
Tanpa terasa satu tahun setengah sudah Moa memijakan kaki nya di kota Malang. Angin apa yang membawa sampai kemari, Moa pun juga tidak tahu jawabanya.
Setelah pengusiran Zoe malam itu, membuat Moa merasa sakit hati. Ia yang telah diambil kesucian nya, melayani tiap malam nya Zoe, dan saat yang paling menyakitkan adalah, ketika di lempari uang begitu saja oleh Zoe. Membuat Moa mantap meninggalkan lelaki brengsek itu.
Padahal waktu itu, Moa sempat berharap jika Zoe sudah mau membalas cintanya, tapi nyatanya bukan pengakuan dari Zoe, ia justru mendapat hinaan lagi dan lagi.
Moa yang sudah benar benar ingin jauh dari kehidupan Zoe saat itu, ingin pergi menjauh dari kota hingar bingar Jakarta agar tidak bertemu lagi dengan Zoe di kemudian hari.
Dengan segenap keberanian ia kembali ke kediaman rumah utama Zoe, hanya untuk mengambil barang pribadi miliknya seperti pakaian, surat surat pendidikan.
Malam itu, Moa yang tidak tahu harus kemana, memutuskan pergi ke terminal. Dan saat itu, hanya tinggal satu bus yang mengantarkan ke antar kota. Jurusan Malang. Tanpa berpikir ia akan kemana, Moa membeli tiket itu begitu saja. Sesampai di Malang pun ia juga masih di buat bingung, kemana arah yang harus di tuju.
Dengan bermodalkan uang dari gajian pertama nya, akhirnya Moa menemukan sebuah tempat kost. Tanpa tawar menawar Moa membayar sewa itu begitu saja. Ternyata tempat yang di tuju Moa, membawanya dalam keberuntungan, selain kebutuhan hidup yang terjangkau, sewa rumah pun juga terjangkau.
Satu minggu Moa di tempat kost, Moa hanya sibuk membuat lamaran pekerjaan, yang tak kunjung di terima. Tujuan nya hanya satu, untuk memenuhi beban hidupnya.
Di tempat kost Moa terbilang sangat rajin membuat makanan, karena hobinya yang suka makan, ia sering membuat kuliner. Jika harus berjajan, ia takut uang nya akan habis sebelum mendapat pekerjaan.
__ADS_1
Siapa sangka hobby nya yang suka memasak, membuat keberuntungan untuk Moa, karena ibu Kost di sana bekerja di sebuah restoran, kebetulan ia memerlukan lawan sift untuk menggantikan jika ia sudah pulang. Karena memang Restoran itu buka dari pagi sampai malam, dan Resto yang menyiapkan makanan cepat saji itu sangat ramai pengunjung.
Ibu Kost itu, menawarkan jika Moa mau bekerja sungguh sungguh, ia bisa mendaftar kan Moa pada Manager di sana. Tanpa berpikir berapa gajinya Moa menerima tawaran itu, karena ia memang sangat butuh uang saat ini. Toh ia nanti akan bekerja di dapur, itu tandanya akan meminim pertemuan dengan Zoe suatu saat.
Setelah di pastikan sudah di terima, Moa mendapat jadwal masuk pagi, dan Ibu kost itu masuk siang. waktu terus berjalan, seiring waktu Moa bisa menabung, karena memang Resto yang ia tempati kerja itu sangat Elit. Gani yang di dapatkan pun terbilang cukup besar. Moa sering ikut Catering Pernikahan atau acara acara pertemuan lain nya di hotel Jakarta, namun Moa selalu menggunakan penutup kepala juga masker, sehingga ia tidak di kenali oleh orang orang yang Moa kenali. Sempat Moa bertemu dengan Ansel, namun ia tidak mau menyapa. Ia sudah memutuskan akan hidup sendiri tanpa keluarganya juga tanpa keluarga Ackerley. Ia lebih relaks hidup sederhana.
