
" Lihat Zoe, anak itu sudah berani merendahkan aku !! Kamu harus segera mengurus perceraian mu. " kata Jenifer dengan emosi
" Sudahlah honey, dia masih anak kecil. Jangan masukan ke hati. " kata Zoe memijat pelipis kepalanya.
" Jadi kamu membelanya !! " Jenifer marah marah
" Bukan membela honey. Jika kita meladeni dia, itu sama saja jika kita seperti anak kecil. " kata Zoe
Jenifer tak puas dengan jawaban Zoe, kenapa Zoe tidak membahas perceraian.
" Lalu kapan kamu bercerai dengan nya?? " tanya Jenifer
" Apa kamu sudah siap menikah dengan ku?? " tanya Zoe ganti
" Kamu selalu saja memojokan aku dengan pertanyaan itu itu saja. "
" Bukan memojokan honey, aku masih selalu setia menunggu mu. Bahkan aku rela berpura pura ganti ganti pasangan untuk menutupi kita berpacaran, agar karirmu diatas seperti keinginan mu. " ucap Zoe
" Sudahlah Zoe, aku pulang saja. Aku malas berdebat dengan mu !! " kata Jenifer dengan memakai high heels nya. lalu ia menyambar tasnya.
" Bukankah tadi kamu akan menginap di sini?? " tanya Zoe
" Moodku berubah buruk berada di sini. Apalagi tempat ini sudah pernah di sentuh oleh bocah kampungan tak tahu diri itu. Aku jijik jika bersentuhan dengan sidik jarinya. " kata Jenifer dengan pergi begitu saja meninggalkan Zoe yang masih terduduk di sofa.
Zoe berencana akan memberi tahu ayahnya jika Moa pergi dari rumah dan menuntut cerai. Ia sekarang sudah punya alasan untuk bercerai karena Moa lah yang mengajukan gugatan.
__ADS_1
Ia mengambil kunci dan akan pergi ke rumah utama. Lagi pula ia belum bertemu dengan Zack adik pertamanya yang baru kemarin pulang dari LA.
Sampai di kediaman rumah utama, tak ada satu pun saudaranya yang menyambutnya. Padahal biasanya Zee akan selalu seperti anak kecil memeluk erat dirinya karena terlalu lama tidak bertemu. Karena Zoe memang jarang sekali pulang kerumah.
" Baiklah, berarti deal ya Ayah, Moa akan jadi asisten pribadiku. Kamu harus mengurus semua keperluanku Moa. Kita akan jadi partner kerja yang tak terkalahkan. " kata Zack langsung mengulurkan tangan untuk tos. Dengan bodohnya Moa membalas tepukan tangan Zack, yang langsung di pegang erat oleh Zack dan cium kembali tangan nya.
Zoe yang mendengar perkataan Zack pun terkejut, ia memasuki teras rumahnya, lebih terkejut lagi karena Moa juga berada di sana, sedang duduk dan Zee tidur di paha Moa.
" Bagus.... Bagus.... !!! "
Zoe memasuki ruang teras keluarga nya dengan bertepuk tangan.
" Setelah kamu gagal merayu aku, kamu membuat sandiwara di depan keluargaku.Aku percaya pasti kamu sudah melaporkan yang tidak tidak tentang diriku bukan. Dasar sampah murahan !!! " tatapan mata Zoe sangat tajam pada Moa.
" Kak ?!! Apa maksudmu mengatakan sampah murahan?? Moa tidak pernah menjelekan mu. " Zack membela Moa, karena Moa hanya diam saja.
" Bagus, kamu bahkan sudah memprovokasi adik adik ku, untuk menampung hidupmu. Tapi sayang, aku tak akan pernah bisa tergoda dengan akal bulusmu. Seharusnya kamu malu berpijak di rumahku. Ooo... aku lupa wanita hina sepertimu mana punya malu. Bahkan hidup pun sudah di gadaikan dengan harta. "
" Cukup. Bagaimana pun Moa berada disini atas kehendak ku. Akulah yang melibatkan Moa dalam masalah ini. Jadi Akulah yang bertanggung jawab atas hidupnya. Aku harap kamu tidak menyesal dengan kata katamu pada Moa kelak Zoe. Moa akan berada di sini dan bekerja bersama Zack. Ini sudah keputusan ku. " ucap Barcas dengan berdiri meninggalkan teras.
" Aku harus menyesal karena anak kecil macam dia?? Mustahil. "
Zee yang sedari tadi memperhatikan Kakak pertamanya tak pernah menyangka jika Zoe bisa memperlakukan kakak iparnya seperti itu. Akhirnya Zee menarik tangan Moa agar ikut bangkit bersama nya meninggalkan Zoe begitu saja.
" Zeee..... !!! "
__ADS_1
Panggil Zoe yang mengacuhkan keberadaan nya, karena sebelumnya ia selalu bermanja layaknya anak tk jika Zoe datang.
" Aku benci laki laki yang tidak menghormati orang lain kak !! Jika kakak tidak suka dengan keberadaan kak Moa, kenapa dulu kakak menyetujui perjodohan itu?? Aku rasa ini semua bukan murni atas kesalahan kak Moa. Ayah benar kak, aku harap kakak tidak menyesal dengan ucapan kakak pada kak Moa nanti. " ujar Zee dengan menarik Moa pergi dari kakak nya.
" Kenapa Zack?? Apa kamu juga akan menyalahkan aku?? Kamu juga akan membela sampah itu?? "
Zoe jadi emosi karena semua isi rumah itu tidak ada yang membela dirinya, padahal sebelum ada Moa semua terlihat tenang dan satu pemikiran.
" Aku tidak pernah menyalahkan siapa siapa kak. Aku juga tidak akan membela siapa pun. Karena kebenaran akan terlihat dengan sendirinya nanti, tanpa harus di perlihatkan. " kata Zack yang kembali duduk dan meminum kopi yang dibuatkan oleh Moa tadi. Terlihat Zack terseyum sendiri, karena kopi yang ia minum sangat enak sesuai takarnya, pahit dan manisnya sangat pas di lidah Zack.
Zoe yang melihat Zack meminum kopi, seperti ingin meminum juga. Ia mengambil kopi hitam milik ayahnya yang belum sempat di minum.
Zoe duduk di samping Zack, dan mulai menyeruput kopinya.
" Enak... !! Apa ini oleh olehmu dari LA Zack. Aku juga mau, kenapa kamu tak memberiku sesuatu?? " Zoe mengalihkan pembicaraan
" Kopi ini, kopi biasa yang kita minum di rumah kak. Hanya saja yang membuat dengan cinta oleh bidadari surga. " kata Zack kembali menyeruput kopinya.
" Uhhukkk.... "
Zoe meletak kan kopi ya dan mengelap bibirnya dengan tisu. Ia paham dengan siapa yang di maksud oleh Zack. Karena Zee tidak mungkin bisa membuat kopi, ia terlalu manja untuk gadis seusianya.
Zack Ackerley
__ADS_1