
" Tidak ada yang berhak menentukan keputusan selain Aku disini. Jadi jangan sok hebat memberi keputusan seenak hatimu. " kata Zoe dengan menatap Moa.
Senyum Moa pun hilang seketika tersiram mulut pedas dari Zoe.
" Apa pekerjaan ku akan selesai dengan hanya berdiri menatap orang yang pekerjaan nya kau ambil alih?? " kata Zoe tetap berjalan lurus kedepan dan masuk ke dalam Lift
Namun Moa masih berdiri di tempat. Kepalanya semakin panas menyaksikan juga mendengarkan tingkah Atasan nya.
" Segera siapkan Proposal untuk di Bali besok, dalam waktu lima menit !! " ucap Zoe yang tidak melihat pergerakan Moa
Akhirnya Moa berbalik mengikuti langkah Zoe masuk ke dalam Lift
Sampai di ruangan kantor Moa di sibukan dengan pekerjaan yang membuatnya pusing. semua jadwal yang harus di kerjakan oleh Sani harus ia ambil alih. Hari ini Moa di buat bolak balik ruangan nya juga keluar untuk memasukan semua data sistem di komputer Sani ke tempatnya.
Tak terasa sudah sore, Moa lewati tanpa ia sadari. Karena hari ini sudah menunjukan pukul delapan malam Padahal besok ia harus ada penerbangan besok ke Bali jam enam pagi. Sedangkan dirinya belum menyiapkan satu batang pun yang akan ia bawa.
Melihat Zoe keluar ruangan, Moa pun berpikir jika Zoe sudah pulang. Ia membereskan mejanya, lalu akan beranjak pulang ke rumah utama untuk mengambil barang barangnya yang akan di bawa ke Bali.
Moa mampir di sebuah Atm untuk mengambil uang gaji pertama nya. Ada perasaan senang dan juga bangga dengan kerja kerasnya untuk bertahan di kantor ini. Karena sekarang ia bisa mempunyai uang sendiri, tanpa harus mengharapkan pemberian seseorang lagi.
Moa pulang dengan naik taxi. Sampai di rumah ia di sambut dengan seribu pertanyaan dari Zee. Ia baru tahu setelah seharian ini tidak bertemu dengan Zack. Ternyata karena Zack sudah berangkat lebih dahulu dengan Davina mempersiapkan segala sesuatu di sana. Karena memang Zack bertugas sebagai tim penyelengara. Jadi dia ikut andil dalam segala persiapan dan perencanaan.
Sedangkan Zoe hanya sebagai pembuka acara juga Ketua Penyelengara. Tugasnya hanya memperkenalkan keunggulan dari produk yang sedang di luncurkan.
__ADS_1
Moa mulai berkemas barang barangnya, sampai ia tidak menyadari jika Zoe sudah berada di kamarnya, jika Zoe tidak bersuara.
" Lalu kapan kamu akan mengambil barang keperluanku?? Apa kamu sudah mempersiapkan semuanya?? " tanya Zoe yang sontak membuat Moa terkejut.
" Saya sudah mempersiapkan di koper Anda Tuan. Besok pagi saya akan mengambilnya. " jawab Moa .
Sebenarnya tadinya Moa akan membawa keperluan Zoe ke kantor saat itu. Namun ternyata rencana tidak sesuai dengan kenyataan nya. Moa melupakan koper yang harus ia bawa ke kantor, karena terpaksa ia harus satu mobil dengan Zoe pagi tadi.
" Kemasi semua keperluan mu, kita ke apartemen ku nanti. Kita akan berangkat lebih awal besok pagi. " kata Zoe
" Besok jam setengah enam aku sudah di sana Tuan. Jadi malam ini saya tidur di sini saja. " jawab Moa
Zoe menatap Moa dengan menyipitkan mata.
" Kenapa kamu selalu pandai menjawab. Harusnya kamu jadi pengacara. Yang tugasnya membela terdakwa. Aku memberi mu perintah, bukan bertanya pendapat mu !!! " ketus Zoe sambil berajak keluar
Sejenak Moa melamun, kemudia di kejutkan dengan suara Zee, yang menyuruh nya bergegas karena Zoe sudah menunggu di bawah, lagi pula ini sudah terlalu malam.
