After Love

After Love
Bab. 60 Bali


__ADS_3

Bali.


Davina membawa Zizi dan Zaza pergi hotel, dekat akan di gelar nya acara. Orang tua Davina yang sangat merindukan anaknya setelah bertahun tahun tak bertemu, karena Davina tak pernah pulang. Mereka segera memeluk putri mereka, namun mereka di buat heran, anak siapa yang Davina bawa, dan umurnya juga masih di bawah lima tahun. Mereka berpikir jika Zizi dan Zaza adalah anak Davina. Karena mereka mendengar jika anak itu memanggil Davina dengan sebutan Mimi.


Davina berbohong, jika itu adalah anak atasannya, yang memaksa ikut. Dan anak itu tidak bisa berbahasa Indo, karena orang tua mereka adalah penduduk asli Paris. Orang tua Davina percaya begitu saja. Karena Zaza dan Zizi berwajah seperti Zoe, yang berketurunan bule.


Acara Pernikahan Davin di gelar outdoor,, sengaja di langsungkan di pinggir pantai. Semua terlihat sibuk dengan pekerjaan masing masing. Tak terkecuali Davina, dia yang semula hanya mengawasi Zizi dan Zaza, kini ikut terlibat dengan para kru dekorasi.


Zaza yang merasakan indah suasana pantai Bali terlihat sangat bahagia, apalagi ini adalah waktu sore, sangat sejuk juga indah panoramanya. Acara akan di gelar besok sore, namun semua sudah di persiapkan dari hari ini.


Zaza berlari ke bibir pantai, di ikuti Zizi yang melarang agar tidak mendekati ombak. Dan akhirnya Zaza manyun meninggalkan pantai menghampiri Davin, yang ia temui sebelum nya saat Davina dan Davin bertemu. Sedangkan Zizi memilih melanjutkan melihat ponsel nya. Di umurnya yang baru empat tahun Zizi sudah menyukai Sains, sehingga ia lebih sering bermain ponsel, di saat senggang. Seperti saat ini, ia sibuk dengan gadget nya dengan sesekali melihat Zaza dari jarak jauh, karena ia memilih duduk di kursi kosong, yang masih dekat dengan pantai.


" Hey Uncle, Are you oke ??? " tanya Zaza memulai percakapan layaknya anak dewasa.


" Yes, I' m Oke. " jawab Davin tersenyum. Bagaimana pun ia harus tetap menjaga perasaan, sekalipun yang bertanya adalah anak kecil. Apalagi menurut penuturan Davina, ini adalah anak atasan Davina.


" Tapi aku tak melihat, Paman baik baik saja. " jawab Zaza dalam bahasa Inggris


Davin pun tanpa sengaja mencurahkan isi hatinya, ia pikir anak kecil tidak mengerti apa yang ia katakan.


Davin mengaku, menikah karena di paksa oleh wanita yang akan di nikahinya. Sedangkan dia tidak mencintainya. Zaza mendengar kan kemudian memonyongkan bibirnya dengan mengangguk angguk seperti gadis dewasa.


" Bagaimana Jika Paman menikah dengan Mommy ku. " ucap Zaza yang masih dalam bahasa Inggris


Davin mengerutkan keningnya mendengar penuturan Zaza.


" Lalu bagaimana dengan Ayahmu nanti?? Dan kenapa kamu mau mengganti ayah dengan Paman?? " tanya Davin penasaran, dalam bahasa Inggris


Zaza mendekatkan dirinya pada Davin dan mendekatkan bibirnya di telinga Davin.

__ADS_1


" Sebenarnya Ayahku sudah menikah lagi. Tapi Mommy ku sangat cantik, sangat cocok jika Paman menjadi Ayahku. " bisik Zaza di telinga Davin dan menggunakan bahasa Indonesia


Davin semakin penasaran mendengar penuturan Zaza. Davina bilang Si kembar tidak bisa bahasa Indonesia, sedangkan sekarang Zaza membisikan sesuatu di telinganya dengan bahasa Indonesia.


Zizi yang melihat tingkah Zaza yang membisik kan sesuatu di telinga Davin menjadi penasaran. Pasti Zaza melakukan kecerobohan seperti yang sudah sudah. Zizi segera berjalan mendekat Zaza untuk menghentikan aksinya.


" Zaza, come here !!! " ucap Zizi marah.


