
π€π€π€
"dan aku pergi ke sana untuk mencari pacar, agar aku bisa melupakan rasa cintaku padamu tetapi aku malah menjadi seperti ini" ujar Luna mulai menangis.
Olivia dan Felica menjadi tak tega, meski ada rasa tak terima di hati Olivia namun wanita itu tetap berusaha membuat Luna tenang
"Luna...!!! apa kau tidak malu mengatakan hal itu bahkan di depan istrinya" ujar David marah dengan kelakuan murah adiknya.
"sudahlah kak David aku tau perasaan luna, maka dari itu izinkan sky bertanggung jawab" ujar Olivia
David menghela nafasnya dan ia memejamkan matanya sejenak lalu menatap mereka semua dengan tajam.
"baik, aku mengizinkan nya untuk menikahi adikku, tapi dengan satu syarat dia tidak boleh menyakiti Luna sedikit pun"
"aku tidak akan menyakiti Luna, karna sky pria yang baik" ujar felica meyakinkan suaminya.
"urusan dedy moran dan momy Maura, biar aku yang mengatasinya" ujar Kenzo pada mereka semua.
Kenzo menatap asisten Han, sementara asisten Han yang di tatap seperti itu mengerti dan segera keluar dari mension.
suasana meja makan kembali seperti semula Olivia merasa lega, setidaknya David mau mengizinkan sky.
felica pun menghubungi sky agar datang nanti siang ke mension Kenzo
__ADS_1
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
"apa kau sungguh ingin menikahi adikku" ujar David menatap tajam sky yang duduk di hadapannya.
"ya, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan"
"baik, tetapi dengan stau syarat"
"katakan"
"baik aku akan menjaganya dengan baik"
"besok pernikahan akan di adakan, dan kau tidak bisa menolak" David berbicara sangat tegas karna ucapannya tak ingin lagi di bantah.
Olivia duduk di samping Kenzo, ingin sekali wanita itu memberi semangat pada sky namun takut suaminya akan cemburu padanya.
apalagi kini wajah Kenzo menatap tak suka ke arah sky mengingat jika pria itu sahabat baik Olivia dan yang paling dekat dengan felica di dalam kelas
__ADS_1
sky menatap Olivia dan di balas senyuman oleh wanita itu, sementara Kenzo menatapnya dengan tatapan sinis
"tidak usah menatap istriku atau aku mencongkel kedua matamu" ancam Kenzo tak main main.
"hubby, dia hanya menatapku apa itu salah" ujar Olivia mengelus pelan lengan kekar itu.
"aku tidak akan mengambilnya dari mu karna aku sudah memiliki calon istri" ujar sky membalas perkataan Kenzo.
ya meski Kenzo sedikit lebih tinggi darinya, itu tidak membuatnya takut ia juga tidak terlalu mengurusi hal tak penting pada Kenzo.
Kenzo memeluk istirnya dengan erat di depan mereka semua, sementara olivia hanya diam takut ia akan membuat masalah
tak lama asisten Han datang menuju mereka dengan membawa berkas di tangannya.
"tuan, nyonya Maura dan tuan Moran tidak setuju" ucap asisten Han pada Kenzo
"berikan ponselnya aku akan berbicara pada mereka"
asisten Han memberikan ponselnya kepada Kenzo, dsn kini pria itu berbicara secara langsung dengan orang tua angkatnya.
"mom, biarkan sky menikahi luna"
"tidak Kenzo momy tidak mengizinkannya dan momy juga akan pulang ke Indonesia" ujar maura tegas
__ADS_1
"apa momy tidak takut Luna hamil di luar nikah"
"sejujurnya momy sangat kecewa dengan Luna, mengapa dia bisa menjadi seperti itu" ujar Maura yang tampan sedang menahan tangisnya dari sebrang sana