Akhirnya Moa yang tidak enak dengan keluarga ini, jika terjadi keributan, akhirnya ia memutuskan untuk ikut pergi ke apartemen Zoe.
Sampai di apartemen Moa, menaruh barangnya di sudut ruangan. Ia berencana mengambil koper milik Zoe dan menaruhnya berdekatan dengan miliknya agar lebih memudahkan besok saat membawa.
Moa memasuki kamar Zoe, sebelumnya ia takut takut untuk masuk, ia melongok kan kepalanya di lihat Zoe sedang tidak terlihat di kamarnya. Kemudian Moa menarik koper Zoe dan di bawa keluar. Baru di tarik dua langkah, koper itu seperti di berhenti. Lalu ia menoleh sudah ada yang Zoe yang sedang menghalangi dengan ikut menarik koper itu kembali masuk.
__ADS_1
" Saya akan menyiapkan koper Anda di luar seperti punya saya Tuan. " kata Moa yang tidak menatap Zoe. Karena Moa sudah takut melihat Zoe hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya saja. Terlihat Zoe sedang selesai mandi.
Tanpa menjawab justru Zoe menarik Moa ke dalam pelukannya.
" Lepas Tuan. Jangan menganggap wanita sebagai mainan. Aku tak mau menjadi mainan mu. " kata Moa yang sudah berada dalam pelukan Zoe.
" Apa kamu punya pilihan?? Kamu sudah aku beli Moa, jadi tugasmu hanya membuatku senang. Bukan untuk menolak ku. Karena kamu tidak punya hak untuk menolak. " jawab Zoe santai
Zoe mulai melancarkan aksinya dengan mencium bibir Moa. Walau tidak mendapat balasan, tidak menghentikan aksi Zoe untuk memiliki Moa malam ini.
Zoe sudah membuka pakaian Moa satu per satu kali ini Moa sudah pasrah saja. Menolak, memberontak pun percuma. Karena yang di katakan Zoe memang benar, ia tidak punya hak untuk menolak, karena di laporkan ke pihak yang berwajib pun tidak ada alasan. Karena yang melakukan pelecehan suaminya sendiri.
Untuk kedua kalinya mereka melewati malam panas itu lagi. Zoe sangat menginginkan Moa lagi dan lagi tanpa mengingat waktu. Bahkan ia mengabaikan jika besok pagi ia harus ada penerbangan pagi.
Keduanya terlelap di sepertiga malam. Moa yang tidak bisa tidur kembali merendam tubuhnya di bathtub lagi. Moa berusaha menggosok gosok tubuhnya. Karena kali ini Zoe meninggalkan banyak jejak kepemilikan di tubuh Moa. Bahkan hampir tidak ada jeda di dada Moa, yang hampir seluruhnya berwarna merah kebiruan karena tingkah Zoe semalam.
Moa mengingat kembali setiap sentuhan Zoe yang sangat lembut jika di ranjang. Berbeda sekali dengan hari hari di luar kebiasaan itu. Mereka seolah memang tidak pernah akan tercipta hubungan seintim ini, jika di pikir dengan sikap Zoe yang selalu dingin terhadap nya.
Lagi lagi Moa pagi baru keluar dari kamar mandi. ia bahkan hari ini terlihat seperti mayat hidup. Sangat pucat, karena pengaruh semalam tidak tidur juga pikiran yang bercampur aduk.
Zoe meraba kasur dan mencari keberadaan Moa sudah tidak ada. ia pun menatap jam di dinding di lihat pukul lima. Ia pun bergegas akan membersihkan diri. Sebelum masuk ia mencari Moa tidak ada di seluruh ruang kamarnya. Ada perasaan panik saat tidak menemukan Moa. Ia segera keluar kamar dan memanggil Moa.
" Moa.... !!! " kata Zoe, takut jika Moa kabur dari apartemen miliknya.
__ADS_1
Kira kira Moa kabur gak ya....🤔🤔🤔
Selalu tunggu kelanjutan nya dengan memasukan tanda love sebagai favorit ya... Muachhh ♥️♥️♥️