Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 60


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


sopir itu menjalankan mesinnya dengan cepat. tak butuh berapa lama mereka pun sampai di rumah sakit.


David membawa istrinya masuk ke dalam rumah sakit dan dibantu para perawat lainnya.


"ya ampun panda, kau ini berlebihan mungkin aku hanya masuk angin" ujar felica pasrah saat suaminya membaringkannya di brankar


"diam chubby, aku ingin kau sembuh"


David segera memerintahkan para perawat untuk memanggil beberapa dokter.


dari dokter kandungan, dokter spesialis saraf, serta dokter spesialis bedah.


"apa yg kalian lakukan, cepat periksa istriku...!!!" teriaknya keras membuat para dokter dan perawat itu sontak terkejut.


mereka masih bingung, sejak kapan sahabat tuan penguasa ini menikah? padahal tidak ada berita apapun tentang pernikahannya.


"nona tidak mengalami kerusakan pada sistem saraf" ujar dokter spesialis saraf.


"nona muda juga tidak mengalami kerusakan tulang tuan"


"nona juga tidak memiliki trauma berat"


terakhir, dokter kandungan yg maju untuk memeriksa felica. dokter tersebut diam sejenak.


"tuan, sebaiknya nona muda melakukan USG"


"cepat lakukan, penyakit apa yg di alami istriku dan lakukan apapun untuk menyembuhkannya" ujar David khawatir.


dokter Elis, menempelkan alat itu pada perut felica dan layar monitor itu menyala.


"selamat tuan, nona muda hamil"

__ADS_1


David mengernyitkan dahinya, merasa tidak mengerti dengan perkataan dokter tersebut.


"maksudmu?"


"nona muda hamil sudah berjalan 5 minggu"


"benarkah itu?" ujar David berbunga bunga. pria itu memeluk istrinya dengan erat dan menghujaninya dengan ciuman.


"makasih chubby" ujar David mencium wajah istrinya yg terlihat sangat pucat itu.


felica hanya bisa tersenyum bahagia, ia merasa tak percaya dengan apa yg di dengarnya.


...☘️☘️☘️...


David membawa istrinya pulang, dengan hati yg sangat gembira sampai sampai menunjukan sifat posesifnya.


"sekali lagi kau menatap istriku habis ku congkel matamu"


tadi, saat felica memberikan jus pada pelayan laki laki, tak sengaja pelayan tersebut menatap felica sekilas.


ya meski pelayan itu juga terpesona dengan felica.


"baik tuan, maafkan saya" pelayan tersebut segera pergi dari tempat itu menuju dapur.


"panda, kau terlalu berlebihan"


"berlebihan apa sayang? aku hanya tak suka dia menatapmu, hanya aku yg boleh menatap istriku"


felica diam tak menjawab, percuma ia menjawab yg ada masalahnya semakin panjang.


felica memakan buah yg di kupas suaminya, dengan telaten David menyuapi istrinya dengan penuh cinta.


"apa kau tidak ingin sesuatu?"

__ADS_1


"tidak, aku tidak menginginkan sesuatu"


"baiklah"


"panda, apa kau besok pergi bekerja?"


"tidak, aku akan dirumah untuk menjagamu" ujar David membuat felica terkejut.


"tidak, kau harus bekerja"


"loh? kenapa chubby aku hanya mengkhawatirkan mu"


"tidak perlu sampai kau tidak masuk kerja panda, kau harus bekerja"


"baiklah besok aku akan bekerja, tapi kau ikut juga ya"


"lalu Chelsea bagaimana...???"


"kau benar sayang, baiklah kalau begitu aku akan menyuruh bi Susi dan pak Joni untuk menjagamu"


felica tersenyum manis, David memeluk istrinya dengan lembut takut menyakiti buah hati mereka. felica membalas pelukan suaminya


felica merasa benar benar bahagia sekarang.


"panda, kemarin aku melihat bibiku saat aku ke sekolah Chelsea"


"benarkah? bagaimana bisa"


"aku juga tidak tau panda, yg aku tau bibiku itu tinggal di kota X bagaimana bisa ia sampai di kota D..???"


"apa dia melukaimu?"


"tidak panda, ia tidak melihatku, hanya saja aku yg melihatnya saat ia membeli sesuatu"

__ADS_1


__ADS_2