
🖤🖤🖤
David membawa istirnya menuju kamar.
ia mencium bibir ranum itu dengan lembut sembari melangkah menuju pintu.
"buka pintu nya sayang" ujar David tersenyum smirk.
felica membuka pintu kamar dengan tangannya, sebab David menggendong tubuhnya maka dari itu ia tidak bisa membuka pintu.
berbeda dengan kasar pribadi Kenzo, pintu yg terbuka secara otomatis kusus untuk Olivia dan Kenzo.
David merebahkan tubuh istrinya di ranjang.
menaruhnya dengan perlahan dan ia mengungkung tubuh istrinya di bawah tubuh kekarnya
ia menahan menggunakan kedua tangannya agar tidak menekan perut istirnya tersebut.
pria itu mulai menggerayangi tubuh istrinya dengan buru buru
"engh.." lenguh wanita itu saat suaminya bermain di area sensitifnya.
"panda...pelan² yah aku takut" uajr felica memelas membuat David tak tega.
"iya chubby, tenang saja" David kini dipenuhi kabut gairah. tanpa babibu ia menyatukan dirinya dengan istirnya.
"akh..."
mereka melewati malam panjang. tidak ada yang mengganggu mereka membuat malam itu semakin panas.
dikamar Kenzo.
__ADS_1
tampak pria itu kini memeluk erat tubuh istrinya dengan manja.
"hubby...kau kini sepeti mengalahkan Alberto, kau seperti anak kecil" uajr Olivia kesal karna ia merasa panas
"hubby, sesak" rengeknya namun tak di hiraukan oleh pria itu.
"hubby...!!!" teriaknya kesal membuat kenzo melepaskan pelukannya.
"ck, dear kau sangat berisik" Kenzo membawa istrinya menuju balkon untuk menikmati malam yg indah di iringi sinar rembulan.
"kau suka..???" uajr Kenzo mendudukan istrinya di pangkuannya.
"iya, disini sangat sejuk apalagi kota kota itu menambah keindahan angin malam, dan...aku menyukainya" ujar Olivia mengalungkan tangannya pada leher suaminya
Kenzo memeluk pinggang istrinya dengan posesif. ia tersenyum hangat dan melahap bibir ranum itu dengan menuntut.
Olivia hanya mengikuti permainan suaminya tanpa menolak. ia tidak ingin membuat suaminya kecewa padanya.
perlahan Kenzo melepaskan ciumannya, nafasnya memburu. ia rasanya ingin menghabisi istrinya sekarang.
akan tetapi, ia tidak ingin melukai anaknya karna ia selalu bermain dengan kuat.
membuat istrinya menjerit nikmat di bawah kungkungannya.
Kenzo menempelkan keningnya dengan kening istrinya. untuk menetralkan pikirannya yang selalu berisi adegan dewasa.
ia ingin sekali menikmatinya, namun sebisa mungkin ia menahannya.
"jika hubby mau lakukan saja, tapi pelan² jangan kuat²" ujar Olivia tak tega menatap manik biru tersebut.
"aku tidak ingin melukai anakku sayang"
__ADS_1
"tidak akan terluka jika perlahan" Olivia tersenyum menatap mata kebiruan yg terpenuhi gairah itu.
Kenzo yg memang sudah tak dapat mengendalikan dirinya, segera mengangkat tubuh kecil istrinya menuju ranjang.
dengan perlahan ia membaringkan tubuh istirnya dan kini menindihnya.
Kenzo mencium kening istrinya dengan lembut dan mulai melakukan keinginannya.
Olivia mencengkram sepreinya kala tak mampu menandingi tenaga suaminya.
hingga Kenzo menuntaskan hasratnya.
ia terengah engah, merasa puas dengan apa yg di dapatkan nya.
"thank you baby i love you"
Olivia menganggukan kepalanya.
ia merasa lemas di sekujur tubuhnya hingga ia tak mampu berkata kata. lelah dengan permainan suaminya.
Kenzo mendekap tubuh istrinya dengan erat. enggan untuk di lepaskan.
"sayang, besok kita akan jalan jalan mau tidak"
"kemana by"
"Kita akan memancing" ujar Kenzo masih menaruh kepalanya di ceruk leher tersebut.
"tapi aku tidak ingin kemana mana hubby"
"tumben, biasanya kau akan menangis meminta jalan jalan" uajr Kenzo heran dengan istrinya.
__ADS_1
"aku hanya lagi tidak mood saja" ujar Olivia membalikan tubuhnya dan memeluk suaminya dengan erat.