After Love

After Love
Bab. 67 Davina Sakit


__ADS_3

Maafkan Author yang jarang up date karena lagi sibuk di dunia nyata yang penuh dengan acara hajatan.🙈🙈🙈.


Author selesaikan kisah Davina dan Zack yang lagi romansia dulu ya,, sebelum bertengkar lagi dalam menyatukan cinta kakak masing masing dalam memperebutkan Moa dan si kembar...🥰🥰🥰


Happy reading dan jangan lupa selalu tinggalkan like, gift dan vote kalian agar otor semangat buat crazy up 💫💫💫💫


Zack terus mencumbui Davina, tak mengindahkan Davina yang terus memohon pada Zack agar menghentikan aksinya. Sampai Davina terkulai lemas tak berdaya, barulah Zack panik dan menghentikan aksinya.


" Davina..... Sayang bangun..... !!! " panggil Zack pelan dengan menepuk nepuk pipi Davina lembut, namun Davina tak kunjung membuka matanya. Zack semakin cemas, karena ia baru sadar ternyata kening Zack terasa hangat.


Zack segera membersihkan diri, lalu memberi tahu anak buahnya agar memanggil dokter pribadi keluarga Ackerley.


Zack segera membersihkan tubuh Davina, kemudian memakaikan pakaian dan menyelimuti hingga leher Davina, namun Davina sama sekali tidak berkutik sedikit pun.


" Sayang... Ku mohon bangun. " Zack sesekali mencium kening Davina yang semakin tinggi panasnya.


Tak berselang lama, terdengar bel pintu kamar. Dengan segera Zack membuka pintu dan menyuruh dokter itu masuk.


" Bukankah aku menyuruhmu lima menit sampai, kenapa sudah satu jam baru datang. Cepat kau periksa istriku !! " ucap Zack jengkel


" Kamu pikir aku tinggal di sebelahmu lima menit harus sampai. Ini juga baru lima belas menit bodoh. " jawab Dokter Sean


" Jangan banyak bicara, cepat periksa kondisi istriku. " ucap Zack dengan mendorong dokter Sean agar mendekat ke sisi ranjang


" Istri ??? Sejak kapan kamu menikah? " gurau Sean, karena sangat sulit untuk Zack menjalin hubungan dengan sebuah komitmen.


Zack melotot tanpa menjawab, saat Sean menatap kearah dirinya. Ia begitu khawatir dengan keadaan Davina, namun Sean tak kunjung memeriksa, justru berbicara.


Dokter Sean mendekati ranjang tempat Davina berbaring, dokter Sean melihat dengan seksama memastikan apakah ini Davina yang ia kenal dulu. Gadis yang begitu tergila gila pada Zack, dan sama sekali tidak tertarik pada pria tampan mana pun selain Zack. Bahkan dokter Sean pernah diabaikan saat berusaha mendekati Davina. Dulu Zack tidak perduli dengan yang Sean lakukan pada Davina, karena Zack dan Sean dulu sering bertukar pacar, dan itu adalah hal yang wajar bagi mereka berdua.


" Berani kamu memandang istri ku lebih lama lagi, aku bersumpah akan melaporkan pada singa betina mu di rumah. " ujar Zack mulai emosi melihat dokter Sean yang tak kunjung memeriksa.


" Tenang Bro... Aku hanya memastikan, apa benar ini Davina pengagum berat mu dulu. " jawab Sean mulai mengeluarkan alat alat medisnya.


Sean mulai membuka mata Davina dan menyoroti dengan senter. Kemudian dokter Sean mengeluarkan stetoskop untuk memeriksa keadaan Davina, ia mencoba menyibak selimut yang hampir menutupi wajah Davina.

__ADS_1


" Hey Dokter cabul...... Kamu mau apa?? " geram Zack karena Sean mencoba membuka bungkusan selimut yang membalut Davina.


" Zack... Kamu benar benar gila !! " ucap Sean yang di dorong kasar ke belakang oleh Zack


" Aku menyuruhmu untuk memeriksa keadaan istriku !! Bukan untuk memeriksa tubuh istriku. " sentak Zack


Sean mulai ikut jengkel juga di bentak bentak oleh Zack.


" Hey suami psykopat... suami gila.... suami mesum !! Aku juga mau memeriksa istrimu, bukan untuk menyetubuhi nya. Sekarang aku juga sudah insyaf,sudah ada pawangnya di rumah. Ini aku mau periksa detak jantung nya, kalau selimut setebal itu mana bisa aku mendengarnya detak jantungnya BODOH !!! " jawab Sean dengan nada jengkel dan memperlihatkan stetoskop yang sudah mengalung di lehernya.


" Biar aku saja yang menempel kan, kamu bisa curi keuntungan jika begini. Biar kamu insyaf, jika melihat Davina, aku tidak nyakin kamu masih akan lurus. Dulu kan kamu pernah mengejarnya. " ucap Zack dengan menyerobot ujung stetoskop, sampai dokter Sean ikut terseret saking kencangnya.


