Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 45


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"felica..!!"


David berlari mendekati istrinya dan menggendongnya. membawa istri nya masuk kedalam kamar.


"sayang...bangun...aku mohon" ujar David menepuk nepuk pipi wanita itu.


"sayang...aku mohon jangan seperti ini, aku tau kau bercanda" ujar David sangat panik.


David menghubungi dokter untuk memeriksa istrinya. tak lama dokter itu pun memeriksa istrinya.


"ada apa dengan istri saya"


"istri anda sepertinya sangat kelelahan tuan, maka dari itu ia butuh istirahat"


"dan saya akan memberikan istri anda vitamin agar tubuhnya sehat kembali"


"lakukan apapun asal membuat istri ku baik baik saja"


"baik tuan"


setelah memeriksa felica, dokter itu pun keluar dari apartemen mereka. kini hanya tersisa David dan istrinya.


"sayang...bangunlah,aku mohon" ujarnya menggenggam tangan sang istri dengan erat.


"eung.." terdengar suara lenguhan dari wanita itu membuat david semangat kembali.


"kau sudah sadar"


"aku ada di mana..???"

__ADS_1


"kita di kamar sayang..."


felica segera melebarkan matanya, agar dapat melihat dengan jelas dan yg pertama ia lihat tentu saja wajah suaminya yg tampan itu.


"apa kau masih merasakan sakit...?"


"sedikit, kepalaku terasa sedikit sakit"


"kita ke rumah sakit ya"


felica menatap suaminya dengan intens, mengapa pria itu masih menghawatirkan nya, padahal ia sudah menyakiti nya dengan perkataan pedas tadi.


"apa kau mencintaiku..???" perkataan felica membuat suaminya langsung menatapnya dengan serius.


"apa perkataan ku waktu itu kurang jelas..???"


"aku sangat mencintaimu, apapun akan ku lakukan untuk mendapatkan cintamu kembali"


"aku tidak perduli kau menutup hatimu untukku, apa kau tidak kasihan pada anak kita? teman temannya selalu mengoloknya tidak memiliki ayah"


"itu semua karna kesalahanmu tuan..!!!" ujar felica kini mulai menangis.


"iya, aku akui aku salah sayang tapi aku mohon, kembalilah bersamaku demi anak kita"


"jangan Chelsea kau jadikan alasan untuk hubungan kita kembali tuan, karna sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau kembali denganmu" ujar felica kini sangat marah.


"apa perbuatanku sungguh membuat mu terluka? mungkin aku bisa mengobatinya"


"luka yang kau berikan cukup parah dan membuatku sangat sakit"


tak ada pilihan lain, David hanya bisa terdiam

__ADS_1


"aku mohon padamu felica, kembalilah padaku"


"maaf tuan, aku tidak bisa"


"kembali padaku, apa aku tidak memiliki kesempatan sama sekali"


felica masih dalam tangisnya, semua amarahnya ia lampiaskan pada suaminya.


"kemana wanita yang kau banggakan itu? apa dia tidak sadar diri"


"sayang, lupakan dia anggap saja sudah mati, aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengannya"


felica masih diam. David mendekap tubuh istrinya dengan erat dan mengecup lembut pucuk kepalanya itu.


"aku berjanji akan membuat kalian bahagia, maka kembalilah ke kota kita aku mohon"


"tapi aku sudah tidak mempercayai mu lagi" ujarnya masih menangis.


"apa kau ingin aku membuktikan cintaku..???"


David melangkahkan kakinya menuju laci, ia mengambil sebilah pisau yang ia gunakan kemarin untuk mengupas buah untuk anaknya.


"tusuk hatiku dengan pisau ini, bunuh saja aku" ujarnya memberikan pisau itu pada istrinya.


"APA KAU SUDAH GILA" pekik felica terkejut dengan suaminya.


"ya, aku gila karna kau menolak cinta ku"


"bunuh aku, aku rela mati membawa cintaku mungkin ini yang bisa membuatmu bahagia" ujar David masih menggenggam pisau itu.


"hentikan itu tuan" ujar felica menatap suaminya yang perlahan menusukkan ke dadanya

__ADS_1


__ADS_2