Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 52


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"sudah cukup basa basinya, kak David mengapa kau tega pada sahabatku" ujar Olivia menatap tegas pria yg ia anggap sebagai kakaknya.


"maafkan aku, aku mengaku salah"


"ckck sekarang mengaku salah, dulu mengapa kau berkata tidak akan pernah mencintai"


"ohh itu aku salah sebutkan" ujar David dengan santai


"ckck, kau ingin mati ya..!!!" ujar Kenzo kesal


Olivia mengelus lembut lengan suaminya agar David tidak terkena masalah dan jika bermasalah dengan Kenzo, tentu saja akan sangat berat cobaannya.


"di mana Chelsea....???"


"sepertinya dia tertidur"


"hubby, boleh aku menghukum kak David...???"


"tentu, siapa yang melarangmu sayang hukum sepuasmu" ujar Kenzo tersenyum senang menatap sahabatnya itu.


"karna kak David menyakiti sahabatku, maka kak David tidak boleh dekat dengan felica lagi"


"tidak....!!! aku tidak ingin berjauhan dengan istriku" ujar David langsung memeluk erat istrinya.


"jika kak David menolak, maka aku yg akan menyuruh Kenzo untuk memaksa" ancam Olivia membuat David bergidik


"tak apa Olivia, aku sudah memaafkan David, ko"


"baik, karna felica sudah memaafkan kan kak David, maka hukumannya menjadi ringan, kak David harus membiarkan aldo cuti selama seminggu"


"tidak, dia bisa keenakan nanti lagian mengapa aku harus meliburkan aldo... ???"

__ADS_1


"karna aku kasihan melihatnya kelelahan karna membantumu, kau tidak pernah membiarkan dia pergi berlibur sedangkan kak David berlibur selalu"


"biarlah, aku menggajinya untuk bekerja" ujar David menggelengkan kepalanya.


"jika kau tidak menuruti perkataan istriku, maka akan ku buat perusahaan mu menurun drastis" ancam kenzo menatap tajam ke arah David, sebenarnya kenzo juga marah dengan sahabatnya itu, sebab ayah nya tidak mengajarkan untuk bersikap kasar.


"bro kau ini ikut ikutan saja"


"bukankah ded moran mengatakan untuk jangan menyakiti wanita"


"lalu mengapa kau menyakiti Olivia dan aku yg menjadikannya ratu"


"ya, itu karna aku dibawah pengendali Aline"


"dihh alasan saja"


"aku tidak mau tahu, kau harus melakukan apa yg istri ku katakan tadi"


"sialan.. !!!" kenzo yg merasa medal langsung memukul pria itu.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


sudah puas berbincang bincang, kini mereka makan bersama.


tampak alberto duduk di samping chelsea. tak henti hentinya chelsea mengajak alberto berbicara, namun pria kecil itu tampak tak mau menghiraukan gadis kecil itu.


"mom, ded boleh kah aku nanti bermain dengan kak alberto"


"boleh sayang"

__ADS_1


"tapi aku tidak bisa bermain denganmu"


"kenapa... ???" tanya Olivia dengan penasaran.


"karna aku tidak suka bermain"


"alasan macam apa itu? nak, chelsea adikmu maka ajaklah dia bermain"


"no mom, aku ingin bermain dengan lea saja"


"mengapa kau malah ingin bermain dengan kucingku? dan tidak mau bermain denganku?"


"karna aku sangat menyukai binatang"


"alberto, ajak bermain adikmu" ujar kenzo tegas terhadap anaknya.


alberto yang sudah mendapat teguran dari ayahnya, mau tidak mau dia menuruti perkataan ayahnya itu.


"baik nanti kita bermain"


"yes, nanti kita bermain di taman kak"


"hmmm"


David dan felica hanya diam menatap alberto, tampak pria kecil itu mirip dengan kenzo, sungguh benar benar menurun dari kenzo.


matanya, alis nya yg tebal seperti ayahnya, serat hidungnya yang mancung


"mengapa aunty dan uncle menatapku" ujar alberto pads felica dan David.


"ti-tidak... kami tidak menatapmu" ujar felica tergugup


sungguh, pesona alberto seperti ayahnya yg dingin dan kejam, namun sangat tampan

__ADS_1


__ADS_2