
π€π€π€
rindu tak sadar jika ada keberadaan sky hingga tanpa sengaja tatapan mereka bertemu.
rindu mematung. ditempat merasa terkejut dengan keberadaan sky.
"ekhem" Xavier berdehem dan menatap tak suka kearah sky.
kini sky sedang menghadapi 2 orang yang cemburu padanya, padahal ia hanya terdiam tak melakukan apapun.
namun berbeda dengan David, pria itu malah tak suka dengan keberadaan Xavier mengingat sang istri ingin menikah dengannya.
sementara para sang istri mengehela nafasnya dengan berat
"ya ampun Daniel mengapa kau sangat tampan" ujar Olivia menciumi pipi gembul Daniel
"kapan anakku lahir" ujar felica mengelus perutnya dengan lembut.
"sabar felica kita akan melahirkan di waktu yang sama dan benar lagi mereka akan lahir di dunia" ujar Olivia menenangkan sahabatnya itu.
"sebentar ya, aku akan membuatkan kalian jus" Olivia menuju dapur dan menyerahkan Beby Daniel pada ibunya
suasana ruangan menjadi dingin mencekam karna para pria pencemburu dan sangat posesif itu sama sama menaikkan egonya.
hanya Luna yang tak mengerti ada apa dengan mereka semua.
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...
...****************...
hari sudah malam.
Xavier memutuskan untuk menginap di mension Kenzo sekalian agar besok menghadiri acara pernikahan sky dengan Luna tidak jauh karna mereka harus ke kota D ke kota X
sementara sky sudah pulang dan ia bisa bernafas dengan bebas, ia akhirnya keluar dari tempat yang bagaikan neraka itu.
"hubby dimana alberto dan Chelsea"
"kami disini mom" ujar mereka bersamaan
"Chelsea kemari, momy sudah membuatkan salmon untukmu" ujar felica pada anaknya.
"hai anak cantik kau sudah besar ya sekarang"
"hehe kan dikasih makan" ujar Chelsea menunjukkan gigi ratanya
Xavier mengelus rambut hitam yang tergerai itu dengan lembut, David hanya terdiam sebab pria itu yang sudah membantu istirnya untuk menjaga anaknya.
Xavier menatap Alberto yang memakan makanan nya dengan tatapan dingin seperti ayahnya.
"apa ini anakmu Olivia" tanyanya pada wanita itu.
__ADS_1
"iya dia Alberto" ujar Olivia tersenyum
Alberto tak menghiraukan, sebab ia merasa patah hati sekarang kekasihnya menuju negara Paris selama 2 Minggu, ia hanya bisa mengobrol lewat ponsel saja.
"sayang, uncle Xavier berbicara padamu" ujar Olivia pada putranya yang sangat dingin seperti ayahnya.
"hmm salam kenal uncle" ujar Alberto dan di balas senyuman oleh Xavier.
rindu menyuapi Beby Daniel dengan bubur ayam yang di buatkan oleh pelayan, ia merasa bingung dengan dirinya mengapa saat bertemu dengan sky hatinya tidak bergetar seperti dulu dan merasa salah tingkah.
ia merasa hatinya seolah olah beku dan tidak bisa dirasakan kembali oleh rindu. ia berfikir mungkin kini ia mencintai suaminya dan sudah melupakan cintanya pada sky.
...βοΈβοΈβοΈ...
semua orang kembali ke kamar masing masing.
berbeda dengan felica dan David, mereka berdua masih berada di ruang tamu berdua menonton tv sembari menikmati cemilan di atas meja
"panda aku bosan menonton itu" felica kesal karna suaminya sangat suka menonton berita sementara felica menyukai drama Korea seperti Olivia.
"film milikmu sudah habis jadi kita menonton ini saja" ujar David masih menatap televisi.
"aku mau nonton drama kesukaan ku panda"
"ckck baiklah" David memindah film tersebut dengan drama kesukaan felica
felica menunjukkan gigi putihnya saat film kesukaannya di setel. sementara David memeluk tubuh istrinya untuk melepas penatnya.
__ADS_1
"semoga besok tidak ada masalah apapun"
"emm aku juga berharap begitu" felica mengelus rambut hitam tebal itu dan memeluk tubuh suaminya.