After Love

After Love
Bab. 72 Membuka Hati


__ADS_3

Karena diliputi rasa penasaran Zee pun ikut mendekat di sofa tempat Moa duduk sekarang ini.


" Kak Moa........ "


Baru Zee memanggil ingin bertanya, Moa yang semula duduk langsung berdiri.


" Jika kamu ingin bertanya, tanyalah Davina. Dia jauh lebih mengerti hidupku, di banding aku sendiri. " jawab Moa sambil meninggalkan semua orang yang berdiri mematung di ruang tamu. Moa sudah tahu, jika Zee pasti akan penasaran dan akan bertanya tentang anak anak.


Moa masuk ke kamar, ia tak menghiraukan Davina yang menghalangi langkahnya untuk meminta maaf, karena terlihat raut wajah penuh penyesalan dan rasa bersalah dari wajah Davina


Seperti biasa, Zizi yang lebih perasa terhadap perasaan ibunya pun membela Mommy nya.


" Mimi, aku tidak rela satu orang pun menyakiti Mommy, walaupun itu kamu Mimi. " ucap Zizi yang ikut meninggalkan mereka, ia memilih kembali ke kamarnya.


" Mimi.... Apa Brother dan Mommy membenciku, karena aku berbohong? " tanya Zaza yang wajah nya sudah merah menahan air mata.


" Tidak sayang. Semua orang menyayangi mu, mereka tidak membencimu. Hanya mereka sedih, kenapa Zaza berbohong. Ingat sayang, bohong itu dosa. " terang Davina yang merasa bersalah. Karena Davina merasa, dialah sumber kesedihan ini terjadi yang sebenarnya.


" Zaza Juga ingin Mommy bahagia. Tapi Zaza juga ingin seperti teman teman, yang bisa membanggakan kedua orang tuanya. Sedang kan aku hanya punya Mommy. Aku juga ingin punya Daddy, yang jika aku di ganggu, akan ada Daddy yang membelaku, apa itu salah Mimi?. " terang Zaza yang sudah berlinang air mata, karena tak kuasa ia tahan jika mengingat teman teman nya yang selalu bercerita tentang kasih sayang seorang Daddy. Pipi cabi putihnya, sudah berubah merah seperti tomat, karena sekarang air matanya mengalir deras


Davina ikut bersedih. Dia tidak tega melihat Zaza yang selalu mendambakan seorang Ayah. Davina segera merengkuh tubuh kecil Zaza ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


" Kenapa Daddy sangat jahat pada Mommy, dan kenapa Daddy tega meninggalkan Zaza, Mimi.... Zaza juga ingin di sayang oleh seorang Daddy yang tampan. Huhu........hhhuuuuu " kini suara tangis Zaza sampai mendengung.


" Sabar sayang!!! Zaza jangan buat Mommy tambah sedih ya. Zaza kan gadis yang kuat. " kata Davina


" Iya sayang,, akan ada Aunty yang ikut menyayangi kamu. " Zee yang hatinya ikut tersentuh pun datang mendekat menghampiri.


" Mimi ... bilang padanya, aku tidak suka orang baru. " ungkap Zaza ikut masuk ke dalam kamar menyusul sang kakak.


" Kak Davina, si kembar anak Kak Zoe kan? " tanya Zee. Setelah ia melihat Zaza dalam dalam, ia baru sadar, jika mata biru anak itu melekat sama persis dengan Kakak sulungnya.


Davina terkejut, dengan pertanyaan Zee. Ia sendiri kikuk bingung harus mencari alasan apa.


Davina tidak menyangka jika secepat itu Zee menyadari, jika si kembar adalah anak dari kakak nya.


Davina bernafas lega, karena ia tak perlu menjawab sekarang. Ia pun menyuruh Zee agar membuka pintu terlebih dahulu


Sama halnya Moa, ia di dalam kamar yang sedang menangis pun bernafas lega karena Davina tidak menjawab pertanyaan Zee.


Hati Moa hancur mendengar penuturan Zaza. Ia merasa sangat egois tidak memikirkan perasaan kedua anak nya. Sejak tadi Moa mendengar semua penuturan Zaza, sebagai ibu, Moa merasa sangat sedih. Apa yang diinginkan oleh anak nya, ia tidak bisa memberi.


