After Love

After Love
Bab. 20 Bayar Tagihan


__ADS_3

" Moa tunggu !! "


Davina masih mengejar Moa untuk menjelaskan semuanya. Bagaimanapun mereka dulu pernah dekat. Dan Moa pun juga sering bercerita tentang kehidupanya dulu. Setelah terus di paksa oleh Davina Moa pun bercerita semuanya, mulai dia di jodohkan, sampai dia diperlakukan buruk oleh Zoe, juga Zoe yang sudah punya pacar, bahkan Moa sampai kabur dari apartemen Zoe, dan bagaimana ia bisa bekerja dan tinggal dirumah utama Ackerley semua diceritakan oleh Moa.


" Ya Tuhan Moa, aku pikir kisah hidupmu sudah berubah. Percayalah, aku akan membantumu membuat Zoe memohon ampun dan bertekuk lutut padamu. Jangan panggil Aku Davina jika tidak bisa membantumu. " semangat Davina


" Kau menaklukkan Zack saja tidak bisa. Bagaimana kamu bisa membantuku. Omong kosong saja di banggakan. " kata Moa


" Kamu tidak tau saja, tinggal selangkah lagi Zack akan bertekuk lutut padaku. " kata Davina percaya diri.


Moa segera berjalan cepat karena ternyata waktu sudah menunjukan pukul tujuh kurang lima. Dia sedikit berlari takut Zoe sudah berada di ruangan nya. Dan benar saja Zoe sudah sibuk dengan komputer di mejanya.


" Seharusnya kamu bertanya pada Mike, tugas apa saja dan peraturan apa saja selama masih mau menjadi Asisten pribadi ku. " kata Zoe tanpa menolehkan wajahnya pada Moa.


" Apa kamu sudah mempersiapkan semua dokumen tentang pameran di Bali. Ingat kamu juga harus menyiapkan segala sesuatuku di sana. Kamu bisa tanya Mike, apa saja yang perlu kamu persiapkan untuk ku. " kata Zoe lagi.


" Baik pak. " jawab Moa


Moa langsung duduk dan mempersiapkan semua pekerjaan yang perlu ia tangani, lalu menyalakan komputernya.


Setelah berbalas pesan dengan Mike, Moa menerima email dari Mike tentang pekerjaan apa saja yang harus ia jalankan selama menjadi Asisten pribadi Zoe.


Moa menahan panasnya dada membaca setiap peraturan yang di buat Zoe untuk Asisten pribadi nya.


" Pantas saja banyak pekerjaan Mike yang terbengkalai, bahkan semua pakaian pun dia yang menyiapkan. Ini sih bukan hanya termasuk asisten pribadi, tapi lebih mirip lagi babu. " batin Moa.

__ADS_1


Moa pun berpikir bagaimana ia akan ke apartemen Zoe, sedangkan pulangnya saja selalu lebih dari pukul enam.


Akhirnya Moa memutuskan untuk tidak istirahat karena ia harus ngebut menyelesaikan input data, agar ia bisa pergi ke apartemen Zoe mempersiapkan pakaian yang akan di bawa saat Pameran di Bali nanti.


Zoe memperhatikan jam di pergelangan tangan sudah menunjukan pukul setengah satu, sebentar lagi waktu istirahat akan segera habis. Namun ia tidak melihat gerak gerik Moa yang akan beranjak untuk istirahat. Ia selalu menatap Moa yang sedang serius di layar komputer nya. Sesekali Moa hanya meminum air mineral saja.


Zoe yang tidak tega pun akhirnya mengajak Moa untuk keluar dengan alasan ada pertemuan mendadak. Yang mau tak mau Moa harus menurut karena jika tidak ia bisa di pecat. Dan Moa sangat takut jika pada akhirnya ia kehilangan pekerjaaan, menjadi gelandangan lagi.


Tiba di restoran Moa di sodorkan menu, namun ia hanya memesan capuccino saja, tanpa memesan makan. Akhirnya Zoe memesan makanan dalam porsi yang banyak.


