After Love

After Love
Bab. 66 Belum terbiasa


__ADS_3

Minggu Baru Vote kalian Baru,,, Dari pada hangus boleh dong untUk Author saja......😘😘😘


Ting.... Tung......


suara pintu kamar berbunyi, membuat Davina sedikit lega, tidak melanjutkan sebuah alasan dari pernyataan Zack tadi.


Zack berdecak, karena sebelum nya dia sudah berpesan untuk tidak menganggu, apapun alasan nya dan siapa pun orang yang mencari di haramkan pada anak buah nya untuk menganggu kegiatan nya di dalam. Namun sekarang masih saja ada yang berani menganggu.


Zack mendekati pintu dengan wajah yang sudah setengah marah.


Anak buah nya mendekat dan menerangkan sesuatu kemudian ia memberikan sesuatu pada Zack. Sedangkan Zack melunturkan aura kemarahan nya, dan berganti melukiskan sebuah senyuman yang mengembang lebar.


Zack kembali masuk, dan mendekati Davina yang masih mencari pakaian ganti untuk di bawa ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


" Sayang !!! Aku tidak menyangka kamu sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik, aku bahkan tidak berpikir sampai ke sana. " ucap Zack dengan intonasi menggoda sedikit meremehkan


Davina menoleh, dan menatap Zack tak mengerti. Namun saat Zack mengeluarkan sesuatu dari kantong plastik, dan membaca kegunaan barang itu satu persatu, barulah Davina tanggap.


" Hey,,, aku tidak menyuruh mereka membeli itu semua !! " ucap Davina membela diri


" Tissu Magic ?? Obat peng------- "


Segera Davina merebut barang barang itu, namun Zack menghindar,,Davina yang kesulitan bergerak karena selimut yang ia gunakan terlalu panjang, membuat Davina kesulitan merebut barang barang itu. Davina sangat malu, karena anak buah Zack membelikan barang barang tak berguna itu dalam jumlah yang banyak dan beraneka.


Zack kemudian menangkap tubuh Davina, dan memeluknya membawanya ke sisi ranjang.


" Bagaimana jika kita mencoba tissu terlebih dahulu. " ucap Zack tanpa sungkan.


Davina berpikir keras bagaimana cara menggagalkan malam pertama mereka. Bagaimana pun Davina belum nyakin dengan perasaan Zack padanya.

__ADS_1


" Aku membeli itu semua, untuk aku dan kekasihku di Paris nanti. Bukan untuk dengan mu. " ketus Davina asal, sambil mencoba keluar dari kungkungan Zack, karena kini Zack sudah menindihnya di sisi ranjang.


Zack sedikit terkejut, namun kemudian ia kembali tersenyum. Zack tidak mau percaya begitu saja dengan ucapan Davina.


" Tapi banyak sekali macamnya, bagaimana jika kita menggunakan salah satu nya. " jawab Zack masih memburu dan kemudian mencium pipi Davina


Davina membuang wajah, saat Zack mencium pipinya. Zack dapat merasakan betapa kerasnya jantung Davina berpacu, ia semakin nyakin jika Davina juga masih mencintai dirinya, dan ucapan kekasih di Paris pasti hanya akal akalan Davina saja.


" Lepaskan aku Zack ! Kamu akan menyesal jika menyentuhku, aku sudah tidak gadis seperti yang kamu harapkan. Aku sudah sering melakukan dengan banyak kekasihku. " ucap Davina


" Benarkah ?? Mari tunjukan kelihaian mu pada suamimu ini. " ucap Zack yang tak gentar menjamah Davina.


Tangan Zack pun juga sudah mendahului bibirnya, mengerayangi tubuh Davina yang hanya bertutup selimut.


Davina semakin ketakutan, melihat Zack yang sudah sayu, menginginkan dirinya saat ini juga.


Davina mencoba melarang, namun tubuhnya berkata lain, saat Zack mencium leher jenjang Davina yang begitu wangi. Tak perduli rambut Davina yang menghalangi karena belum di sisir, Zack terus mencium leher jenjang Davina, yang membuat Davina semakin mendesis. Karena baru pertama kali Davina merasakan sentuhan dari Pria, membuat Davina meremang, merasakan panas di dada seolah melarang Zack untuk tidak berhenti melakukan itu.


