After Love

After Love
Bab. 65 Dahulu aku mencintaimu


__ADS_3

Davina memastikan jika Zack sudah mandi, ia jalan berjinjit jinjit mendekati pintu kamar mandi, dan mendekatkan telinga nya di pintu kamar mandi. Davina mendengar suara seperti orang yang sudah mandi, ia segera berlari mengambil tas, dompet, dan ponselnya. Ia membuka pintu, dan bersiap akan berlari.


Namun siapa sangka, Zack sudah mempersiapkan segalanya, ia bahkan sudah menyiapkan dua anak buah yang berjaga di depan pintu kamar hotel.


" Oh My God !!! " pekik Davina karena terkejut.


Saat Davina membalik badan sudah ada dua orang laki laki bertubuh kekar menghadang jalan nya.


" Siapa kalian?? Minggir dari hadapan ku !!! " sentak Davina pada mereka


" Maaf Nona kami hanya disuruh menjalankan tugas oleh Tuan Zack. Anda tidak di perkenankan untuk keluar. " jawab salah satu anak buah Zack


" Sial !! Zack sudah dapat menebak pikiran ku, ku akui dia lebih cerdik dariku. " batin Davina seraya berpikir bagaimana cara mengelabuhi dua anak buah Zack ini.


" Begini " ucap Davina ragu ragu


" Kemarilah, aku akan membisiki mu. " ucap Davina nekat


" Zack memintaku membelikan penguat stamina. Dia bilang harus aku yang membelikan, karena lelaki pasti akan malu saat menyebutkan nya. " bisik Davina pada salah satu anak buah yang tadi berbicara pada nya


" Saya yang akan membelikan Nona. Kembalilah ke dalam. " jawab Laki laki itu tanpa ekspresi.


" Tidak Perlu. Zack sudah menyuruhku, jadi aku tidak perlu merepotmu. Lagi pula kamu pasti malu, kamu kan masih single. " jawab Davina sedikit gugup


" Saya tidak malu Nona, kami sudah sering membelinya. " jawab Pria itu masih tanpa ekspresi, entah agar Davina tidak malu, atau memang yang di ucapkan memang benar.


Davina menatap Pria itu tajam. Seakan timbul pertanyaan, mungkinkah Zack menyuruh mereka, untuk Zack bersenang senang bersama wanita wanitanya.


Emosi Davina kembali naik mendengar penjelasan anak buah Zack. Ia kembali teringat saat Zack keluar dari kamar hotel, dengan si wanita yang penuh tanda kiss mark dilehernya. Davina kembali jijik dengan Zack.


" Silahkan masuk Nona !! " pinta anak buah Zack lagi, dan mendekati Davina


" Jangan sentuh aku !! " sentak Davina, kemudian ia berdecak dan masuk dengan terpaksa kembali.


Davina menutup pintu, bertepatan dengan Zack keluar dari kamar mandi. Davina melihat dada bidang Zack, untuk pertama kalinya Davina melihat pemandangan itu. Zack juga menatap Davina dan melihat Davina yang membawa tas jinjing, juga ponsel di tangan kirinya, menandakan jika Davina memang akan kabur.

__ADS_1


" Bersihkan dirimu !! Apa kamu tidak risi seharian bercampur dengan orang banyak. " ucap Zack


" Tidak !!! " ketus Davina


Davina masuk dan duduk di sofa, karena ruang kamar hotel yang Davina lumayan besar. Karena semula, ia memilih kamar ini karena ada si kembar.


Zack mendekati Davina, yang hanya melilitkan handuk di bawah pusar, seakan memang sedang menggoda Davina. Karena sekarang ini Davina sedang menatap tubuh indah putih bersih milik Zack. Apalagi handuk yang di sabukan oleh Zack terlalu rendah, bahkan sampai garis selakangnya terlihat membuat Davina meremang, gugup dan jantung berpacu kencang.


" Mau apa kamu? " sentak Davina yang mencoba menguasai diri, karena sekarang antara otak dan hati Davina sedang tidak sinkron.


" Jika kamu tidak mau mandi, aku yang akan memandikanmu. " jawab Zack sudah bersiap mengangkat tubuh Davina.


