
π€π€π€
David merasa bingung saat melihat istrinya menangis sesegukan. "chubby,ada apa..???"
"kau jahat aku membencimu" ujar felica menangis
"aku ingin kau yg membelinya, atau aku tidak mau makan"
"chubby, ku mohon baiklah aku akan membelikannya untukmu ya"
"kau mau apa, salmon kan baiklah aku akan membelinya" ujar David kali ini mengalah. ia mengambil jaketnya dan keluar dari kamar.
mencari permintaan sang istri.
sementara felica langsung terdiam. ia merasa bersalah karna memaksa suaminya. namun wanita itu mengalihkan pikirannya dengan bermain ponsel.
"aku ingin bertemu dengan olivia"
......................
......................
10 menit kemudian.
kini David kembali dengan kotak makan di tangannya.
dengan buru buru pria itu masuk lift menuju kamar, takut istrinya kenapa Napa
"chubby"
David melihat istrinya terlelap dengan sangat nyenyak. pria itu menaruh makanan tersebut di atas nakas dan berjalan menghampiri istrinya.
pria itu mengelus pelan wajah cantik felica agar tak terganggu olehnya.
"I love you dear, sleep well"
David mengecup singkat bibir ranum yg selalu membuatnya bernafsu. dan mengusap lembut perut wanita itu.
"cepat lahir ya anak Dedy, jangan buat momy sakit" ujarnya sembari mencium gemas perut felica.
__ADS_1
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
di kota lain.
tampak seorang wanita cantik dan pria tampan sedang berada di dalam kamar.
bermesraan sembari bercanda tawa.
"hubby hentikan itu geli" ujar Olivia saat suaminya mengigit lehernya.
"aku ingin dear"
"tapi aku takut Beby kita terluka"
"aku akan melakukannya dengan perlahan"
tanpa mereka sadari, mereka sama sama tidak mengetahui jika Olivia dan felica mengandung di waktu yg sama.
"hubby, aku ingin memberitahukan pada felica jika aku hamil"
"nanti aku akan memberitahunya dear"
"bisakah hubby penuhi satu permintaan ku"
"katakan sayang"
"aku ingin felica dan kak David tinggal bersama kita"
"tidak..!!!"
"loh, kenapa by? aku hanya ingin memiliki teman apa itu salah?"
"sayang aku tidak ingin David berada disini, aku takut dia mendekatimu" lagi lagi sifat posesif Kenzo keluar membuat Olivia jengah.
__ADS_1
"tapi aku ingin memiliki teman hubby" ujar Olivia mulai menangis.
"sayang....dear.... dengar kau tau kan Chelsea sekolah di sana mana mungkin mereka meninggalkan Chelsea"
"kalau begitu bawa Chelsea kesini pindah sekolah, di sekolahan Alberto"
"tidak sayang itu tidak mungkin"
"pokoknya aku mau tinggal bersama felica! jika mereka tidak boleh kesini maka aku yg tinggal disana" ujar Olivia memaksa.
Kenzo menghela nafasnya dengan berat, sulit sekali ia membujuk istrinya. lagi lagi kini ia harus mengalah demi anak yg di kandung Olivia.
"dear..jangan yaa"
"hiks...kau jahat..." Olivia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. tampak wanita itu menangis karna permintaannya tidak di turuti
"ck mengapa wanita hamil sangat sensitif" ujar Kenzo sembari memijat pelipisnya.
...****************...
...****************...
...****************...
di kediaman David.
pria itu kini sedang berolah raga.
sementara istrinya masih di dalam kamar.
felica baru saja terbangun dari tidurnya. ia tidak melihat suaminya, yg ia lihat hanya sebungkus makanan di atas nakas.
"apa ini salmon" ujarnya sembari membuka kotak tersebut.
wanita itu menyunggingkan senyumnya saat melihat salmon yg terhias dengan indah. dengan segera wanita itu memakannya.
"ini sangat enak, aku menyukainya"
felica merasa haus, ia pun turun dari ranjang menuju dapur untuk mengambil minuman.
__ADS_1