" Tuan, apa tidak di bilang tidak sopan jika kita makan terlebih dahulu, sebelum klien datang? " tanya Moa mengingatkan


" Kalau kamu mau menunggu silahkan !! Aku lapar sekarang, kenapa aku harus menunggunya. " sangkal Zoe.


Terlihat Zoe sangat lahap memakan menu hidangan yang ia pesan, tenggorakan Moa terasa sangat kering menyaksikan Zoe makan dengan lahap, sampai Moa menelan ludah pun susah. Air liur Moa pun juga hampir menetes menyaksikan makanan sebanyak itu di meja. Namun ia takut untuk makan karena ia tidak memesan nya, dan juga Zoe tidak kunjung menawarinya makanan.


Karena rasa lapar yang sangat menyiksa akhirnya dengan lahapnya Moa memakan hidangan di meja itu, bahkan ia mengabaikan jika makanan nya belepotan di sudut bibirnya.


Dalam hati Zoe geli melihat aksi makan Moa yang sangat rakus dan tidak punya malu itu.


" Apa kamu seminggu tidak makan, sampai makanan satu meja kamu habiskan sendiri. "


Uhukkkkk......


Moa pun tersedak makanan mendengar ucapan Zoe.

__ADS_1


" Bukan kah mubazir jika kita membuang makanan. Lagi pula Kenapa Tuan memesan banyak makanan jika tidak di habiskan. " jawab Moa masih sibuk memasukan makanan ke dalam mulutnya.


" Sebenarnya aku sekalian memesan untuk klien kita. Tapi kamu yang memakanan nya. Jadi jika klient itu datang, kamu yang akan membayarnya, sebagai ganti karena kamu sudah memakan menu makanan nya. " jawab Zoe seperti serius padahal hatinya ingin sekali tertawa melihat Moa yang terkejut lagi lagi tersedak bahkan memuncratkan sedikit makanan di mulutnya.


" Gawat,, uang dari mana?? bahkan uang ku pun tinggal dua ratus ribu. Jika aku untuk bayar makanan mewah ini mana cukup? " bayin Moa, mendadak ia merasa sangat kenyang, bahkan ia sangat sulit menelan makanan yang ia kunyah saat ini.


Zoe pun memanggil pelayan salah satu restoran agar mendekat padanya.


" Boleh aku meminta bill nya sekarang? " pinta Zoe


Tak berapa lama seorang pelayan pun membawa bill tagihan untuk makanan dan minuman yang ia pesan.


Zoe pun menyodorkan bill itu pada Moa, disana tertera jumlah yang harus ia bayar adalah satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. Seketika itu juga mata Moa membulat bahkan hampir keluar. Ia sangat menyesal ikut memakan makanan di meja itu.


" Bagaimana?? Kamu akan membayar cash atau debit?? " tanya Zoe pada Moa dengan serius


" Cash atau Debit?? Cash tak punya Debit apalagi, jangan kan kartu kredit, kartu atm pun aku tak ada. " batin Moa yang sudah hampir menangis karena malu.Bagaimana pun ini adalah tempat umum, apa iya dia harus di permalukan di depan para pengunjung di sana.


Lama Moa terdiam tanpa menjawab, akhirnya Zoe mengeluarkan dompet dan memperlihatkan kartu hitamnya. Setelah terjadi transaksi Zoe mendekatkan wajahnya pada wajah Moa.


" Ingat Moa, semua ini tidak gratis. Kamu harus membayarnya " kata Zoe tepat di wajah Moa.


Sungguh hati Moa panas, dia menyesal kenapa harus ikut dengan Zoe. Harusnya dia menyelesaikan inputan data agar dirinya cepat pulang. Tapi harus tertunda karena menemani Zoe, yang pada akhirnya hanya membawa dampak buruk bagi hidupnya.


Sampai di dalam ruangan kantor kembali Zoe menutup pintunya, ia melihat Moa sudah duduk di kursi kerjanya. Zoe berjalan mendekati Moa.

__ADS_1


" Katakan, bagaimana kamu akan membayar tagihan itu?? " tanya Zoe sudah duduk di meja kerja Moa


__ADS_2