
π€π€π€
David dan Clara masuk kedalam kamar menutup pintu dengan erat tidak mengizinkan felica masuk padahal wanita itu hendak menaruh tas kerja pria itu.
felica pun menaruhnya dikamarnya.
dan ia duduk diranjang menatap tas itu dengan diam,memikirkan apa yg dilakukan David dengan Clara.
"menurutmu apa yang akan di lakukan oleh mereka??" tampak felica bergumam sendiri menatap tas itu dengan pedih.
"aku harus bagaimana lagi? aku sudah berusaha sekeras mungkin tapi tuan David saja tidak menganggapku ada"
felica memutuskan untuk menuju meja makan,lebih baik ia makan duluan dari pada harus memikirkan suaminya dengan wanita itu.
wanita itu menuruni tangga dengan pelan namun langkahnya terhenti saat melihat pemandangan didepannya.
tampak suasana dapur sangat sepi,hanya ada 2 pasang sejoli yg berbuat intim disana
berciuman dengan penuh nafsu, bertukar liur di meja makan tanpa memperhatikan sekelilingnya.
felica yg hendak makan mengurungkan niatnya,ia kembali masuk kedalam kamar menahan sesak didada nya.
felica memutuskan untuk tidur menahan lapar dari pada harus melihat adegan seperti tadi.
*
*
*
"engh...sayang kita makan yuk" ujar Clara berusaha melepaskan dirinya dari pria itu.
"baiklah" David melepaskan pelukannya dari kekasihnya itu dan duduk di kursi memakan makanannya.
__ADS_1
Clara turun dari meja makan dan ikut duduk di samping kekasihnya dan bergelayut manja.
"sayang,kapan kau menikahiku???"
"nanti kalau aku siap" ujar David dengan santai.
"ckck kapan kau siapnya,kenapa lama sekali???"
"sayang kau tau kan,aku tidak suka banyak bicara" ujar David menatap tajam wanita itu.
Clara langsung terdiam saat menatap wajah dingin nan datar itu. Melanjutkan makannya dari pada David kembali marah padanya.
namun David tersadar jika tidak ada istrinya,ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya.
"bi susi"
"iya tuan" ujar BI Susi kepala pelayan dimension.
"nona muda dikamar tuan,tadi saya sudah menawarinya makan tetapi dia tidak mau dan akhirnya tertidur"
"ckck wanita itu" geramnya menekan sendok dan garpu berusaha mengontrol emosi nya.
"biarkan saja sayang,dia juga tar yg sakit"
"Clara diam!!!" ujar David membuat Clara langsung bungkam.
"makan makananmu dancepat lah tidur" ujar David meninggalkan ruang makan.
#
#
#
__ADS_1
#
#
keesokan harinya.
felica terbangun dari tidurnya. ia segera bangun menuju bathroom untuk membersihkan diri. kemudian ia keluar menuju dapur membuatkan sarapan suaminya.
"pagi nona"
"pagi bi"
seperti biasa felica selalu menyahuti para pelayan yg mengajaknya bicara dan tersenyum ramah.
felica kini memasak makanan kesukaan David yg diberitahu BI Susi,pria itu menyukai sup ayam dan ikan salmon.
tampak wanita itu cekatan dengan pekerjaan nya tanpa menyadari kedatangan David dan Clara.
felica terkejut saat ingin menghidangkan makanannya dimeja,hampir saja ia menjatuhkan mangkuk berisi sup itu.
"pagi tuan" sapanya seperti biasa tak disahuti oleh pria itu.
felica hanya tersenyum berusaha menutupi sesak di dadanya. kemudian felica memegang piring dan mengisi dengan nasi.
David tampak mengernyitkan dahinya melihat makan kesukaannya terhidang.
"dari mana dia tau aku sangat menyukai sup ayam? dan juga ikan salmon ini" ujarnya dalam hati.
"apa yang kau masak? David sangat tidak menyukai sup ayam dan daging salmon" ujar Clara marah dan membentak wanita itu.
"tidak! aku menyukainya" ujar David membuat Clara terdiam
Felica yang mendengarnya tersenyum senang,kemudian dengan segera wanita itu menghidangkan makanan suaminya
__ADS_1