After Love

After Love
Bab. 27 BALI


__ADS_3

" Moaaa !!! "


Suara Zoe yang mengelegar mengagetkan Moa yang sedang merapikan barang barang yang akan di bawa ke bali hari ini.


" Apa hidup Anda tercipta hanya untuk mengejutkan hidupku saja Tuan Zoe !! " ucap Moa yang jengkel selalu saja kehadiran Zoe mengagetkan hidupnya.


" Aku hanya memastikan jika dirimu tidak kabur, dan lari dari pekerjaan. " jawab Zoe dingin


" Apa aku ada hak untuk kabur, setelah Anda membeli saya dari keluargaku. " jawab Moa


" Bukankah Anda yang bilang jika aku tak ada pilihan selain bertahan. Mungkin menerima takdir dan berdamai dengan keadaan adalah pilihan yang tepat. " tambah Moa.


" Bagus jika kamu sadar diri. " jawab Zoe


Zoe kembali ke kamarnya dengan senyum puas mendengar penuturan Moa, yang akan berdamai dengan keadaan dan juga bertahan di sampingnya.


Moa melihat jam di dinding menunjukan pukul lima lima belas menit. Tapi Zoe belum juga keluar di kamarnya.


Moa duduk di kursi sofa dengan melamun. Ia memang sudah berencana akan berdamai dengan keadaan dengan menerima setiap perlakuan Zoe dengan ikhlas. Menangis pun dirasa sudah percuma, tidak akan mengubah statusnya menjadi gadis lagi. Jadi lebih baik ia mulai menata hati dan mengikuti setiap kemauan Zoe.


Moa mencium Bau harum di seluruh ruangan ternyata Zoe mulai keluar dari kamar nya. Terlihat sangat rapi dengan setelan jas berwarna biru muda. Menambah ketampanan wajahnya yang terlihat sangat bersih karena baru selesai mandi.


Zoe terus mendekati Moa, Moa yang tadi nya duduk kini beranjak bangun karena waktu sudah menunjukan pukul setengah enam kurang lima menit, sudah waktunya untuk berangkat. Karena di perlukan waktu tiga puluh menit untuk sampai bandara. Dan jadwal penerbangan mereka adalah pukul enam tepat.


Namun Zoe tidak melangkah ke pintu keluar, namun ia justru mendekati Moa yang akan mengambil koper mereka. Zoe menarik tubuh Moa dan mencium bibir Moa semaunya sendiri.


Tadinya Moa akan menolak, namun satu detik kemudian Moa membalas ciuman Zoe, sehingga membuat Zoe menjadi bertambah semangat terus mencium Moa.


Namun saat tangan Zoe mulai tak terkondisikan, membuat Moa menjadi takut. Bukan takut Zoe akan menggaulinya, namun takut ia akan tertinggal pesawat jika terus di lanjutkan permainan mereka.

__ADS_1


Moa mendorong sekuat tenaga tubuh Zoe agar melepaskan dirinya.


" Cukup Tuan. Kita bisa tertinggal pesawat. " ucap Moa merapikan rambutnya yang masih terurai.


" Masih ada lima belas menit. " ucap Zoe santai


" Tidak mungkin Anda cukup lima belas menit jika menyentuhku. Lebih baik kita lanjutkan setelah sampai di Bali. " ucap Moa asal. Moa hanya berpikir bagaimana ia tidak tertinggal pesawatnya.


Tanpa menjawab iya atau tidak, Zoe merapikan jas nya dan mulai berjalan keluar seperti tidak terjadi apa apa.


Sedangkan Moa dengan dada yang panas melihat kembali si kepala batu berjalan di depan nya.


Moa yang kesusahan membawa dua koper pun terlihat dibantu security yang berjaga disana.


" Dasar tak punya hati. Jika bukan karena takut kamu mengancamku akan mempersulit hidupku, aku sudah pergi dari dulu. " batin Moa melihat Zoe yang tidak ada niatan sama sekali membantu dirinya.


Di sepanjang perjalanan tidak ada percakapan satu pun dari keduanya. Bahkan bisa di bilang hubungan mereka sebatas hubungan antara atasan dan bawahan saja. Tidak terlihat jika pernah terjalin hubungan intim dari keduanya, jika melihat hubungan keseharian mereka yang sangat dingin tanpa ada percakapan.


Akhirnya mereka sampai di Bali, dan langsung di sambut oleh tim penyelengara dengan mobil Pribadi mereka.


