
π€π€π€
"jadi menurut bibi apa dia hamil...???"
"jika testpack itu menunjukan 2 garis merah kemungkinan besar nona muda hamil tuan" ujar BI Surti tak berani menatap mata pria itu.
David yg mendengarnya sontak mengeraskan rahangnya. pria itu menggenggam erat testpack itu dan menggebrak meja dengan kuat sehingga membuat wanita tua itu sontak terkejut dan gemetar setengah mati.
BRAKH!!
"sialan siapa yg berani membawa istri ku pergi...!!!" teriaknya marah.
David keluar dari ruang kerjanya menuju mobilnya. pria itu hendak mencari felica dengan tangannya sendiri.
dengan langkah cepat ia menuju lobi untuk mengambil mobilnya.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
di kota terpencil.
tampak wanita cantik itu melayani pelanggan yg memesan pakaiannya. pakaian yg dibuat felica sangat di gemari oleh para pembeli sebab bahannya sangat bagus dan tidak mudah rusak saat dikenakan.
"wahh anda hamil nona..??? kira kira sudah berapa bulan...??"
"Alhamdulillah sudah 3 bulan kak"
__ADS_1
"wahh sehat selalu ya nona,semoga bayinya lahir dengan selamat" ujar pelanggan itu membuat felica tersenyum senang.
"semoga doa mu terkabul kak" ujar felica tersenyum manis.
"ohh iya kenalkan aku zahra"
"aku felica"
"salken felica, oh iya fel btw suami kamu mana..???"
perkataan Zahra membuat felica bungkam seketika,wanita itu bingung harus menjawab apa.
"fel, mengapa kau malah melamun..???" ujar Zahra melambai lambaikan tangannya di depan wajah wanita itu.
"eh..su-suamiku keluar kota mengurus bisnis"
"ohhh ya udah kalau begitu ini uang pakaiannya yaa dan btw terimakasih jahitanmu bagus banget aku ga sengaja ke sangkut kayu jadinya robek"
"baiklah kalau begitu sampai jumpa"
Zahra keluar dari kos kosan nya felica,sementara felica langsung menutup rumahnya sebab hari sudah mau sore.
wanita itu memilih untuk membersihkan diri dari pada terlalu memikirkan suaminya.
wanita itu menuju kamarnya untuk mengambil beberapa pakaian.
semenjak felica membuat usaha kecil kecilan,wanita itu mempunyai tabungan yg cukup banyak untuk membiayai rumah sakit saat ia lahiran nanti.
di umur yg masih muda, felica memanfaatkan dengan akal nya wanita itu tidak suka merepotkan orang lain. malah ia suka orang lain meminta bantuannya.
"anak momy sehat sehat aja kan..??? cepat lahir ya biar bisa berteman dengan kak Alberto anak ya aunty olivia" ujar felica mengelus perut yg sedikit buncit itu.
__ADS_1
saat asyik berbincang dengan buah hatinya, ponsel Felica berdering di atas nakas. wanita itu mengangkat panggilan telfon yg ternyata Xavier.
"halo"
"felica, besok aku akan membawamu ke butiq yg aku bangun"
"terimakasih xavier" ujar felica tersenyum penuh haru
"kau baik sekali,aku bingung membalasnya dengan apa" ujar felica sedikit meneteskan air mata.
"kau tidak perlu berterimakasih padaku sebab aku melakukan ini dengan ikhlas asalkan kau mau memberikan Olivia padaku" uajr Xavier terkekeh geli.
"isss ternyata kau playboy" ketus felica namun sedetik kemudian kembali tertawa.
"jika kau ingin sahabatku maka lawan tuan kenzo" ujar felica di balik telfon.
"ckck kau menyebalkan baiklah kalau begitu aku akan melakukan meeting dulu,besok aku ke kota v untuk menjemputmu"
"baiklah terimakasih untuk semuanya"
"katakan aku tampan dulu"
"haruskah...???"
"harus!!!"
"baiklah baiklah kau memang yg paling tampan"
"tentu saja aku tampan bahkan ketampanan ku mengalahkan David Kelvin Moran hahaha" ujarnya tertawa puas.
"cihh anda terlalu pede tuan xavier"
__ADS_1