
" Aduh..... Aw.... Zack...... !!! "
Teriakan Davina sontak membuat para tiga keluarga itu panik, dan di jepret an terakhir ini, semua sontak mengarahkan pandangan pada Davina yang berteriak akan melahirkan. Kejadian tqk sengaja ini justru membuatkan hasil yang sangat bagus karena posisi Davina di bawah dan di tengah.
Terlihat wajah cemas Zack mendapati Davina yang sudah pucat menahan sakit di perut bagian bawah nya. Semua pun segera bergegas memberi pertolongan Davina dengan menyiapkan mobil, juga mengikuti Davina ke rumah sakit. Beruntung Davina mulai merasakan kontraksi saat di penghujung acara.
Kedua pasangan pengantin itu rencana nya akan menyusul, karena mereka ingin berganti pakaian terlebih dahulu. Sedangkan Zizi dan Zaza terlebih dahulu ikut bersama Kakek nya, Tuan Ackerley.
Saat sampai di rumah sakit, baik Zoe, Davin, Moa dan Zee terheran heran karena semua sudah berkumpul di ruang kamar Davina di rawat. Mereka berempat segera bergegas berlari cemas. Ada raut ketakutan di wajah keempat nya.
Namun kegelisahan itu lenyap, saat melihat Davina yang sudah bisa tertawa tawa di kelilingi semua sanak saudara, begitu juga dengan Zack yang sudah selesai mengadzani anak perempuan nya, ia juga duduk di samping istri tercinta nya.
Davina bercerita pengalaman melahirkan di dalam mobil, anak nya sudah tidak sabar untuk keluar dan ikut berfoto keluarga. Semua yang hadir di sana pun ikut tertawa dan merasakan geli hari ini.
Semua berbahagia, tidak hanya karena dua pasangan itu yang akhirnya menikah. Tapi karena hari ini Zack juga Davina mendapati anak pertama mereka lahir dengan sangat mudah tanpa kendala.
Davina melahirkan satu bayi perempuan yang sangat cantik. Mereka sudah menyiapkan nama untuk bayi pertama mereka. ZAVI yang berasal dari ZAck dan daVIna.
Davina bisa langsung di bawa pulang saat malam hari, karena kondisinya yang memang sehat juga anak nya yang sangat sehat pula.
Rencana nya mereka akan segera melaksanakan. Syukuran atas kelahiran anak pertama mereka, juga sekalian menggelar acara aqiqah di rumah Davina.
Tergambar senyum sumringah saat Davin menatap Zee yang sudah pandai menggendong keponakan baru nya, di kamar Davina. Davin ikut masuk mendekati Zee.
Davin merangkul pinggang Zee dari belakang dan kepalanya di sandarkan di pundak Zee.
" Aku juga ingin banyak anak dari mu nanti, Bersiaplah untuk menjadi ibu dari anak anak ku. " ucap Davin pelan
Pipi Zee merona merasakan kebahagiaan bercampur malu saat Davin tiba tiba mengucapkan itu. Ia sangat bahagia hanya mendengarkan sebatas kata kata manis seperti itu dari Davin.
__ADS_1
" Kau tahu Zee, sepanjang sejarah hidupku. Baru pertama kali aku mendengar Kakak ku berbicara seperti itu pada Perempuan. Dan kamu tahu, itu justru membuat ku geli. " ejek Davina yang duduk menyelonjorkan kaki nya di ranjang.
" Sudah.... sudah lebih baik kamu turunkan anak ku, Dan buatkan aku keponakan baru, untuk teman bermain Zavi . " ucap Zack jengah.
Zack yang melihat kedua Mempelai pengantin baru sedang kasmaran itu, Ia justru jengkel karena di saat ia tidak bisa menyalurkan hasrat nya, karena Davina sedang nifas, justru di beri pemandangan romantis seperti itu. Membuat jiwa kelelakian nya tersiksa.
" Kamu dengar sayang.... Kakak Ipar ingin kita melahirkan satu ponakan sebagai teman Zavi. Kamu berikan Zavi pada Davina.... " ucap Davin tak tahu malu membimbing Ze ke tepi ranjang, tempat Davina duduk.
" Pergilah !!! Menjijikan sekali Kamu. " ucap Zack sambil melempar bantal pada Davin.
" Zack... Berani kamu melempar bantal anak mu. " teriak Davina, karena bantal yang mengenai Davin hampir mengenai Zavi yang sedang di gendong Zee.
