
π€π€π€
"menyingkir lah, aku ingin kekamar Chelsea"
"jika aku tidak mau..???"
felica semakin emosi, kini felica tidak dapat berfikir dengan jernih kebencian telah membakar hatinya. tidak ada kata cinta untuk siapapun .
saat hendak menampar suaminya, David segera mencekal tangan kecil itu dan beralih menghempaskan tubuh istrinya ke ranjang.
pria itu mengungkung tubuh istrinya dan mel*mat bibir ranum itu. felica segera memberontak, namun kini tubuhnya dikunci oleh tubuh suaminya. ia hanya mampu menangis.
David menggerayangi tubuh istrinya, yang ada dipikirannya saat ini hanya ingin memiliki kembali istrinya. dengan gerakan cepat membuka seluruh pakaiannya dan juga istrinya.
melakukannya dengan pelan membuat felica meremang, ia berusaha meminta untuk dilepaskan.
"ku-kumohon lepaskan aku...."
felica tidak pernah merasakan ini sebelumnya, sebab pria itu selalu melakukannya dengan kasar namun kali ini berbeda permainan pria ini sangat lah lembut dan membuatnya kehilangan akal
puas mencapai puncak berkali kali, kini David melepaskan istrinya. ia melihat istrinya tampak sangat kelelahan. apalagi kini pintu kamarnya di ketuk seseorang.
"Dedy...Chelsea ingin masuk"
"Chelsea jangan masuk dulu,momy sedang ingin memakai pakaian ya"
"baiklah, kalau begitu Chelsea tunggu di meja makan ya ded"
"iya sayang"
__ADS_1
Chelsea melangkahkan kaki kecilnya menuju dapur. sementara kini David kembali masuk dan mendekati istrinya.
"sayang, Chelsea sudah menunggu kita sebaiknya kau bersihkan badanmu"
"cihh, tidak usah peduli padaku" ketusnya dan beranjak menuju kamar mandi dengan selimut yang melilit di tubuhnya.
David tersenyum smirk melihat istrinya masuk kedalam kamar mandi, bagaimanpun akan ia lakukan demi mendapatkan istrinya. ia juga rela mengalah dengan pria yg selama ini menemani nya dari pada ia harus di benci oleh istrinya itu.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
dulu hanya ia dan momy nya saja makan malam,terkadang juga dengan Xavier jika pria itu ada waktu
"momy,boleh kan Chelsea melihat mension dedy"
David yg mendengar perkataan anaknya, kini ikut menatap ke arah istrinya itu. felica yang ditatap oleh kedua orang tersebut menjadi merasa canggung
"tidak"
"I beg you momy I promise I won't be naughty "
"wahh anak Dedy pintar berbahasa inggris" ujar pria itu kesenangan.
__ADS_1
"Chelsea, jika kau memang sayang sama momy maka jadilah anak yg penurut"
"aku hanya ingin melihat mension Dedy mom"
"bukan hanya lihat sayang, tepatnya tinggal disana" ujar David mengedipkan matanya ke arah istrinya.
"ckck dasar menyebalkan" ujarnya pelan dan menatap tajam suaminya.
namun yang ditatap malah semakin kesenangan saat tahu istrinya sedang marah padanya.
"kau sangat menggemaskan sayang, saat marah" ujarnya semakin membuat istrinya kesal
"bisakah tidak usah bersikap seperti abg pada umumnya" ujar felica menatap suaminya tak suka.
"apa aku salah..?? kita akan kembali kesana sayang"
"tidak, kau sendiri saja jangan membawaku dengan Chelsea"
"aku juga akan menikah dengan Xavier sebentar lagi"
perkataan felica kembali membuat David marah, karna kesal David pun meninggalkan meja makan menuju mobilnya.
pria itu lelah menghadapi sikap istrinya, ingin melampiaskan amarahnya dengan menuju kota nya.
"momy jahat..!!"
"Chelsea ada apa denganmu"
"momy tau..??? momy sama aja menyakiti Dedy, Dedy sangat menyayangi momy tapi mengapa momy malah membenci dedy" ujar Chelsea kecewa
__ADS_1