Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 48


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"Dedy,kau ingin bawa aku kemana"


"Chelsea dengar, jika momy dan Dedy berdua, Chelsea tidak boleh masuk"


"ouh...Chelsea paham ded"


"baiklah, Minggu depan kita akan ke kota D kemension dedy"


"benarkah itu ded..???"


"iya sayang,jika momy mengizinkan"


"yeyyy Dedy berjanji"


"iya Dedy berjanji"


Chelsea sangat senang, gadis kecil itu pun berlari menuju kamarnya untuk bermain dengan kucing kesayangannya Lea.


sementara David kembali menemui istrinya yg masih marah padanya.


"felica"


wanita itu bergeming,enggan menatap sang suami yg berjalan kearahnya


"sayang, ingin berapa lama lagi, aku sudah mengembalikan semua yg Xavier berikan padamu"


"apa kau bisa mengembalikan saat Xavier menemani hari hariku..???"


"***...kau selalu membahas itu, ya aku akui aku tidak bisa tetapi kau sendiri felica yang pergi dari ku"


"aku membencimu tuan"


"kau boleh membenciku, tetapi bisakah kau menerima cintaku"

__ADS_1


"sudah tidak bisa kembali mencintaimu tuan, hatiku sudah sangat terluka"


felica hendak beranjak dari tempatnya, namun pria itu mencekal tangannya dan menariknya menuju ranjang.


David menghempaskan tubuh istrinya,membuat kini felica terlentang dan David mengungkungnya.


"apa yang kau lakukan...!!!" teriaknya marah pada pria itu


"dengar felica...cintaku hanya untukmu, maka dari itu meskipun kau membenciku tidak masalah,asalkan kau mau berada disisiku"


"cihh, kata katamu sungguh tidak membuat ku luluh tuan"


"harus dengan cara apa agar kau luluh"


"tidak ada cara apapun untuk membuatku luluh"


"apa aku harus membuat kau benar Baner kembali mengandung anakku agar kau bisa bersamaku hmm??"


felica membulatkan matanya, sudah cukup ia berkorban untuk Chelsea dan kini pria itu datang hendak kembali menaruh luka


"itu tidak akan terjadi, karna aku ada disampingmu" ujarnya dengan tersenyum bangga.


"cihh, tuan kau menyebalkan" ujar felica kesal.


......................


......................


......................


......................


......................


sudah seminggu David masih berada di apartemen istrinya.

__ADS_1


ia juga menjanjikan anaknya untuk membawa ke kota D, namun tampaknya putri kecilnya itu sudah lupa.


"TUAN DAVID..!!!" tampak felica berteriak memanggil suaminya yg berada diruang tamu.


"ada apa sayang"


"Chelsea demam"


"mengapa kau tidak panggilkan dokter,malah berteriak memanggilku" ujar David panik.


"kau benar...aku akan memanggil dokter Febby"


"ck, apa dia laki laki..???"


"iya"


"panggil dokter yg lain,aku tidak suka nanti dia menggodamu"


felica tak mengerti dengan jalan pikiran suaminya, disaat seperti ini sempat sempatnya suaminya itu bersikap posesif.


"tidak akan terjadi"


"jika kau masih memanggil dokter itu,maka aku yang akan membawa anakku kerumah sakit langsung" ujar David sembari menatap tajam istrinya.


felica menghela nafas dengan berat, ia pun memilih untuk mengalah dan memanggil dokter anggun untuk memeriksa anaknya.


tak butuh waktu berapa lama, kini dokter anggun Samapi di apartement felica.


"nona kecil mengalami demam tinggi tuan, dan dia butuh istirahat saya raya nona kecil terlalu kelelahan karena bermain" ujar dokter menunduk dengan hormat.


"lakukan untuk penyembuhan putriku, atau aku yg akan membuat mu sakit" ancam nya tak main main membuat dokter wanita itu takut.


felica memukul lengan suaminya dengan kesal lantaran suaminya itu selalu berkata seenaknya.


setelah memberikan beberapa obat dan vitamin,dokter anggun pamit keluar dari apartemen felica. kini hanya tinggal felica dan David

__ADS_1


__ADS_2