Moa memesan dua kamar, untuk dirinya sendiri juga untuk Zoe.


Moa mulai membukakan pintu dan menaruhkan semua perkengkapan Zoe ditempatnya. Setelah semua selesai, Moa berencana keluar akan masuk ke kamarnya sendiri. Sedangkan Zoe semenjak berada di pintu utama hotel sudah di sambut olah Zack entah apa yang mereka bahas.


Moa menarik kopernya keluar namun baru dapat dua langkah keluar, pinggangnya di raih seseorang dan juga kopernya. Moa kembali di tarik masuk ke dalam kamar Zoe.


Dapat di dengar jantung Moa yang berdetak kencang karena pastinya terkejut juga takut.


Moa menatap wajah seseorang yang membawanya masuk.

__ADS_1


Zoe..... Ya siapa lagi jika bukan dia. Zoe meminta Moa untuk menepati janjinya setelah sampai di Bali untuk melanjutkan sesuatu yang tertunda tadi


" Apa Anda tidak bisa, jika kehadiran Anda itu tidak mengejutkan aku Tuan. Aku hampir mati jantungan karena perilaku Anda. " kata Moa mendorong Zoe agar melepaskan kungkungan nya.


" Tidak Bisa !!! " jawab Zoe singkat. Pandangan nya sudah di bibir Moa.


Moa sudah mulai mengerti jika Zoe pasti sedang meminta janji nya uang ia ucapkan asal.


Tanpa berbicara lagi Zoe langsung mencium bibir Moa dengan rakusnya membuat Moa kewalahan dalam bernafas.


" Apa Anda ingin yang kita lakukan ini di ekspos media Tuan. " kata Moa sambil matanya melihat pintu kamar yang masih terbuka.


Zoe pun melepaskan kungkungan nya, menutup pintu menguncinya. Lalu dengan tidak sabarnya ia membuka pakaian nya sendiri. Moa yang melihatnya pun menjadi malu dan membuang wajahnya melihat apa yang di lihat di hadapan nya.


Zoe kembali mengungkung Moa dan menciumi seluruh tubuh Moa. Karena Zoe sudah melepas dress yang di kenakan Moa dengan mudahnya.


Zoe begitu terobsesi melihat untuk pertama kalinya Moa memakai dress yang di belikan Zack kemarin. Terlihat sangat menggoda hatinya. ia tak kuasa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Moa.


" Tuan, hari sudah siang. Sebaiknya kita makan dulu. " ucap Moa yang sudah tidak kuasa mengimbangi permainan Zoe karena perutnya sangat kelaparan.


" Aku sudah kenyang memakanmu. " ucap Zoe lembut. Berbeda sekali dengan intonasi saat berbicara sehari hari.


" Tapi aku sangat kelaparan. Apa Anda mau merawatku jika aku jatuh pingsan. " kata Moa berusaha membujuk Zoe. Ia benar benar kewalahan melayani Zoe yang ternyata benar benar gila dalam urusan ranjang.


Tak pernah terpikirkan oleh Moa, jika orang sedingin Zoe, ternyata sangat hangat sangat di ranjang. Setiap sentuhan yang di layangkan Zoe sangat lembut, membuat Moa terbuai. Namun Zoe yang seperti menggilai tubuh Moa membuatnya tidak berhenti dan menyudahi hubungan ini jika sudah terjadi. Itulah yang membuat Moa kewalahan. Apalagi di umur Moa yang baru belasan tahun juga hal ini masih terlalu tabu untuknya, karena baru tiga kali ini ia melakukan hubungan ini. Itu pun juga bersama dengan Zoe ini.


Setelah melakukan pelepasan entah ke berapa kalinya, Zoe tumbang diatas tubuh Moa yang kecil, Moa mendorongnya karena Zoe yang terlalu besar menindihnya sehingga membuat Moa kesulitan dalam bernafas.


Moa segera membersihkan diri dan berencana akan keluar masuk ke dalam kamarnya sendiri. Meninggalkan Zoe yang terlelap karena kecapekan.

__ADS_1


" Dasar laki laki batu. Lembutnya hanya di ranjang saja. Tidak memikirkan bagaimana memperlakukan pasangan yang kelaparan, justru malah tidur dengan lelapnya. Ku doakan semoga mimpi di kejar hantu beranak baru tahu rasa. " gerutu Moa meninggalkan kamar Zoe.


__ADS_2