
π€π€π€
"tapi aku mau momy ikut ded"
"tapi momy mu tidak ingin sayang"
"mom...Chelsea mohon, momy ikut yaa"
"tidak Chelsea lebih baik kau dengan Dedy saja ya" ujar felica berusaha memberi pengertian.
"momy..mengapa mom dan Dedy selalu bertengkar apa kalian tidak menyayangiku" ujar Chelsea menangis membuat David dan felica panik.
"hey, sayang...momy sama Dedy tidak bertengkar mungkin momy mu lagi lelah"
"yg dikatakan Dedi benar sayang, momy lelah ingin istirahat"
"tetapi bisakah kau memberi waktu sebentar untuk kami"
"tidak bisa, aku harus segera ke butiq dengan Xavier bukan depan kami akan menikah"
Deg.
David kembali emosi, namun sebisa mungkin ia menahannya agar tidak menghabisi pria itu didepannya lagi
"menikahlah, menikahlah dengannya"
"aku akan menikah dengannya saat kau telah menceraikan ku"
David menatap asistennya, Aldo yg mengerti tatapan tuannya segera membawa Chelsea menuju mobil.
__ADS_1
"tapi momy sama Dedy bagaimana uncle"
"momy sama Dedy pasti ikut tapi kita duluan di sama mobil, uncle punya trik sulap"
"wahh benarkah..??? baiklah Chelsea ikut"
Aldo dan Chelsea menuju mobil, segera meninggalkan ketiga orang tersebut.
"menikahlah felica, dan sampai kapan pun aku tidak akan menceraikanmu"
"cihh kau pria arogant tuan"
"baiklah jika itu yang kau inginkan, menikahlah dengannya. bahkan aku turut serta di acara pernikahanmu" ujar David mengepalkan kedua tangannya
"aku tidak akan memaksa kehendakmu felica, kali ini aku mengalah dan kau, kau bebas melakukan apapun tapi sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu" ujar David kini menatap istrinya dengan intens.
"cihh akhirnya kau pasrah juga" ujar felica menatap sinis kearahnya.
Kali ini pria itu membiarkan apa yg dilakukan istrinya, yang jelas David akan terus mencintai wanita itu.
"Dedy..momy mana"
"momy tidak bisa sayang, momy akan pergi bekerja"
"yah..padahal Chelsea mau pamer ke teman teman kalau Chelsea punya dedy" lirihnya ingin menangis.
"hey sayang..dengar ya.., momy sedang sibuk dan bukankah masih ada Dedy kau bisa pergi bersama Dedy ok, Dedy akan membelikan semua yg Chelsea mau"
"benarkah itu ded..???" tanya Chelsea dengan antusias
__ADS_1
"kau benar sayang, sekarang Chelsea sama Dedy belanja sepuasnya ok"
"ok ded"
mereka pun menjalankan mobilnya, sementara felica.
wanita itu meneteskan air mata, ia tak menyangka pria yg menjadi suaminya selama 9 tahun ini masih mengingatnya.
"aku sudah menikah dengan tuan David selama 9 tahun lamanya namun tidak ada perubahan"
"sabar felica kau pasti bisa melupakannya"
"tapi tampak nya aku susah melupakannya Xavier, dia kembali dalam waktu yg tidak tepat"
"hatiku yg sudah membencinya selama ini menjadi kembali luluh saat menatap mata nya"
"apa kau sungguh yakin dengan perkataan mu"
"ya, aku menerima tawaranmu aku akan menikah dengan mu meski pria itu tak menceraikan ku"
"aku tidak perduli di katakan wanita egois, yang jelas aku tidak bisa menerimanya lagi. sudah cukup semua penderitaan aku jalani"
"baik, aku akan mengurus semuanya 2 bulan kita akan menikah"
"mengapa tidak 1 bulan..???"
"aku banyak urusan beberapa kedepan ini jadi aku tidak bisa jika 1 bulan"
"baiklah"
__ADS_1
Xavier pun mengantar felica menuju butiq nya. mereka kembali berbicara soal pekerjaan