Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 94


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


sky bermain dengan penuh semangat, keringat membasahi tubuh mereka berdua bahkan pendingin ruangan tidak menurunkan suhu panas.


malah ruangan itu terasa sangat panas disertai suara yang saling bersahut sahutan dan saling memanggil nama.


"sky..."


"ouh Luna..."


dingin nya angin malam menembus jendela yang sengaja di buka hingga memperlihatkan terangnya rembulan malam yang dihiasi penuh bintang.


membuat aktivitas mereka semakin terasa sangat romantis


sky menyentuh istirnya tanpa meninggalkan sejengkal pun, Luna hanya melayani suaminya dengan baik toh dia juga istrinya dan ia harus mematuhi apa yang duaminya inginkan.


...****************...


...****************...


...****************...


hari sudah pagi, matahari keluar dengan sangat cerah memaparkan cahaya hingga masuk kedalam kamar seorang pengantin baru.


kedua sejoli itu masih terlelap dalam tidurnya padahal sudah menunjukkan pukul 6 pagi.


namun, tak lama seorang wanita cantik itu terbangun dari tidurnya mengerjap kan matanya beberapa kali.


tubuh polos yang di balik selimut itu membuat nya sedikit kedinginan karena ulah sang suami.

__ADS_1


Luna menatap alarm minialis di atas nakas.


ia terkejut dan segera membangunkan suaminya.


"sky..sky..bangun ini sudah pagi" Luna terus menggoncang goncangkan tubuh kekar suaminya yang masih belum ingin bangun itu.


"sky..!!!"


"mmhh Luna..kau menggangu tidurku"


"lihatlah ini sudah jam berapa" ujar Luna dengan kesal sebab suaminya itu enggan untuk bangun.


sky terduduk dan menatap istrinya, menatap wanita itu dengan senyuman nakal sebab sang istri masih mengenakan selimut tebal untuk menutupi tubuh polosnya.


"ka-kau mau apa" ujar Luna mengeratkan pegangannya pada selimut tebal itu.


"aku tidak akan berbuat macam macam aku hanya akan berbuat satu macam" sky menarik paksa selimut yang dikenakan Luna hingga terpampang jelas tubuh wanita itu di hadapannya.


Luna yang terkejut segera ingin menarik selimutnya namun, suaminya lebih dulu menariknya dan mendorongnya keranjang.


"sky hentikan, aku sudah lelah" ujar Luna dengan wajah memelas.


"baik setelah ini aku akan berhenti sayang"


hingga akhirnya mereka pun melakukannya kembali beberapa rounde lagi.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


sky sudah memakai jas nya dengan lengkap, bersiap siap menuju kantor.


Luna menyiapkan sarapan suaminya, ia belajar dari Olivia tentang melayani suaminya.


sementara Dita sedari tadi tak henti hentinya menatap Luna dengan tajam, tak lama seorang wanita cantik memasuki mension dengan sangat anggun


ya meski mereka memiliki wajah yang sama sama cantik, hanya saja mata Luna jauh lebih indah darinya.


"hai ibu aku datang"


"Aran kau sudah datang, kemari ibu tau kau pasti belum sarapan ibu sudah menyuruh pelayan untuk membuat makanan kesukaan mu" ujar dita tersenyum manis dan kemudian menatap Luna dengan tersenyum sinis.


"sky apa kau ingin kekantor, bolehkah aku ikut denganmu" tanya Aran tanpa tahu malu di depan istri sky.


sky hanya diam tak menjawab, tatapannya hanya fokus ke arah sang istri yang tanpa memberikan respon apapun.


Aran kecewa sebab sky sama sekali tidak menatap kearahnya melainkan tatapan istrinya pada wanita asing yang seperti nya baru saja masuk ke mension ini.


"ibu dia siapa" tanya Aran dengan wajah tak suka mengapa Luna.


"ohh dia hanya pembantu saja" ujar Dita tak memperdulikan perasaan luna.


"Dita..!!! kau tidak boleh berbicara seperti itu pada Luna, dia menantumu" ujar Michale membentak istrinya.


"me-menantu..???" tanya Aran terkejut mendengar perkataan pria tua itu.

__ADS_1


__ADS_2