" Tidak sayang. Mana mungkin aku melempar anak kita pakai bantal. " ucap Zack yang takut Davina marah.
" Tenang ya, keponakan Uncle yang cantik... Sebentar lagi akan ada teman yang akan datang menemani mu main. " ucap Davin kemudian menarik Zee keluar dari ruangan kamar Davina juga Zack. Tak perduli Zack yang melempari wajah Davin dengan bantal kembali.
Davin segera mengajak Zee masuk ke dalam kamar nya. Ia sudah tidak sabar untuk melewati malam kedua mereka, karena malam pertama nya kan udah di cicil kemarin.
" Tunggu.... Bisakah kita matikan lampunya. " pinta Zee malu.
" Tidak !! Aku justru semakin ingin melihat wajah sayu di bawah kungkungan ku. " ucap Davin yang sudah berada diatas tubuh Zee, kemudian Zee pun menoleh ke samping karena malu. Ia tidak bisa menyembunyikan wajah bersemu merah nya dari Davin, membuat Davin mengecup lembut bibir Zee.
Keduanya terlibat pergumulan panas, tidak ia hiraukan bunyi tangisan bayi Davina, karena yang mereka rasakan saat ini adalah indahnya bercinta dengan sebuah rasa cinta, yang sudah terikat kata sah tanpa dosa dengan orang yang mereka cintai.
Tidak berbeda dengan Moa dan Zoe,, walau sudah saling merasakan indah nya surga dunia, tidak menyurutkan hasrat kedua nya untuk melewatkan malam pertama mereka, setelah resmi menikah lagi.
Zizi dan Zaza malam ini ikut Kakek Branden juga Nenek Marynez,, disana ia bermain dengan sultan anak dari Ansel. Sedangkan Zoe dan Moa pulang kerumah utama, karena Zee dan Zack pulang kerumah keluarga Davin.
Suasana yang sepi seperti ini, membuat Tuan Ackerley memilih menyusul Zizi dan Zaza ke rumah besan nya, sehingga di rumah utama hanya ada Moa dan Zoe, Membuat mereka tak menghiraukan hari yang belum terlalu larut malam, karena baru menunjukan pukul delapan malam, mereka sudah melangsungkan ritual malam indah mereka.
__ADS_1
Moa yang memang sebenarnya merasakan suatu kerinduan yang dalam pada Zoe, tanpa rasa malu lagi, ia menyambut setiap sentuhan dari Zoe. Ia membalas ciuman bibir yang Zoe layangkan, membuat Zoe tersenyum, ia tidak menyangka jika Sekarang Moa jadi lebih agresif mengimbangi permainan nya.
Malam indah ini tidak ia lewati begitu saja, karena keduanya masih saling bergelut mencari kepuasan dari pasangan masing masing.
" Aku mencintaimu Moa '" ucap Zoe setelah tergeletak di samping tubuh polis Moa.
" Aku Juga " jawab Moa memiringkan tubuh nya, memeluk Zoe .
" Tapi Aku jauh lebih Mencintai Moa. " tambah Zoe tersenyum lembut membelai pipi Moa dan menatap nya
" Aku mencintaimu dulu, sekarang, Nanti dan Selamanya. " ucap Moa tersenyum manis.
" Berjanjilah untuk mencintai ku selama nya, Moa. " pinta Zoe
" Aku janji.... " ucap Moa nyengir dan mengecup bibir Zoe.
" Kamu berani menggoda ku, Moa.... " Zoe langsung menerkam bibir Moa kembali, dan mengungkung tubuh kecil Moa yang masih ramping walau sudah pernah melahir dua anak.
End.
Akhirnya aku berhasil menyelesaikan Karya ke Empat aku 🥰🥰. Terimakasih banyak buat semua yang selalu menemani Karya aku sampai End ini. Semoga Kalian semua di beri kemudahan Rejeki, Kesehatan yang cukup dan Kebahagiaan yang berlimpah ruah. Amiinnn 🤲🤲🤲.
Shanyu Mohon Maaf sebesar nya, jika alur cerita yang aku ringkas ini menyinggung atau tidak sesuai dengan pemikiran kalian. Ini semua murni hanya imajinasi dari Author saja. Salam Manis.
SHANYU.
Jangan lupa Ikuti Karya ke Lima ku Ya... Ku tubggu Like, Komen Kalian disana ya...😘😘😘😘
__ADS_1