Bibir Davina saja, yang berkata tidak, namun tubuhnya mendambakan lebih. Apalagi kini tangan Zack sudah masuk dalam lilitan selimut Davina, dan menggerayangi dada padat Davina membuat Davina mengelijang merasakan sesuatu yang sangat berbeda, dan Davina tak bisa menahan ******* nya saat Zack memainkan puncak dadanya.


" Keluarkan suaramu sayang. Aku menyukainya. " pinta Zack kembali melanjutkan aksinya.


Davina masih berusaha menguasai diri untuk lepas dari permainan ini, namun Zack pandai sekali membawanya melayang, merasakan sebuah kenikmatan yang belum pernah ia dapatkan.


Zack mencium bibir tipis Davina, dan menyesapnya lembut, Zack mencoba menerbos masuk kedalam rongga mulut Davina dan begitu menikmati ciuman bibir ini, walau tidak ada sambutan, namun Davina membiarkan Zack mencium bibirnya. Kini Davina punsudah ikut dalam permainan Zack, ia seolah lupa dengan misinya untuk menutup diri pada Zack, karena pada kenyataannya ia tidak menolak setiap sentuhan yang Zack berikan.


Selesai melakukan pemanasan, yang membuat Davina melayang, Zack mencoba menerobos masuk, untuk melakukan kewajiban nya sebagai suami.


Seketika Davina meringis dan sekuat tenaga mendorong tubuh Zack menjauh dari tubuhnya.

__ADS_1


" Auw...... Berhenti... Sakit sekali, aku tidak kuat " pinta Davina


Zack mengembangkan senyumannya, ia sangat nyakin jika hal ini, adalah yang pertama bagi Davina. Semua yang ia ucapkan tadi hanya kebohongan Davina saja.


" Aku akan melakukan nya pelan sayang. Percayalah !! " ucap Zack lembut di telinga Davina.


Zack mencoba lagi, namun Davina masih meringis kesakitan, dan berusaha mendorong Zack agar mengeluarkan pusakanya dari miliknya.


" Zack..... Aku tidak bisa !! berhenti, ini sangat menyakitkan. " pinta Davina dengan air mata yang sudah keluar, seolah merasakan kesakitan yang mendalam.


Sebenarnya Zack tidak tega, namun ia takut, jika ia tidak melakukan sekarang, Davina akan pergi dari sisinya, lagi pula ia takut jika yang diucapkan Davina benar, jika Davina memiliki kekasih di Paris. Karena Davina cantik dan pintar, tidak mustahil jika Davina memiliki kekasih.


" Sabarlah.... Ini yang pertama pasti sakit untukmu. Tapi jika kita sudah terbiasa, aku jamin kamu akan sangat menginginkan lagi dan lagi. " jawab Zack lembut menatap Davina dan menghapus sudut matanya yang masih basah.


Zack kembali mencoba dengan sabar, dan membiarkan Davina sedikit bernafas, namun karena Davina selalu kesakitan, dan kejadian berhenti lagi dan lagi, membuat kesabaran Zack habis dan menerobos masuk dengan paksa tanpa menghiraukan Davina yang mencengkeram pinggangnya agar di lepaskan.


Lama Zack melakukan ritual maju mundurnya dengan pelan, kemudian sesekali mencium bibir Davina sekilas dengan lembut. Tibalah diakhir pelepasan, Zack mengeluarkan benih cintanya dalam dalam di rahim Davina seolah semua benih yang ia miliki, ia berikan pada Davina semua.


Zack memeluk, Davina dari samping, ia ikut meneteskan air mata, Ia sangat bahagia, karena dialah orang pertama yang menjamah Davina. Di lingkungan yang bebas, Davina bisa menahan godaan dan membawa diri dengan baik.


" I Love you Davina. " tidak perduli Davina mendengar atau tidak, Zack membisikan di telinga itu dengan sangat lembut.


Davina menoleh ke wajah Zack di sampingnya, terlihat wajah letih yang Davina pancarkan. Zack tersenyum dan kembali mencium pipi Davina.


" Kita mulai lagi. " ucap Zack kembali menindih Davina.


" Tidak...." Davina sudah ketakutan, mengingat rasa sakit yang ia rasakan beberapa menit yang lalu.


" Itu karena kamu belum terbiasa,maka nya sakit. Jika kita terus mencoba semakin kamu menginginkan lagi. " ucap Zack kembali mencium leher Davina dan menambahkan tanda di sana.

__ADS_1


__ADS_2