
π€π€π€
hari sudah siang.
kini Chelsea pulang sekolah menunggu David di depan gerbang. tampak gadis kecil itu menunggu sang ayah menjemput.
namun, yg datang malah Xavier, pria itu menjemput dengan mobilnya dan berhenti tepat di depannya.
"hai sayang"
"uncle Xavier" ujar Chelsea tersenyum manis.
"kau sedang menunggu siapa" ujarnya saat turun dari mobil
"aku menunggu Dedy uncle, apa uncle tau dimana Dedy...???"
"sayang Dedy kamu sibuk kerja, mending Chelsea pulang sama uncle ok"
"tidak..!!! Chelsea mau nya pulang sama dedy" ujar Chelsea mulai menangis. gadis itu mengira David pergi meninggalkannya.
"hey...Chelsea cantik, Dedy sibuk ko nanti dia pasti pulang"
Chelsea terus menangis tak henti hentinya ia terus mencari David. bahkan para penjaga sekolah tidak bisa menenangkannya.
"Chelsea mau nya sama Dedy tidak mau pulang dengan uncle Xavier"
"Chelsea uncle mohon jangan seperti ini" ujar Xavier mulai kesal dengan tingkah Chelsea. Xavier merasa kini Chelsea lebih mencari David dari pada dirinya. namun Xavier mengalah sebab David ayah kandungnya
saat keributan itu terjadi, tiba tiba mobil hitam mewah parkir di depan mereka hingga membuat semuanya terdiam.
tampak seorang pria tampan dengan setelan jas yg mana membuat semua kaum hawa terpikat menatapnya.
"Dedy..."ujar Chelsea berlari memeluk David.
__ADS_1
"hey...mengapa anak Dedy menangis..."
"aku mencari Dedy...Dedy dari mana" Chelsea memeluk ayahnya dengan erat.
"Dedy kerja sayang, kan Dedy sudah bilang Dedy tidak akan meninggalkan Chelsea ok"
Xavier menatap pria dengan anak yg saling menyayangi satu sama lain. Xavier pun menyuruh para penjaga itu untuk bubar.
"sekarang kita pulang yah, nanti momy mu mencari"
Chelsea Menganggukan kepalanya, dan mereka pun menaiki mobil David menuju apartement felica.
meninggalkan Xavier yang masih berdiri di depan gerbang.
"ckck, dia mengubah segalanya" ujar Xavier kesal
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
kini felica kembali ke apartemen nya. merindukan putri nya itu.
wanita itu masuk membawa daging salmon kesukaan Chelsea, wanita itu tau jika Chelsea pasti marah karna ia pulang sangat sore.
"Chelsea...!!! momy pulang" teriaknya saat masuk kedalam.
tak ada sahutan, felica sudah memanggilnya berkali kali, felica pun memutuskan untuk menuju kamar anaknya.
saat sampai ia membuka pintu kamar Chelsea, dan tampak seorang pria tampan dengan gadis kecil sedang bermain.
__ADS_1
"yeyyy Chelsea menang, Dedy kalah"
"anak dedy memang hebat, nanti Dedy akan membawa Chelsea melihat mension Dedy ya"
"apa momy mengizinkannya"
"nanti Dedy yang minta, pasti di izinkan"
"kata siapa..???" ujarnya memutus pembicaraan David dengan anaknya.
"felica"
"momy"
ujar mereka bersamaan.
"aku tidak akan pernah mengizinkan Chelsea menuju mensionmu, mension yg seperti neraka bagiku"
"felica..aku mohon, biarkan aku membawa Chelsea untuk melihat mensionku lagian aku akan kembali membawanya kesini"
"jika aku bilang tidak ya tidak..!!!" teriaknya marah pada suaminya itu.
"Chelsea, diam disini dan belajar ya Dedy sama momy ada urusan sebentar ok"
"baiklah ded"
David menarik tangan istrinya dengan paksa menuju kamar istrinya. felica berusaha memberontak namun usahanya sia sia, kekuatan suaminya jauh lebih besar.
"lepaskan....apa kau sudah gila..!!!"
"terus saja berteriak pada ku felica, aku tidak akan marah padamu" ujar David dengan tenang berusaha menghadapi sikap istrinya.
"kau tidak berhak membawa anakku"
__ADS_1
"aku berhak sayang, dia darah daging ku"