
π€π€π€
6 bulan kemudian
masa kehamilan Olivia dan felica memasuki umur 6 bulan.
keamanan mension semakin di perketat oleh Kenzo. ia takut bahaya mengintai istrinya.
saat ini, mereka duduk di taman menikmati udara segar.
mereka mengelar tikar dan menyusun beberapa makanan di atasnya.
Chelsea dan Alberto tampak akrab, tidak seperti perkata kali bertemu dan itu membuat Chelsea menyukai Alberto.
Kenzo kini sedang membakar sosis untuk istrinya.
sementara Olivia berbincang bincang dengan David dan felica.
David malas membantu sahabatnya sebab ia ingin membuat sahabatnya cemburu.
David mengajak Olivia berbicara dan berusaha membuat Olivia tertawa lepas.
"kau tau? dulu kita sangat akrab bukan" ujar David menyeringai kearah Kenzo.
__ADS_1
"tampaknya aku berhasil, good job david" batin pria itu tersenyum puas saat melihat tatapan maut dari seorang Kenzo smith
Kenzo melempar kipas di tangannya yg ia gunakan tadi untuk sosis bakar.
Kenzo mendekati mereka, ingin sekali Kenzo mencabik cabik wajah David saat ini juga.
namun, Kenzo masih merasa kasihan pada felica
"eh..hubby..!!!" Olivia terkejut saat Kenzo menggendongnya.
Kenzo menaruh istrinya di tempat duduk yg dekat pembakaran sosis tadi. kemudian pria itu melanjutkan aktivitasnya sembari melirik kearah istrinya takut istrinya kembali mendekati David lagi.
"hubby...aku ingin berbicara dengan felica" uajr Olivia dengan kesal menggoyang goyangkan kakinya.
"tidak..!!! aku tidak suka Casanova tengil itu mendekatimu" ujar Kenzo menatap David dengan tajam.
"kau..!!!" Kenzo ingin mendekati David namun tangannya segera ditahan oleh istrinya.
"hubby aku mau merasakan sosisnya" uajr Olivia mencari alasan agar David tidak mendapatkan pukulan telak dari suaminya.
"kau mau sosis dear...baiklah aku akan mengambilkannya untukmu ok" ujar Kenzo benar benar berubah menjadi lembut saat bersama istrinya.
Olivia tersenyum manis. daripada mereka mendapatkan masalah besar lebih baik Olivia menuruti keinginan suaminya.
__ADS_1
Olivia menatap Kenzo yg dengan telaten membalikan sosis itu agar tidak gosong.
pria itu mengeluarkan keringat karma cuacanya cukup cerah. karna asap Kenzo mengeluarkan banyak keringat.
Olivia mengambil tissue dan melap keringat suaminya dengan telaten. Kenzo tersenyum sekilas dan melanjutkan aktivitasnya.
tak lama ia mengambil beberapa sosis yg sudah siap untuk dimakan.
ia manaruh beberapa sosis di piring dan memberikannya pada istrinya. "ini milikmu dear...habiskan, aku ingin anak ku sehat" ujar Kenzo mengecup lembut kening istrinya dengan mesra.
sementara felica juga ingin diperlakukan seperti Olivia. ia pun menatap tajam suaminya.
"panda...lihatlah Kenzo, dia sangat perhatian pada istirnya mengapa kau tidak..???"
"chubby kau juga ingin sosis seperti olivia? baik aku akan memberikan sosis lebih nikmat dari itu"
"benarkah...???" ujar felica dengan mata berbinar dan menatap suaminya dengan wajah polosnya.
David menganggukan kepalanya dan tersenyum smirk. "jika kau merasakan sosis milikku dijamin kau akan ketagihan dan memintanya lagi sayang" bisik David dan mencium lembut telinga felica.
"panda..apa yang kau lakukan, disini ada Alberto dan Chelsea dan juga ada Kenzo dengan Olivia" uajr felica mendorong pelan tubuh suaminya.
"kau ingin sosis hmm???" tanya David dan di balas anggukan oleh wanita itu.
__ADS_1
"sosis nya dikamar sayang" bisik david kembali dns tersenyum nakal kearah istrinya.
felica yang seolah olah paham, ia segera mendorong tubuh kekar itu, namun tidak kuat karena tubuh suaminya lebih besar darinya.