After Love

After Love
Bab. 88 Pedih


__ADS_3

Zoe menatap Zizi dengan mata sayu, ada secercah cahaya kedamaian menerangi hati Zoe. Begitu bahagia nya ia mendengar panggilan dari Zizi.


Namun berbeda dengan Zaza, ia hanya menundukan wajahnya ketika Zizi memanggil Zoe dengan sebutan Daddy. Walau pun ia sudah membuka hati untuk Zoe, namun jika harus merubah panggilan rasa nya belum siap.


Zoe yang mengetahui perubahan pada Zaza pun mengerti. Namun Zoe tersenyum, dan memanggil Zaza.


" Zaza....... Kemarilah !!! Kamu tak perlu ikut memanggil Uncle dengan sebutan Daddy, jika Zaza tidak menyukai nya. Apa pun sebutan Zaza untuk Uncle,. Uncle akan menyukainya. " ucap Zoe dengan menbelai pipi Zaza dengan senyuman.


" Benarkah ??? Terima kasih Uncle. " ucap Zaza dengan senyuman.


" Sayang,, kamu terlalu pucat. Istirahat lah. " pinta Zoe pada Zaza


Moa yang hanya berani menatap mereka dari pintu, hanya bisa berkali kali mengusap air mata nya, tanpa berani ikut masuk.


Davin ikut bernafas lega setelah mengetahui Zoe siuman. Ia pun mengajak Moa masuk, namun Moa enggan masuk. Sehingga timbulah sedikit kebisingan, menimbulkan Zoe, Zizi juga Zaza menatap ke arah mereka.


Karena sudah tertangkap basah, akhirnya Moa ikut masuk saat Davin menggandeng tangan nya. Zoe merasakan sedikit debaran juga nyeri melihat kehadiran Davin juga Moa bergandengan. Namun Zoe berupaya menampakan seulas senyum agar tidak terlihat, luka di hati nya.


Davin pun menanyakan keadaan Zoe, yang kemudian Di jawab Zoe dengan memberitahukan jika keadaan nya baik baik saja.


Zoe pun mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, karena Zoe berpikir Davin dan Moa sudah melangsungkan Pernikahan. Zoe juga meminta maaf karena tidak membawakan hadiah untuk mereka. Namun Davin menjawab, jika menyelamatkan Zaza adalah kado terbaik yang ia terima, jawaban itu membuat Zoe berasumsi, jika mereka sudah benar benar menikah.


Lama Davin dan Zoe terlibat obrolan hangat yang palsu, akhirnya memberitahu kan jika diri nya ingin istirahat. Lagi pula Zaza juga masih butuh istirahat.


Davin akhirnya mengajak anak anak untuk pulang. Moa yang sejak tadi hanya diam pun ikut berpamitan dan pulang. Karena entah kenapa bibir Moa sangat sulit untuk terbuka saat Zoe ada di hadapan nya.


Saat di depan pintu, karena posisi Moa paling terakhir akan keluar, menoleh kembali ke wajah Zoe yang juga sedang menatapnya.

__ADS_1


" Jaga Dirimu. !!! " ucap Moa singkat pada Zoe yang hanya mendapat kedipan Mata dan tersenyum.


Moa terlihat enggan untuk pulang, perasaan nya berkata jika ia harus menjaga Zoe. Karena saat ini Zoe hanya sendirian di rumah sakit.


Davin yang melihat kebimbangan hati Moa pun akhirnya menyuruh Moa untuk kembali menjaga Zoe, biarkan diri nya yang akan menjaga anak anak.


" Moa.... sebaiknya kamu kembali, dan menjaga Zoe. Kasian dia sendirian. " ucap Davin dengan menatap Moa


" Tidak Kak. Aku juga harus menjaga anak anak. " jawab Moa tak enak hati.


Davin pun mendekati Moa, seraya mengusap pundak nya.


" Biar anak anak aku yang jaga. Sisa cuti ku masih tiga hari lagi. " ungkap Davin


Walaupun cuti menikah Davin selama dua minggu, tapi batal nikah. Tetap saja ia tidak masuk dan tetap mengambil cuti nya.