" Berhenti !!! Lepaskan aku. " ucap Davina mencoba turun dari gendongan Zack


" Jika kamu terus memberontak, aku nyakin handuk yang aku pakai akan jatuh. Jika kamu tidak ingin melihat sekarang, jangan bergerak dan berhenti berteriak " ucap Zack


Davina pun akhirnya diam menurut, dengan apa yang Zack ucapkan.


Lama Zack menunggu Davina yang berada di kamar mandi, bahkan hampir satu jam Davina berada di dalam. Karena khawatir terjadi sesuatu Zack masuk begitu saja, karena tadi Davina di gendong oleh Zack masuk, sehingga ia bahkan lupa tidak mengunci pintu.


Davina meraih pakaian yang ia pakai tadi untuk menutupi bagian tubuhnya depan.


" Kenapa kamu masuk. Keluar !!! " teriak Davina


" Kamu hampir dua jam di kamar mandi, memang apa yang kamu bersihkan ?? " tanya Zack


" Bukan urusanmu. Cepat keluarlah. " ketus Davina


Saat Zack berbalik badan, akan keluar Davina memanggil nya.


" Tunggu !! "


Zack kembali berbalik badan dan menatap Davina dengan senyuman.


" Bisakah kamu bawakan handuk untuk ku kemari. Kamu menyuruh ku mandi, tapi tidak membawakan handuk untuk ku. " jawab Davina kikuk

__ADS_1


Zack tersenyum penuh arti, dan melihat lekuk tubuh Davina yang tidak tertutupi secara sempurna. Putih, tanpa noda setitik pun.


" Sekarang atau nanti berpakaian pun percuma, pada akhirnya aku juga akan melihatnya. " jawab Zack mendekati Davina


" Hentikan omong kosongmu. Dan cepat keluar !! " ucap Davina


Bukan nya keluar, Zack justru mendekati Davina dan memepetkan tubuhnya, sampai Davina terhenti di tembok kamar mandi.


" Zack..... Jangan mempermainkan aku !!! " ucap Davina panik


" Mempermainkan ?? Sejak kapan aku mempermainkan mu, jika hanya main main tidak mungkin aku menyanggupi permintaan kakakmu untuk menikahi mu. " jawab Zack


" Lupakan ucapan kakak ku. Jika memang aku keberatan, kita bisa bercerai secepatnya. " jawab Davina kecewa, ia pikir Zack hanya menikahinya sebatas rasa tak enak hati pada kakak nya.


" Bercerai ??? Kenapa harus bercerai terburu terburu, Kita bahkan belum menjalankan hak dan kewajiban kita sebagai suami istri. " jawab Zack dengan tersenyum


Kata kata lembut inilah yang selau membuat Davina selalu luruh jika Zack melakukan salah. Davina menjadi kikuk saat Zack terus memandang wajahnya secara dekat, bahkan hembusan nafas Zack bisa ia rasakan begitu hangat.


Davina mendorong Zack agar menjauh dari hadapan nya, ia berlari keluar kamar mandi dengan hanya menutup bagian depan tubuhnya, sehingga Zack bisa melihat bagian belakang tubuh Davina yang benar benar naked tanpa sehelai benang pun, saat berlari menjauh dari nya.


Zack mengikuti keluar kamar mandi, Davina segera menarik selimut sebagai handuk untuk melilit tubuhnya, agar terbungkus tertutupi dengan baik. Karena sejak tadi Zack sama sekali tidak berganti pakaian, justru masih saja mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya.


" Apa kamu tidak kedinginan, sejak tadi tidak menggunakan pakaian ? " ungkap Davina yang merasa risi karena melihat suaminya masih hanya menggunakan handuk saja, bahkan karena berjalan kesana kemari membuat lilitan nya merosot ke bawah.


" Bukankah ada kamu yang akan menghangatkan aku. " senyum Zack penuh arti pada Davina, membuat Davina meremang


" Pakai bajumu. Aku tidak ingin kamu sakit, aku tidak mau di salah oleh keluargamu karena kamu sakit. " ungkap Davina beralasan.


" Ternyata kamu masih saja perhatian padaku Davina, hanya saja kenapa kamu berubah menjadi galak, padahal dulu kamu selalu memberikan seribu senyuman mu untuk ku. " ucap Zack


" Dahulu aku mencintaimu, tapi sekarang...... "


Ting..... Tung......


Bersambung.......

__ADS_1


Tunggu satu episode lagi ya.... Otw nyusul....


__ADS_2