Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 24


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


David mematikan shower nya dan kembali menyeret tubuh wanita itu.


"renungkan kesalahanmu kau tidak boleh keluar dari kamar" ujar David mengunci pintu dari luar.


"tuan...aku mohon buka pintunya tuan...hiks..hiks..hiks." felica menangis dalam diam.


ia memegang kepalanya yg terasa sakit. sekujur tubuhnya yg basah itu membuat lantai dikamarnya menjadi licin.


bahkan wanita itu terjatuh diranjang,untungnya tidak jatuh dilantai itu.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


hari sudah malam.


tampak David dan clara sedang menikmati makan malamnya tanpa memperdulikan felica yg kelaparan didalam kamar.


bi Susi yg merasa kasihan pun memutuskan untuk mengantarkan makan malam wanita itu.


"makan yg banyak nona"


"bibi,bisakah kau membelikanku test kehamilan..???"


bi Susi yg mendengarnya sontak terkejut,wanita tua itu tak percaya apa yg didengarnya


"mengapa anda meminta benda itu Nona"


"felica sudah 2 bulan tidak menstruasi"

__ADS_1


"ya ampun nona kasihan sekali anda,baiklah saya akan membelikannya besok sekarang anda harus beristirahat"


"baiklah terimakasih bi"


bi Siti keluar dari kamar felica untuk membereskan makan malam Clara dan David.


sementara itu felica kembali menangis ia takut akan memiliki penyakit. namun jika ia mengandung ia akan keluar dengan cara diam diam dari mension ini.


di meja makan.


hanya ada keheningan yg menyelimuti mereka dan wajah dingin yg mencekam.


para pelayan merasa takut saat melihat wajah tuannya yg tampaknya diam dan tatapan matanya yg tajam mengerikan. namun dapat seorang memikat seorang wanita.


setelah selesai. David pergi tanpa memperdulikan Clara sementara wanita itu menjadi kesal sendiri.


"ckck,tadi dia sangat perhatian mengapa sekarang dia menjadi cuek lagi"


Clara segera menyelesaikan makanannya dan hendak menyusul kekasihnya itu.


keesokan harinya.


kini felica kembali seperti biasa,ia bisa keluar dari dalam kamar maupun mension.


setelah David pergi bekerja ia pun berniat berangkat ke kantor gelga group


"hari ini kau tidak usah berkerja felica" ujar Xavier disambungan telfon.


"apa kau memecatku" ujar felica dengan cemas.


"tidak,aku ingin kau beristirahat aku tau permasalahan mu dengan david"


"tapi aku tidak apa apa kok Xavier"


"tidak! kau harus istirahat aku tidak ingin kau kenapa napa"

__ADS_1


mau tidak mau felica pun menurut dan memutuskan untuk tidak masuk kerja.


felica memilih untuk menenangkan diri di taman. melamun memikirkan untuk keluar dari mension.


"aku ingin keluar dari mension ini,namun aku masih ingin mengambil hati tuan David "


felica menangis memandangi bunga bunga indah yg bermekaran itu. kuku kupu indah menghinggapi bunga itu.


"andai aku hidup seperti bunga itu,yg selalu ditempeli kupu kupu. aku ingin tuan David menempel seperti kupu kupu itu padaku" ujar felica berharap


namun harapannya sia sia saat kembali mengingat sikap kejam suaminya.


...☘️☘️☘️...


hari sudah siang


kini felica sedang berada di dalam kamar.


tiba tiba pintu kamarnya di ketuk seseorang dan mau tidak mau ia harus membuat pintu tersebut


"nona muda,ini testpack yg anda minta"


"baiklah bi terimakasih"


"sama sama nona jika anda hamil maka aku ucapkan selamat" ujar BI Susi dengan tulus.


"terimakasih bi"


setelah kepergian bi Susi,felica segera menuju kamar mandi untuk mengetes.


saat ia mencelupkan ujung testpack itu kedalam wadah berisi urin miliknya.


felica menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya,ia melihat 2 garis merah di dalam testpack itu.


"tidak mungkin" lirihnya meneteskan air mata.

__ADS_1


__ADS_2