"sebab tidak akan ada yang mengganggu istriku lagi" ujar Xavier dengan bangga, sementara rindu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Xavier yang seperti anak kecil.
__ADS_1