Menginjak delapan bulan di Malang, itu berarti Moa sudah enam bulan bekerja sebagai chef. Namun keahlian memasak bukan tujuan hidupnya. Ia lebih suka menjadi Fashion Desainer. Moa memutuskan bekerja, dengan menjalani kuliah. Ia akan mengambil jurusan Fashion Desainer.
Setelah berbicara dengan Ibu kost, Moa mendapatkan tukar sift. Setiap pagi ia kuliah, dan sore pukul tiga akan berangkat bekerja sampai pukul sepuluh malam, begitu seterusnya. Sampai ia kini baru menyadari, jika sudah satu setengah tahun dirinya berada di Malang.
Ibu kost yang ramah, teman teman yang baik, Moa seperti hidup dalam satu keluarga. Ia bersikap layaknya anak muda yang tiap malam minggu akan berjalan jalan di sekitar taman, walau hanya untuk makan jagung bersama teman.
Kedua temanya itu, yang selalu menemani hari hari Moa. Karena memang ia satu tempat kost dengan Wina. Sedangkan Sakti adalah anak dari ibu Kost tersebut.
Selain bekerja di restoran, Moa menyibukan diri dengan merancang busana busana. Ketrampilan Moa tidak bisa di ragukan lagi, ternyata jahitannya yang rapi, membuat teman juga orang tua temannya, banyak yang minat untuk di rancangkan baju untuk dirinya. Sehingga sebelum lulus kuliah Moa justru sudah bisa menerima jahitan.
Rencana nya kedepan nya Moa akan membuat butik, setelah lulus kuliah, uang hasilnya bekerja akan ia sisihkan untuk Modal untuk mempersiapkan keperluan Butiknya kelak. Lagi pula hasil dari jahitan yang di pesan oleh warga sekitar sudah cukup lumayan juga. Bahkan namanya sudah mulai menjadi perbincangan para ibu ibu pejabat.
__ADS_1
Malam ini Moa merasa sangat lelah. Ia menatap semua kamar kost terlihat sepi, entah karena malam minggu banyak yang jalan, atau memang lembur bekerja Moa juga tidak tahu. Ia memutuskan langsung masuk kamar.
Tanpa mandi, Moa hanya sempat menggosok gigi dan cuci muka. Lalu ia langsung telentang di ranjang tanpa menunggu lama, Moa sudah seperti di alam mimpi.
Satu tahun setengah ia sudah benar benar bisa melupakan Zoe, namun siapa sangka ia bisa terbayang jika Moa merasakan Zoe datang ke kamarnya dan mengunci kamar itu. Moa merasakan sangat nyata jika Zoe sedang mencium keningnya, turun di hidungnya, kemudian lama Zoe menempelkan bibirnya di bibir Moa. Sangat terasa hembusan nafas Zoe di wajah Moa, bahkan aroma parfum khas nya pun bisa ia hirup dalam dalam.
Moa merasakan sedang berfantasi, jika Zoe sudah mulai menggerayangi tubuhnya, Menyibak pakaian nya ke atas dan mulai memainkan kedua aset berharga miliknya. Moa benar benar merasakan sentuhan itu seperti nyata, saat Zoe menyesap ujung dadanya. Sensasi yang sudah lama Moa tak rasakan. Sentuhan demi sentuhan Moa rasakan begitu indah, Bahkan Moa bisa merasakan indahnya penyatuan dengan Zoe, malam ini dengan sangat lembut. Dan lebih bodohnya Moa seperti di perlakukan seperti bayi oleh Zoe, dengan di bersihkan tubuhnya dari sisa percintaan nya, juga di pakai kan pakaian seperti seorang balita.
Byar........
Moa membuka matanya. Ia menoleh seseorang di samping tidurnya. " Kosong "
Moa meneliti pakaian nya, masih sama. Moa memijat kepalanya.
" Bisa bisa nya aku bermimpi sedang berfantasi dengan Zoe. Bodoh. " batin Moa dengan mengusap wajahnya kasar, membayangkan sentuhan Zoe yang serasa ia rasakan semalam.
Bersambung........
__ADS_1
Minta dukungan Like, Gift, Vote kalian ya setelah baca.....♥️♥️♥️