Moa semakin merasa bersalah lagi dengan kejadian ini. Ia merasa Davin selalu mengalah untuk nya, dan tak pernah memaksa apa pun yang menjadi keputusan nya. Seperti sekarang ini, Davin tidak pernah mengungkit acara pernikahan yang tertunda ini.


" Aku akan menjemputmu jika kamu akan pulang. Kasian Zoe tidak ada yang menemani " imbuh Davin


Akhirnya Moa pun mengikuti saran Davin untuk Kembali menemani Zoe. Walau sebenarnya dada Moa bergemuruh, pipinya merasakan panas seperti ia akan bertemu dengan seorang kekasih.


Moa mulai masuk kembali ke rumah sakit, menuju kamar tempat Zoe di rawat. Dengan menata jantungnya Moa tetap maju mendekati kamar Zoe yang sudah semakin dekat.


Namun Moa di kejutkan dengan suara dari arah kamar Zoe, karena ia mendengar suara kegaduhan yang berasal dari sana. Moa masih samar samar mendengar karena perdebatan mereka dengan bahasa inggris.


Moa membuka pintu nya dan terkejut melihat Zoe yang berupaya ingin keluar dari rumah sakit. Padahal pihak rumah sakit tidak mengijinkan karena kondisi Zoe yang belum stabil.

__ADS_1


" Can I know what the Problem, Doctor ?? " tanya Moa pada Dokter yang menangani Zoe.


Zoe yang tadi sudah berdiri dan membelakangi Moa pun berbalik badan.


Moa melihat darah yang berjatuhan di sprei tempat Zoe berbaring tadi, karena Zoe menarik selang infus itu dan melepasnya.


Moa menatap ada banyak jatuh,sampai ia membungkam mulut nya dan mata nya memerah ingin mengeluarkan air.


Dokter pun menjelaskan, jika Zoe memaksa ingin segera pergi dari rumah sakit. Walau pun ia sudah membayar lebih, tapi pihak rumah sakit sangat mengutamakan pelayanan, ia tidak mau terjadi sesuatu pada Zoe nanti nya, yang pada akhirnya akan membawa nama buruk bagi pihak rumah sakit, karena hanya mengandalkan bayaran saja, tanpa memperhatikan kondisi pasien, karena saat ini kondisi Zoe masih lemah, dan masih perlu penanganan yang intensif.


Dan saat ini Zoe memaksa akan pergi, karena ia tidak bisa berlama lama di rumah sakit ini.


Akhirnya Moa pun menyuruh pihak dokter untuk memasang kembali semua alat yang di lepas Zoe tadi.


Tapi Zoe bersikeras menolak, ia sudah positif akan pergi dari rumah sakit.


" Maaf Moa, aku baik baik saja. Dan aku akan ke dokter lagi setelah sampai di Bali nanti. Ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan. Kamu sebaiknya segera kembali juga, Zaza pasti sangat membutuhkan mu. " ucap Zoe tanpa melihat Moa


" Sudah ada Kak Davin. " ucap Moa


Yang hanya mendapat balasan senyuman pahit dari Zoe.


" Eh ... Itu... Maksudku sudah ada Kak Davin yang mau menjaga Zaza dan Zizi. " jawab Moa mengerti arti senyuman Zoe, dan merasa tak enak hati.


" Aku baik baik saja Moa. " belum sempat Zoe malanjutkan kata katanya ia sudah merasa akan tumbang karena ia merasa mata nya berkunang kunang.


Moa segera berhambur ikut menahan tubuh Zoe, dengan di bantu Dokter dan Perawat pihak rumah sakit.

__ADS_1


Zoe di baringkan kembali, dan di pasangkan kembali selang infus juga selang oksigen ke tangan juga hidung nya.


Moa menatap sendu wajah Zoe yang terbaring memejamkan mata nya. Hati nya begitu teriris melihat kondisi Zoe. Ia sekarang benar benar tahu, jika sesungguhnya Zoe adalah lelaki yang lemah. Ia hanya menunjukan sisi tegar jika hanya di hadapan nya. Padahal, sesungguh nya hati nya merasakan pedih. Namun Zoe tidak ingin Moa melihat nya, apalagi merasa menyesal atas dirinya.


__ADS_2