" Uft...... !!! " Zaza jengkel karena tiba tiba ia di tarik oleh Zizi layak nya seekor kucing.


" Apa yang kamu katakan pada Paman Davin? " tanya Zizi setelah menjauh dari orang orang.


" Aku hanya mengatakan jika Paman Davin lebih baik menikah dengan Mommy. " jawab Zaza polos


Sontak jawaban Zaza membuat Zizi terkejut dan membulatkan matanya.


" Paman Davin sangat tampan, apa salahnya jika menikah dengan Mommy kita. " jawab Zaza enteng


" Salah ??? Jelas saja salah !! Uncle Davin akan menikah. Dia akan menikah wanita pilihan nya. " jawab Zizi yang sudah berpikir seperti anak dewasa saja.


" Tidak !! Paman Davin tidak mencintai wanita itu. Dia di paksa. Aku hanya memberitahukan, jika lebih baik Paman Davin kabur dengan ku, dan menikah dengan Mommy ku. " jawab Zaza


Zizi masih saja memarahi Zaza, dan jangan sampai berpikiran, jika dia akan membawa kabur Uncle Davin.


Tak jauh dari sana, ada sepasang mata yang sejak tadi melihat pertengkaran si kembar. Walau tidak dengar jelas apa yang di pertengkaran, membuat ia mendekati kedua bocah kembar itu.


" Hey manis,, kenapa kamu memarahi adikmu? " tanya Pria itu setelah berdekatan dengan Zizi dan Zaza.


" Bukan urusan mu !! Aku mau di marahi kakak ku pun itu hak dia. " jawab Zaza ketus ( dalam bahasa inggris) sedangkan Pria itu penasaran, kenapa ada anak kecil yang begitu fasih bahasa Inggris. Karena ia fikir, semua yang hadir di sini hanya kerabat Davin yang dekat saja. Dia mendapat undangan pun karena kebetulan Dia tinggal di Bali,dan lokasinya tak jauh dari tempat acara.

__ADS_1


" Kenapa kamu berbicara tak sopan pada orang tua." ucap Zizi memperingati


Zaza melihat Paman itu, walau terlihat tampan, Zaza sama sekali tidak tertarik berdekatan dengan dia. Padahal biasanya dia akan selalu suka berdekatan dengan Pria Pria tampan, yang ujung ujungnya di jodohkan dengan Mommy nya, seperti yang sudah sudah.


" Maafkan ucapan Adik kembar saya. " ucap Zizi sopan


" Apa kamu lupa Zaza, Mommy selalu menyuruh kita untuk sopan pada siapa pun. Minta maaflah. " pinta Zizi dengan bahasa Inggris


" Apa Kamu juga lupa, jika Mommy menyuruh kita untuk tidak berbicara dengan orang asing yang tak di kenal. " Zaza tak mau kalah( dalam bahasa Inggris)


" Baiklah. Mari kita berkenalan, agar kita berteman. " ucap Pria itu mengulurkan tangan pada Zaza


" Maaf kita tidak bisa berkenalan dengar orang asing sembarangan. Apalagi Anda orang Indonesia. " jawab Zizi dalam bahasa Inggris.


" Ayo Zaza kita pergi. " ucap Zizi menarik tangan adik nya menjauhi Pria itu.


Sepanjang jalan Zaza di tarik oleh Zizi, Zaza masih jengkel pada Zizi yang melarangnya untuk membawa kabur Davin dari sini, dan menikah dengan Mommy nya


Sedangkan Pria itu terus menatap anak kembar itu, ia begitu penasaran, anak sekecil itu sangat tegas, juga sangat pintar dalam menjawab. Bahkan tak ada rasa takut sedikit pun dari anak kecil gadis itu. Ia seperti mengingat seseorang yang selalu memusuhi nya dulu.


Davina menghampiri Zaza dan Zizi yang akan berjalan menuju hotel.


" Bagaimana perasaan kalian berada di Pantai yang sangat mengagumkan ini ?? " tanya Davina pada mereka dengan senyum semanis mungkin dan selembut mungkin.


" Menyebalkan !!! " ucap keduanya bersamaan, terus melangkah meninggalkan Davina.


Zaza yang selalu saja di marahi Zizi saat melakukan sesuatu, sedangkan Zizi yang jengkel selalu saja di lawan oleh Zaza, membuat keduanya menjawab kompak pertanyaan Davina dengan ketus.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2