
π€π€π€
felica sedang merangkai bunga lili kesukaannya,tiba tiba Alex datang mengajaknya untuk makan bersama.
"kau terlalu rajin sampai sampai kau lupa dengan jam istirahat" ujar Alex menggelengkan kepalanya.
"kau tau aku sangat menyukai bunga ini bahkan sahabatku Olivia selalu memberikanku bunga lili jika aku sedang sedih"
"Olivia..??? siapa itu"
"dia sahabatku saat SMP kami lulus disekolah yg sama hanya SD saja yang berbeda" ujar felica tertawa renyah.
"baiklah sebaiknya kita makan agar kau tidak sakit"
deg
felica terdiam seketika tampak hati nya teriris sudah lama tidak ada yang memperhatikannya sahabatnya jauh darinya kini memiliki kehidupan masing masing. felica tersenyum pahit mengingat perbuatan suaminya kepadanya.
"hei..mengapa kau malah melamun...???" ujar Alex melambai lambaikan tangannya didepan wajah felica membuat wanita itu terkejut.
"eh..ak-aku bingung tadi mau makan apa" ujar felica dengan bohong.
"baiklah kalau kau bingung kita makan bakso saja itu ada didepan" ujar Alex menunjuk warung kecil di depan toko bunga.
mereka pun kesana untuk makan siang.
...****************...
...****************...
...****************...
dikantor drt. kenz
"bagiamana kabar keponakanku??"
__ADS_1
"dia sehat"
"dia sangat lucu dan tampan" uajr David tersenyum.
"tentu saja siapa dulu Dedy nya" ujar Kenzo dengan percaya diri"
"ckck kau itu menyebalkan sekali"
"bagaimana keadaan Olivia..??"
"cihh mengapa kau menanyakan istriku" ujar Kenzo mulai menatap nyalang David membuat pria itu sedikit gerogi.
"ckck kau ini tentu saja aku merindukannya" ujar David dengan santai dan langsung mendpsat sebuah toyoran dikepalanya
"woyy bro kau pikir tidak sakit"
"sekali lagi kau berani merindukan istriku maka aku akan memasukanmu kedalam kandang gerry" ancam Kenzo tak main main
David yang mendengar kata kandang singa langsung bergidik ketakutan
"mengapa kau suka sekali memelihara hewan buas? apa tidak ada hewan lainnya"
"bukankah berbahaya "
"cihh tau apa kau"
sementara itu asisten Aldo dan asisten Han yang menyimak hanya bisa menghela nafas dengan berat.
"tuan bukankah kita akan membahas masalah pembangunan" uja asisten Han
"kau benar,ini semua karna dia" uja rkenzo menyalahkan David.
"ckck kau itu menyebalkan sekali bukankah kau yang mengajakku berbicara tadi" ujar David tak mau disalahkan.
lagi lagi mereka berantem karna masalah sepele.
__ADS_1
#
#
#
hari sudah sore.
kini felica kembali ke kediamannya.
dengan langkah gontai ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan membersihkan diri.
setelah itu wanita tersebut harus turun menyiapkan makan malam David.
"sungguh melelahkan menjadi seorang istri aku lebih suka kehidupanku yang melajang" ujar felica terduduk lesu.
gadis itu kembali mengotak ngatik alat penggorengan dibantu beberapa pelayan lainnya.
kini kijang besi hitam mewah itu memasuki pekarangan mension,disambut beberosa pelayan.
"selamat datang tuan" uja para pelayan kepadanya.
David mencari ke seluruh penjuru mencari keberadaan istirnya. merasa aneh dengan dirinya sendiri terkdang ia selalu memikirkan tentang felica seperti rasa tidak ingin jauh darinya.
namun mata biru itu tidak menangkap sosok wanita yang dicarinya membuat pria itu geram seketika.
"Dimana nona kalian...???"
"nona muda sedang menyiapkan makan malam tuan"
David yang mendengarnya tidak jadi mencari felica,ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya.
"nona tadi tuan muda mencari anda"
"ohh iya bi maaf felica lupa jika ia pulang hari ini"
__ADS_1
"tidak apa apa nona lain kali jangan sampai lupa"
"baiklah bi terimakasih sudah mengingatkan" ujar felica tersenyum tulus