Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 61


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"lihat saja, jika dia berani menyakiti istriku"


"itu tidak mungkin panda, aku bisa melawannya"


...****************...


...****************...


...****************...


hari sudah siang, Chelsea kembali dari sekolah nya


dengan langkah tergesa gesa ia menuju kamar felica.


"mom....Chelsea pulang" ujar nya berteriak.


David yg mendengar anaknya berteriak memanggil momnya, pun mendekati anaknya.


"diam sayang, momy sedang tidur jangan di ganggu"


"ohh ok ded"


David tersenyum dan menatap anaknya dengan gemas. pria itu menggendong anaknya


"ihh Dedy Chelsea sudah besar, ngapain di Gendong"


"Chelsea sebentar lagi punya adik"


"hah?"


"iya, Chelsea bentar lagi punya adik"


Chelsea masih tak mengerti dengan perkataan ayahnya. di pikiran gadis itu apakah Dedy nya akan mengadopsi anak?


"momy hamil Chelsea, maka dari itu momy butuh banyak istirahat"

__ADS_1


"ohhh ga bilang dari tadi"


"sudah kan tadi"


Chelsea hanya menunjukan deretan gigi putihnya membuat ayahnya itu menggelengkan kepalanya.


David membawa Chelsea ke kamarnya dan menyuruh putrinya itu untuk mengganti pakaian dan segera makan siang.


sementara,.pria itu kembali menemani istrinya yg masih tertidur lelap. tampak wanita itu enggan bangun.


David tersenyum menatap wajah istrinya yg selalu membuatnya merindukannya.


"chubby, mau sampai kapan kau tidur hmm"


pria itu mengusap pelan wajah cantik itu dengan penuh cinta, mengecupnya beberapa kali.


"love you"


felica yg merasa terganggu perlahan membuka matanya. yg pertama ia lihat adalah wajah tampan suaminya.


David tersenyum mengembang menatap wajah cantik tersebut.


"hmmm"


"dimana chelsea"


"dia di kamar sayang, dan masih mau makan siang"


felica hanya tersenyum. wanita itu merasa tak memiliki tenaga untuk bangun. "sayang, apa kau ingin bubur hangat hmm" pria itu mengelus lembut pipi chubby itu.


"emm aku sangat tidak memiliki tenaga" ujar felica mengangguk kan kepalanya.


David melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambilkan istrinya bubur.


pria itu enggan menyuruh pelayan, takut makanannya tidak higenis.


padahal ia makan tidak pernah sakit perut

__ADS_1


saat kepergian David, felica mengelus pelan perutnya.


"aku tak menyangka memiliki nya" felica masih trauma semenjak kehamilan Chelsea, felica selalu mendapat hinaan


saat asyik melamun, tiba tiba pintu kamar terbuka menunjukan pria tampan dengan bubur dan susu di tangannya. "chubby, aku membawakannya" ujar David dengan tersenyum senang.


"aku suapi ya" felica menganggukkan kepalanya. perlahan pria itu mengambil bubur itu dan sedikit meniupnya.


pria itu memakan sedikit, memastikan bubur nya tidak panas.


"apa rasanya enak?"


"sedikit asin"


David menelan ludahnya, sebab pria itu yg membuat nya dengan sedikit terburu buru tadi.


"panda, mengapa kau melamun"


"tidak sayang, hanya..."


"hanya apa?"


"sudahlah, sekarang habiskan agar beby kita ikut sehat"


David sebenarnya ingin memberitahukan, jika ia harus ke luar kota untuk mengurus beberapa bisnis di sana. namun David juga tak ingin meninggalkannya. tak mungkin David membawa istrinya bersama siapa Chelsea nanti, gadis itu pasti merindukan mereka.


"panda, aku ingin salmon bakar" ujar felica dengan berbinar.


"baiklah aku akan menyuruh asisten Aldo untuk membelinya"


"tapi aku hanya ingin kau panda yg membelinya"


"tapi sayang, aku tidak bisa meninggalkanmu"


"panda aku ingin kau yg membelinya" ujar felica memelas


"aku mohon chubby, biar asistenku membelikannya ya aku takut kau kenapa napa"

__ADS_1


felica sedih. sebab suaminya itu tidak ingin menuruti permintaannya, dengan berlinang air mata ia menjauhkan mangkuk berisi bubur itu.


__ADS_2