
π€π€π€
"mom sudahlah ini hanya sebuah ketidak sengajaan" ujar Kenzo merasa sakit mendengar ibu angkatnya menangis
Kenzo sangat menyayangi Maura dan Moran, karna mereka pengganti orang tua Kenzo yang telah tiada.
"momy kecewa pada Luna Kenz, bisa bisanya ia menjual dirinya sendiri"
"Luna tidak menjual dirinya mom, Luna dibawa oleh temannya ke club dan terjadi sebuah kecelakaan" Kenzo berusaha menjelaskan pada Maura agar wanita itu tidak semakin menangis.
"momy dan Dedy akan ke Indonesia besok"
"baiklah mom, jangan sampai telat datang ke acaranya"
"iya sayang"
Maura mematikan ponselnya, sementara Kenzo kembali memberikan ponsel itu pada asisten Han.
"persiapkan semua nya, dan acaranya akan dimulai di gedung"
"siap tuan"
asisten Han keluar dari mension di ikuti beberapa pengawal sementara David hanya terdiam sembari memijat pelipisnya.
Luna menangis tersedu sedu di meja makan, Olivia bingung ingin berbuat apa
ia mendekati suaminya yang tampaknya merasa lelah
__ADS_1
Kenzo menarik istrinya dan mendekapnya ia menyembunyikan wajahnya di tengkuk istrinya menghirup aroma tubuh istrinya yang bau seperti bunga mawar.
"dimana Alberto dear"
"Alberto berangkat ke sekolah dengan Chelsea hubby"
"aku dengar ia memiliki kekasih di sekolah"
"benarkah? sejak kapan anak kita memiliki kekasih, aku tidak suka masa depannya hancur karna seorang wanita"
"tenang saja, dia anak dari rekan kerjaku dan selama Alberto tidak berbuat macam macam aku tidak akan melarangnya"
"tapi hubby-"
"tak apa sayang, dia pria dewasa wajar dia seperti itu"
tanpa mereka sadari mereka di tatap ke empat orang yang masih berada di dekat mereka.
"ckck, bro aku lagi di Landa masalah kau malah bermesraan di depanku" ujar David kesal dengan sahabatnya itu.
"jika kau tidak suka tutup saja matamu"
"nanti aku tutup kalau ngantuk" celetuk David ngasal
sky hanya terdiam menatap mereka enggan untuk berbicara, kini pandangannya tertuju pada Luna seketika ingatan malam panas dengan Luna membuatnya merona.
Olivia yang melihat gelagat aneh dari sky mengernyitkan dahinya. "sky apa kau baik baik saja"
__ADS_1
"aku baik baik saja Olivia kau tidak perlu khawatir"
"ck, istriku tidak mengkhawatirkan dirimu dia hanya takut kau tiba tiba saja mati" celetuk Kenzo dengan sinis dan mendapat pukulan dari istrinya.
"hubby jangan berbicara seperti itu" Olivia kesal dengan suaminya yang suka berbicara sembarangan.
Kenzo tak mendengarkan perkataan Olivia sebab kini ia menatap tajam kearah sky namun pria itu hanya diam tak ingin melawan.
tiba tiba pak Jang datang dan membungkukkan badan dengan hormat
"tuan, nona rindu dan tuan Xavier datang kemari tuan"
"suruh saja mereka masuk"
sky terkejut mendengar nama rindu, seketika hatinya bergetar dan merasa sangat gugup.
ia berusaha menenangkan dirinya dan berusaha bersikap tenang.
Kenzo masih sibuk mengelus perut istrinya dan tak lama rindu dan Xavier berjalan memasuki mension dengan Beby Daniel di gendongan rindu.
"apa kabar felica, Olivia" ujar rindu tersenyum manis.
"kami baik baik saja, kemari duduk disini" Olivia merasa gemas melihat Beby gembul itu ingin sekali Olivia menggendongnya.
"rindu bolehkah aku menggendong Beby Daniel" ujar Olivia memelas dan dibalas anggukan oleh wanita itu
"tentu, kau boleh menggendongnya m" rindu memberikan beby Daniel pada Olivia dan Olivia pun menerimanya dengan senang hati
__ADS_1