
π€π€π€
Clara menatap benci kearah Felica sementara wanita itu tampak cuek dengannya membuatnya semakin kesal.
mereka pun ingin memulai makanannya. namun saat felica ingin duduk David menguatkan kata kata pedasnya.
"apa yang ingin kau lakukan???"
"makan tuan" kata felica dengan polos
"berdiri di tempatmu" ujar David membuat felica semakin kebingungan.
"apa kau bodoh? berdiri ditempatmu kau tidak boleh makan sebelum kamu selesai" ujar David dengan tegas dan menatap tajam istrinya.
felica yg mendengarnya berusaha menahan sesak didadanya,lagi lagi suaminya itu memilih kekasihnya dari pada dirinya. felica pun berdiri di samping suaminya seperti para pelayan lainnya.
Clara tersenyum kemenangan dan menatap felica dengan tatapan mengejek,namun sama sekali tidak dipedulikan oleh gadis itu.
David memakan makanannya dengan lahap. tampak pria itu seperti menikmati masakan istrinya. sudah berjam.lamanya mereka makan sepertinya mereka sengaja memperlambat makannya agar felica kelelahan.
wanita itu tampak sedang menahan sakit di kakinya karna berdiri terlalu lama, menatap kedua orang yang makan tak habis habisnya.
"tuan...bolehkah saya duduk sebentar,kaki saya pegal tuan" ujar felica dengan jujur namun malah membuat David marah.
__ADS_1
"siapa yang menyuruhmu untuk mengeluh hah!!!" bentaknya membuat felica terkejut
"sekali lagi kau mengeluh, akan ku patahkan kedua kakimu agar sekalian merasakan sakitnya" ancam David tak main main membuat felica semakin takut.
Clara lagi lagi mengejeknya dengan tatapannya dan menatapnya tajam,seolah olah puas karna sakit hatinya terbayarkan.
tak lama David pun selesai makan,pria itu meninggalkan meja makan tanpa memperdulikan felica yang menahan legal di kakinya,sementara itu Clara mendekatinya dan mendorongnya dengan kasar membuat felica sedikit terhuyung ke belakang.
"emang enak di gituin,makanya ga usah berani sama aku biar ga dihukum sama calon suamiku" ujar Clara dengan sombong.
"aku tidak akan pernah takut padamu nona Clara,aku akan berusaha merebut tuan David darimu" ujar felica menatap tajam kearah Clara membuat wanita itu marah.
"kau..!!!" ujarnya tertahan saat felica meninggalkannya.
felica menuju kamarnya melupakan niat sarapannya dan memilih menangis di balkon kamarnya sembari menatap bangunan kota di pagi hari dengan awan yang sedikit mendung itu.
namun ia teringat jika ia akan pergi bekerja,dengan segera wanita itu bersiap siap memakai pakaian rapi dan memutuskan untuk sarapan dengan Alex di warung.
sementara itu.
David sudah menuju kantor nya dengan asisten Aldo. pria itu masuk kedalam perusahaannya dengan arogant dan itu tidak mengurangi ketampanannya,membuat gadis karyawan terpesona dengannya
"ya ampun calon pendamping hidupku ganteng banget pagi pagi begini" bisik karyawan pada temannya
__ADS_1
hal itu tidak dipedulikan oleh David dan Aldo mereka pun langsung menuju ruangannya.
#
#
#
#
felica sudah sampai di tempat kerjanya.
tampak gadis itu berjalan dengan terburu buru hingga menabrak seseorang saat hendak menuju toko.
bruk!!
"ah....maafkan saya tuan,saat sedang terburu buru" ujar felica tidak menatap pria itu malah sibuk membersihkan bokongnya yang kotor karna terjatuh.
"apa kau tidak apa apa nona..???" tanya pria itu membuat felica segera mendongak keatas menatap wajah pria itu.
matanya melebar sedikit kagum saat melihat mata sedikit kebiruan dengan wajah tampan dan badan yang hampir sama dengan suaminya itu.
"ak-aku tidak apa apa tuan" ujarnya sedikit gugup
__ADS_1
VISUAL LAURENTCIA FELICA NATALIA