
π€π€π€
david tahu jika felica mencari Xavier. dan itu membuat hatinya sakit sebisa mungkin ia tahan agar tidak menyakiti istrinya.
"sayang, aku antar kamu ke butiq ya" ujar David dengan lembut.
"tidak perlu, kau tidak usah mengkhawatirkan aku aku bisa tanpa mu" ujar felica dengan ketus.
"baiklah, aku berangkat kerja dulu ya" ujar David segera mencium kening wanita itu dan berlari secepat mungkin menuju mobilnya.
"kep*rat.....!!!" teriaknya marah.
sementara yang terkena marah hanya tertawa kecil di dalam mobil. dan segera melajukan mobilnya menuju kantor.
sementara Chelsea diantar dengan pengawal David.
...****************...
...****************...
...****************...
di kota D.
kini Xavier sedang berada dikantornya. pria itu tampak memandang ke luar jendela besar itu
"mengapa percintaanku selalu gagal? dulu aku dengan Clara juga di bohongi. kali ini aku Seperti mengambil milik orang."
"apakah aku tidak bisa menemukan cinta sejatiku" ujar nya dengan tatapan tajam.
tampak seorang gadis cantik berjalan dengan membawa cofe di tangannya. ia mengantarkan cofe itu ke ruangan Xavier.
dengan perlahan ia mengetuk pintu tersebut.
tok
tok
__ADS_1
tok
"masuk"
perlahan gadis itu masuk dengan kepala yang menunduk kebawah. taut menatap mata bos nya yang tajam itu.
"ini cofe anda Presdir"
"letakkan disini" ujarnya menjentikan jarinya.
dengan langkah pelan ia mendekati Xavier dan menaruh cofe itu di atas meja.
"saat permisi presdir" ujar gadis itu dengan sopan dan hendak melangkah menuju pintu
namun, tiba tiba tangannya di tarik hingga terjatuh dipangkuan Xavier.
"pres-presdir" ujarnya terbelalak kaget.
"bisakah kau memuaskan ku, aku patah hati sekarang"
Xavier tak peduli, ia membawa ke kamar pribadinya dan menghempaskan tubuh kecil itu keranjang.
Xavier melepaskan seluruh pakaian itu dengan paksa hingga searah. office girl itu rusak.
"akh..!!!" pekiknya dengan keras karna merasakan sakit yang luar biasa di area sensitifnya.
"****...ak-aku menghancurkan nya" eramnya tertahan.
"maafkan aku,aku akan bertanggung jawab"
Xavier berfikir gadis itu adalah wanita penggoda namun kenyataannya ia mengambil kehormatannya.
"hiks...anda jahat presdir"
"maaf kan aku, aku akan menikahimu ok, besok kita menikah sayang sekarang lanjutkan" ujar Xavier dengan semangat dan terus menyergah tubuh kecil itu sepuasnya.
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...
...****************...
hari sudah siang.
Chelsea pulang di jemput oleh David, anak kecil itu merasa sangat kesenangan.
"momy, mengapa momy tidak pergi ke butiq?"
"tidak apa apa, momy hanya malas saja" alasannya
"tumben, biasanya momy selalu semangat bekerja"
"tidak ada apa apa Chelsea kepala momy sedikit sakit" ujarnya menatap malas suaminya.
"benarkah..??? apa kita perlu ke rumah sakit hmm" ujarnya dengan lembut menyentuh kening wanita itu.
"lepaskan....!!!" bentaknya tak sengaja pada suaminya.
"mom, mengapa momy marah pada dedy?"
"andai kau tau nak, apa perlakuan Dedy pada momy dulu" ujar felica sedih
"apa tidak bisa kau melupakannya, sudah 5 tahun kita seperti ini felica"
tidak ada cara lain lagi David untuk mendapatkan wanita itu, apakah takdir benar benar akan memisahkan mereka?
David hanya bisa terdiam, bukan ia tidak bisa mendapatkan istrinya, tetapi ia tidak ingin memaksa istrinya takut felica semakin membencinya.
"apakah aku harus memaksamu untuk kembali padaku..???"
"kau tidak ada hak untuk memaksaku"
David yang tidak ingin anaknya mendengar pertengkaran mereka pun memutuskan untuk membawa anaknya keluar.
__ADS_1