Moa mulai berpikir, mungkin inilah saat nya, ia berdamai dengan keadaan. Moa juga mulai tersentuh dengan keperdulian Davin selama ini. Setelah Moa mengabaikan cinta nya, yang sudah bertahun tahun tidak ia balas. Namun Davin masih sama, tidak ada perubahan terhadapnya sama sekali. Walau jika boleh jujur, Moa merasa sangat tidak pantas untuk lelaki sebaik, dan setampan Davin.

__ADS_1


Semula Moa tidak ingin bertemu dengan Davin, karena ia tidak ingin mengecewakan Davin lebih Dalam. Ia merasa tidak cocok, ia yang sudah tidak suci bahkan sudah mempunyai anak dari orang lain. Terasa sangat tidak adil jika Davin mendapatkan dirinya.


Namun saat Davin nekat menyusulnya, dan masih memberikan perhatian yang tidak berkurang bahkan bisa di bilang lebih. Davin yang menerima baby twins seperti anak sendiri, bahkan terasa sangat dekat terhadap kedua buah hatinya. Yang lebih membuat hati Moa mulai melunak adalah Zaza yang sangat berharap terhadap Davin.


Moa menarik nafasnya, dan mulai menata hati. Mulai saat ini Moa akan menyambut kebaikan Davin. Toh selama lima tahun ini, Zoe juga sama sekali tidak mencari nya. Jika seandainya Zoe mencari, Moa nyakin pasti sudah menemukan nya. Karena dimana pun Moa bersembunyi pasti Zoe akan tahu. Tapi sudah lima tahun ini, Moa sama sekali tidak melihat bayangan Zoe pun di hidupnya. Membuat Moa nyakin, jika Zoe sudah hidup bahagia bersama dengan Vivian sekarang.


Karena belum lama ini, ia sempat melihat Vivian bersama anak kecil. Walau anak itu tidak mirip Zoe, namun Moa nyakin jika itu anak dari mereka. Karena terakhir kali, apa yang ia lihat di hotel. memperlihatkan kedekatan hubungan orang dewasa. Anak yang bersama dengan Vivian saat itu, berumur hampir sama dengan baby twin. Sehingga Moa menyimpulkan dan sangat nyakin jika Zoe tidak mencari keberadaan nya, karena ia sudah berkeluarga baru dengan Vivian.


Lama Moa melamun, akhirnya Moa terkejut karena pintu kamarnya di ketuk dari luar.


Davina masuk ke dalam kamar Moa dan berhambur memeluk sahabat yang sekaligus sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri.


Beribu kata maaf Davina ucapkan, ia bahkan sampai bersimpuh memohon ampunan dari Moa.


" Moa, Kak Davin memaksa ingin bertemu dengan mu. Aku sudah melarang nya, namun ia bersikeras sudah membuat janji dengan mu. " saat Moa sudah menyuruh Davina untuk duduk di sampingnya, dan tidak bersimpuh lagi seperti tadi.


" Jika kamu tidak bersedia, di batalkan saja. Biar aku yang menjelaskan. " terang Davina.


" Moa, sebenarnya aku juga tidak ingin membawa masalah ke kehidupan mu. Tapi aku juga tidak mau hidup dalam penyesalan dan tidak bertanggung jawab. Jika kehadiran kak Davin menganggu hidupmu, aku yang akan membawa dia pulang kembali. Aku harus menyadarkan dirinya, agar tidak berharap lebih dari mu Moa. "


" Semua yang terjadi, jujur juga bukan kehendak ku Moa. Ini semua adalah kesalahan pahaman. "

__ADS_1


Davina pun menceritakan semua yang ia alami pada Moa. Termasuk dirinya kini yang sudah menikah dengan Zack.


" Sudahlah Dav, aku juga akan berdamai dengan keadaan. Aku akan mencoba untuk menjalani hidup dengan mencoba membuka hati untuk kak Davin. " ungkap Moa tanpa ekspresi. Membuat Davina terkejut sekaligus bahagia. Bagaimana pun sebagai seorang sahabat, Davina sangat berharap Moa mau membuka hati, dan menentukan calon pendamping, sekalipun itu bukan dengan kakak nya, Davina akan selalu mendukung.


__ADS_2