" Dasar suami gila... Pantas saja Davina pingsan, pasti karena syok mendapati suami yang fi luar ekspektasi nya. " jawab Dokter Sean


" Jangan banyak omong kosong. Dengarkan !!! " ucap Zack yang sudah menempelkan ujung stetoskop di dada Davina


" Ke kiri sedikit.... "


" Agak ke kanan..."


" Ke bawah..... "


" Tidak pas !! Agak ke kiri lagi... " ucap dokter Sean serius mendengarkan


" Dokter bodoh !!! Bisa tidak kamu memeriksa istriku. Kalau tidak bisa jangan jadi dokter, jadilah tukang parkir. " ungkap Zack yang jengkel sedari tadi Dokter Sean hanya mengarahkan kanan, kiri tanpa henti.


" Aku memeriksa dengan teliti bodoh !!! Kamu menyiksa anak orang sampai kebangetan begitu, jika orang tuanya tahu, bisa di masukan penjara kamu !! " jawab dokter Sean menatap Zack


Sedangkan Zack hanya nyengir mendengar penuturan Dokter Sean, karena apa yang di lontarkan dokter Sean benar adanya. Zack tidak mendengar kan ucapan Davina yang merintih memohon agar segera di sudahi.


" Beberapa menit lagi ia akan sadar. Aku akan menyuntikan cairan vitamin selagi kondisi nya masih belum sadar. Setelah sadar nanti, buatkan susu hangat agar tubuhnya lebih sedikit bertenaga. Jeda satu jam setelah minum susu, kamu bisa menyuapkan vitamin lagi. Istrimu kecapean, dia terlambat makan, di tambah kamu kuras tenaganya, membuatnya drop dan dehidrasi. Ingat... !! Jangan kau sentuh istrimu dulu, sebelum kondisinya pulih, jika tidak, Davina bisa mengalami trauma. " terang dokter Sean panjang lebar.


Kemudian Dokter Sean menyiapkan suntikan, dan bersiap akan menyuntikan cairan ke tubuh Davina


" Tunggu... !!! "

__ADS_1


Zack mulai mendekati dokter Sean, dan menghalangi tubuh dokter Sean yang mau menyuntik Davina.


" Dimana kamu akan menyuntikan cairan itu?? " tanya Zack. Karena yang Zack tahu, jika menyuntik pasien biasanya di bokong. Dan Zack tidak mau, dokter Sean menyuntik Davina di bagian pantat. Ia tidak rela dokter Sean mencuri keuntungan.


" Di jidat mu !!! " geram dokter Sean yang jengkel dengan sikap Zack yang berlebihan dan penuh drama tak ada habisnya


" Aku mau menyuntik di lengan ISTRI MU !!! aku tahu DAVINA ISTRI MU !!! Jadi menyingkir lah, sebelum istri mu sekarat karena kehabisan cairan. " ucap dokter Sean dengan menyingkirkan Zack agar tidak berdiri di hadapan nya.


Akhirnya Zack minggir, ia sedikit bisa bernafas lega karena dokter Sean hanya menyuntik dari bagian lengan.


Setelah menerangkan obat yang harus di minum Davina, dokter Sean langsung di usir oleh Zack keluar. Zack tidak perduli dengan Sean yang marah marah, karena tidak di persilahkan duduk terlebih dahulu, padahal ia sudah setengah mati berusaha agar cepat sampai di hotel ini, untuk memberi pertolongan .


Satu menit.....


Lima menit.....


tujuh menit......


sepuluh menit.......


Sudah sepuluh menit Zack menunggu Davina, namun tak kunjung sadar. Akhirnya Zack menghubungi Dokter Sean kembali


" Dokter cabul !!! Istriku belum sadar juga, kau beri suntikan apa tadi ?? cepat kembali kemari !! " perintah Zack


" Reaksi obat akan bekerja setelah lima belas menit bodoh !!! ini baru sepuluh menit. Aku bahkan belum keluar dari hotelmu, sudah kau suruh kembali. Jangan Gila !!! " sentak Dokter Sean dengan mematikan ponsel, sedangkan Zack uring uringan karena diacuhkan dokter Sean.


Lima belas menit berlalu.....


" Sean... istriku belum sadar juga !!! Bagaimana ini,,cepat kembalilah !! " ucap Zack khawatir lagi


" Istrimu sudah ku beri vitamin Bodoh. dia tidak akan mati !! sebentar lagi juga bangun. Jangan mengangguku, aku sedang mengemudi. " jawab Sean ketus


Setelah setengah jam, Davina pun mulai sadar. Saking senangnya, Zack kembali menghubungi dokter Sean dan bertanya.


" Sean ..... Davina sudah sadar, setelah minum susu, jika mau minum obat makan dulu tidak?? " tanya Zack.

__ADS_1


" Terserah !!!!!! Aku mau bercinta dengan istriku, jangan kau hubungi aku lagi !! " geram Sean kemudian mematikan ponselnya yang tak mau di hubungi Zack lagi, karena sedang ingin bercinta dengan istrinya


__ADS_2