
π€π€π€
"hu-hubby"
"sabar sayang, bentar lagi kita sampai ok" ujar Kenzo masih fokus menyetir.
"bukan itu hubby, aku tidak sakit"
"tidak dear...kau harus diperiksa aku tidak ingin kau dan anakku kenapa Napa"
"hubby...!!!" ujar Olivia dengan kesal
"iya sayang, sabar ok"
"sudah aku katakan aku tidak sakit" ujar Olivia sedikit kesal
Kenzo mengernyitkan dahinya, ia menepikan Lamborgini mewah itu di pinggir jalan dan kini menatap istrinya.
"ak-aku berbohong, maaf" ujar Olivia tak berani menatap mata biru suaminya.
"jadi kau" dengan cepat Olivia mengangguk.
"mengapa kau melakukan ini dear, kau tau? aku sangat khawatir"
"aku hanya ingin membuat mu berhenti berkelahi dengan kak David saja ko" ujar Olivia membela dirinya, Kenzo menghela nafasnya dengan berat. pria itu membawa istrinya ke dalam pelukannya.
"lain kali jangan ulangi ok"
"iya, maaf membuat mu khawatir" ujar Olivia membalas pelukan suaminya.
Kenzo mencium kening istrinya itu dengan lembut.
"i love you dear"
"love you too"
sementara di tempat lain.
__ADS_1
David dan felica masih berada di perjalanan menuju rumah sakit.
"panda, bisakah percepat dikit"
"sabar sayang, aku takut kita kenapa Napa nanti"
"ck, apa panda seorang penakut"
David mengalah, ia harus sabar menghadapi sikap istrinya yg sedang mengandung itu.
"eh, sayang itu bukannya mobil kenzo"
"benarkah?"
David menepikan mobilnya di samping Lamborgini sahabatnya itu, dan membuka kaca mobilnya.
"woyy bro, apa yg kau lakukan disini"
Kenzo membuka kaca mobilnya, hingga felica dan David bisa melihat dengan jelas. "aku, hanya berbohong kak" ujar Olivia tersenyum membuat David geleng geleng kepala.
"ckck, Olivia kau membuat kami khawatir" ujar felica
"tidak, kau tidak salah sayang sekarang kita pulang"
Olivia menganggukan kepalanya dan Kenzo pun pulang diikuti mobil David dari belakang.
"tidak apa, yg penting Olivia tidak apa apa" ujar felica tersenyum.
...βοΈβοΈβοΈ...
sesampainya di mension.
Kenzo dengan Olivia masuk kedalam. "kita langsung ke alamat dear" ujar kenzo menggendong istrinya ala bridal style
"hubby,aku masih ingin berbicara dengan felica"
"tidak..!!! sudah malam" Kenzo membawa istrinya ke kamar.
__ADS_1
felica kebingungan saat melihat sahabatnya di gendong oleh Kenzo menuju kamar. "tuh kan, Olivia sudah mau tidur padahal aku masih ingin bermain dengannya" ujar felica menatap suaminya dengan kesal.
"mengapa kau marah padaku sayang"
"karna panda, membuang waktu saja"
felica me meninggalkan suaminya menuju kamar. David segera mengikuti langkah istrinya dari belakang
"tunggu chubby, kau ingin kemana"
"tidur" jawabnya singkat.
"tetapi aku ingin" ujar David langsung menggendong istrinya.
"David, turunkan aku...!!!" ujar felica terkejut.
David menghempaskan istrinya ke ranjang empuk itu. dan langsung mengungkungnya.
mengecup sana sini membuat istrinya itu meremang.
"engh..." erangnya saat suaminya menggigit kecil lehernya
"panda...aku takut" ujar felica
"kenapa kau takut?" ujar David menghentikan aksinya.
"nanti anak kita terluka bagaimana?"
"tidak akan, kau tenang saja"
"baiklah, aku akan melakukannya dengan perlahan" David kembali melanjutkan aktivitasnya dan membuka seluruh pakaian istrinya.
"akh..." suara felica tertahan saat merasakan sesuatu memasukinya di bawah sana
David kehilangan kendalinya, ia merasakan pusing di kepalanya merasakan kenikmatan yg tersalurkan di tubuhnya.
ia mencari kepuasannya tanpa membuat istrinya ke sakitan.
__ADS_1
"pandah..." felica meremas kasar sepreinya dengan kuat saat suaminya itu mulai bermain di area favoritnya.