Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 72


__ADS_3

🖤🖤🖤


"anggap saja aku lu-lupa dengan sosis itu" felica terbata bata membuat David tertawa kecil.


"baiklah jika tidak mau" David mengusap perut istrinya dengan lembut dan berjalan kearah Kenzo yg sedang menyuapi Olivia.


saat dekat, ia tiba tiba saja mengambil sosis yang ada di pembakaran membuat Kenzo semakin jengkel.


"hey, itu sosis istriku..!!!" ujar Kenzo kesal


"tidak apa hubby, itu untuk felica kok" ujar Olivia menenangkan suaminya.


"ck lihat saja kau...!!!" Kenzo pun lagi lagi mendengarkan istrinya.


mereka asyik berduaan. sementara Alberto dan Chelsea sedari tadi masuk mension karna orang tuanya sedang memainkan drama romantis di pagi hari.


...****************...


...****************...


...****************...


mension gelga.


rindu sedang belanja di antar para pengawal. sekaligus ia ingin menikmati udara segar.

__ADS_1


awalnya suaminya melarang, namun karna rindu membujuk hingga membuat suaminya luluh akhirnya ia di izinkan.


"nyonya biar saya yang membawa barang belanjaan nya"


"tapi tangan kalian penuh bagaimana?"


"tak apa nyonya"


rindu membeli perlengkapan untuk anaknya. saat ini usia kandungannya memasuki 8 bulan.


jadi ia memutuskan untuk mencari perlengkapan bayinya.


"rindu" panggil seseorang membuatnya menoleh kearah sumber suara tersebut.


"sky" lirih nya saat melihat sky kini berdiri di hadapannya.


"iya, ini anakku sky" ujar rindu kembali merasakan rasa sakit di hatinya mengingat cinta nya di tolak berkali kali oleh pria di hadapannya.


"maaf nyonya, tuan sudha kembali ke kediamannya dan tuan memerintahkan anda untuk segera pulang" ujar pengawal itu menunduk hormat.


"baiklah" saat rindu membalikan badan, tiba tiba tangannya di cekal oleh sky membuat rindu terkejut.


"aku mohon rindu, maafkan aku"


"aku sudah memaafkan mu sky"

__ADS_1


"kalau begitu kembalilah padaku" perkataan sky membuat rindu benar benar terkejut


"apa kau gila! aku sedang mengandung anak suamiku sekarang" ujar rindu menatap pria yg tampaknya sedang larut kesedihan.


"iya aku tahu, tapi aku bisa menjaga anak itu dan dirimu"


"maaf sky, aku tidak mungkin kembali padamu karna hatiku sudah sakit dan tertutup untukmu, dulu aku hampir gila karna mu jadi, aku tidak bisa menerimamu kembali, aku mencintai suamiku" ujar rindu kali ini benar benar tegas.


rindu melepaskan tangan sky darinya dan perlahan menjauhi pria itu. diikuti para pengawal di belakang.


"mengapa Xavier sudah di mension?" gumam rindu dengan heran.


sementara, sky kini menatap mobil mewah yg perlahan menjauh itu. terbesit sebuah ingatan saat² dirinya menolak cinta tulus dari rindu. "maaf karna membuatmu tersiksa" ujarnya menyesali perbuatannya.


sky meninggalkan tempat tersebut. ia menuju mobilnya untuk kembali ke rumahnya. ia juga tadi berniat untuk membeli sesuatu namun, kebetulan saja ia berpapasan dengan rindu.


sementara itu.


kini rindu sampai di mension suaminya. ia masuk dengan langkah pelan ia yakin, pasti suaminya marah karna bertemu sky tadi.


ia mengetahui dari tatapan tajam suaminya. "sayang" ujar rindu menundukkan kepalanya.


"kemari" ujar Xavier dengan tegas membuat rindu merasa takut. dengan langkah pelan rindu duduk di pangkuan suaminya dns menundukkan kepalanya.


Xavier mengambil tangan yang di pegang sky tadi, kemudian mengambil sebuah kain lap di sakunya.

__ADS_1


ia melap pergelangan tangan rindu yg bekas di pegang oleh sky tadi. "mengapa kau membiarkan tangan ini di sentuh pria lain, hmm??" ujar Xavier menatap tajam istrinya.


__ADS_2