
π€π€π€
"tidak!!! kau harus ikut pulang denganku" ujar Xavier menarik tangan felica menuju mobilnya.
"kenakan selimut ini agar kau tidak kedinginan " ujar nya memberikan selimut tebal itu pada felica.
"terima kasih tuan"
"sudah ku katakan jangan berbicara formal padaku,panggil namaku saja"
"xavier" ujar felica tergugup
"mengapa kau terlihat gugup" ujar Xavier tertawa kecil melihat wanita didepannya ini.
"di mana rumahmu..???"
"di mension besar itu" ujar felica membuat Xavier mengernyitkan dahinya.
"apa kau adik nya tuan David..???" tanya nya
"eh-bu..bukan aku hanya pelayan nya saja ko" ujar felica menutupi kegugupannya.
"pelayan? lalu mengapa kau boleh keluar? bukankah pelayan mension tuan David tidak da yang boleh keluar selain kepala pelayan? apa kau kepala pelayan disitu"
"iya ..aku kepala pelayan disitu" ujar felica ngasal
__ADS_1
"ohh" Xavier hanya mengangguk nganggukan kepalanya
tak lama mereka pun sampai di rumah yang felica tunjukan,Xavier masih tidak percaya jika felica pelayan disitu pria itu pun memutuskan untuk mencari asal usul felica.
"sebelum itu boleh kah aku meminta nomor telepon mu..??"
"tentu" felica menyodorkan ponselnya yg terlihat tidak bisa menyala
"oh ya ampun,ponselku mati" ujarnya menggoyang goyangkan ponsel itu
"tenang lah,aku akan membelikannya untuk mu" ujar Xavier sebab pria itu merasa kasihan apa lagi ponsel Felica itu merek lama
"tidak perlu Xavier aku bisa memperbaikinya nanti" ujar felica merasa tak enak
setelah kepergian Xavier,felica berjalan menuju mension dengan langkah cepat ia pasti akan terkena masalah lagi.
saat masuk kedalam ia mengambil nafas karna kelelahan,namun saat hendak melanjutkan langkahnya wanita itu terhenti dan membelalakkan matanya
benar saja,kini suaminya duduk di sofa dan menatapnya tajam seakan akan ingin memakannya hidup hidup
"tu- tuan david" ujarnya takut menatap mata itu.
"dari mana kau" tanya nya dengan dingin namun tak direspon oleh wanita itu membuat David semakin emosi.
__ADS_1
"JAWAB PERTANYAAN KU BODOH" bentak nya membuat felica terperanjat dan bergetar ketakutan
"ak-aku...aku" felica kebingungan hendak berfikir seperti apa untuk memberikan jawaban,tidak mungkin wanita itu memberi tahu jika ia habis diantar pulang oleh Xavier
David semakin emosi,pria itu pun mendekati felica dan mencengkram tangannya dengan kuat membuat wanita itu kesakitan.
"akh..sakit tuan... le-lepaskan" David tak menghiraukan perkataan istrinya ia menarik paksa wanita itu masuk kedalam kamar pribadinya dengan sangat kasar.
sesampainya di kamar, pria itu menghempaskan tubuh wanita itu keranjang besar itu dengan kasar.
dan mengungkungnya di bawah tubuh kekarnya.
pria itu mencium paksa wanita itu membuat felica kembali menangis menahan sakit di bibirnya.
merobek nya dengan paksa pakaiannya yang sepertinya basah karna hujan dan membuang begitu saja,David tampak tak perduli akan hal itu.
pria itu memaksa masuk membuat felica berteriak kesakitan karna pria itu melakukan nya dengan kasar
setelah itu David kembali memakai pakaian nya dan seperti biasa melemparkan uang ke tubuh wanita itu dan menatapnya dengan mimik jijik.
"keluar dari kamar ku aku tidak suka ada wanita murahan di dalam kamarku" ujarnya menusuk hati kemudian melenggang begitu saja.
felica mengambil pakaiannya yang sudah tak terbentuk itu,tampak wanita itu berderaian air mata.
felica segera keluar dari kamar David menuju kamarnya
__ADS_1