
π€π€π€
"ekhem..urusan pekerjaan mu di toko biar aku yang mengurusnya" ujarnya sedikit gugup dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"baiklah terimakasih xavier"
felica tersenyum manis membuat Xavier semakin salah tingkah untuk menutupi ke gugupannya ia pun menyuruh asistennya untuk memberikan seragam felica.
"kau ganti pakaian mu setelah itu asisten ku akan mengajari mu apa yg harus kamu lakukan"
"siap tuan"
"tidak usah berbicara formal padaku"
"eh...tapi kan kau atasanku sekarang"
"kau boleh memanggilku tuan saat bekerja namun kau harus memanggil namaku saat kita sedang berdua"
"baiklah xavier"
Xavier hanya tersenyum menatap wajah teduh itu,wajah yg terlihat cerah dan ceria namun menyimpan banyak luka. ya,Xavier bisa merasakannya.
felica mengikuti asisten Erwin menuju ruangannya dan juga sekalian felica mengganti pakaiannya disana.
"anda ganti saja dulu pakaiannya nona,saya akan menunggu di luar"
"apakah tidak ada kamar mandi...???"
"kamar mandi di sudut sana"
"baiklah terimakasih tuan"
"panggil aku asisten Erwin saja"
"baiklah"
Erwin meninggalkan felica,sementara kini wanita itu menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
seusai mengganti pakaian,asisten Erwin masuk kedalam dan mulai mengajarkan apa yang harus dilakukan felica selama bekerja.
__ADS_1
tugasnya adalah mengantarkan berkas ke Xavier serta mengurus keuangan dan administrasi.
"setelah kau memeriksa berkas berkas ini kau harus meminta tanda tangan Presdir xavier sekretaris felica"
"baiklah asisten Erwin saya mengerti"
setelah sudha mengajarkan dengan jelas,kini mereka bekerja sesuai jabatan. kini felica menuju ruangan Xavier seperti tugas yg di ajarkan asisten Erwin.
tok....tok....tok
"masuk"
"presdir"
Xavier menoleh dan tersenyum saat melihat wanita cantik itu melangkah kearahnya dengan berkas ditangannya.
"aku rasa kau sudah mengerti"
"mmm, ini berkas yang harus mau tandatangani tuan" ujar felica meletakkan berkas itu di mejanya
"baiklah kembali bekerja"
...****************...
...****************...
...****************...
sementara di kantor David Guetta group.
"apa jadwal kita hari ini"
"hari tidak ada jadwal tuan,hanya besok kita akan melakukan meeting di perusahaan gelga gruop"
"apakah meetingnya tidak bisa dilaksanakan di perusahaan ku..???"
"sesuai kesepakatan kita semua tuan,meetingnya akan di laksanakan di gelga group"
"ckck pasti bedebah gila itu akan besar kepala nantinya "
"anda tidak tau tuan,jika nona muda kini bekerja disana" batin asisten Aldo.
__ADS_1
"apakah Kenzo juga kesana..???"
"tuan Kenzo tidak melakukan kerja sama dengan gelga group tetapi perusahaan drt.kenz ikut andil dalam pembangunan mall terbesar"
"baiklah persiapkan semuanya jika hari ini tidak ada jadwal aku akan pulang"
David beranjak dari tempat duduknya untuk keluar dari perusahaannya diikuti asisten Aldo dibelakangnya.
.
.
.
.
hari sudah sore.
felica pulang diantar oleh Xavier. felica pulang lebih dulu karna takut suaminya akan marah padanya dan tak mengizinkannya keluar mension.
"terimakasih sudah mengantarkan ku pulang"
"tidak masalah"
"baiklah kau begitu sampai jumpa"
"jangan terlambat datang ya cantik"
"ok Presdir xavier" ujar felica membentuk huruf ok di tangannya.
mereka pun tertawa bersama,dan kemudian mobil Xavier melesat menuju kota meninggalkan kawasan David
felica segera masuk kedalam untuk menyiapkan keperluan suaminya. namun saat masuk,tiba tiba Clara menghadangnya di pintu.
"cihh dasar wanita tak tahu malu"
"apa maksudmu"
"kau wanita yg tidak tahu malu, bukannya jaga rumah malah keluyuran"
"cihh kau tau apa tentangku nona clara,aku peringatkan untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi ku" felica meninggalkan Clara dengan menahan emosi di hatinya. ia memilih untuk tidak meladeni clara
__ADS_1