
Hay reader ku jangan lupa masukan ke daftar love, agar dapat notif terbaru setiap kelanjutan cerita ku ya... 😘😘😘
Zoe terseyum mendengar penuturan Moa. Sebenarnya Zoe tidak bisa tidur, hanya karena terlalu lelah ia membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Jadi setiap pergerakan yang di lakukan atau di ucapkan Moa, Sebenarnya Zoe mengetahuinya dan mendengar.
Zoe beranjak bangun saat pintu tertutup oleh Moa. Ia lalu mengunci dari dalam.
Entah perasaan apa yang Zoe rasakan saat ini. Yang jelas hari ini dia sangat bahagia. Mengingat setiap bayangan yang ia lakukan pada Moa, membuatnya menumbuhkan getaran getaran tersendiri. Bahkan setiap apa yang diucapkan Moa membuat hati Zoe bisa sedikit tertawa.
Zoe membersihkan diri dan mulai bercermin. Ia memakai pakaian lalu mengganti dengan yang lain. Zoe bagaikan anak remaja yang sedang jatuh cinta. Ia memakai lalu menanggalkan lagi, begitu seterusnya.
Zoe merasa terlihat tua di pantulan cermin. Ia merasa tidak percaya diri dengan penampilannya saat ini. Ia takut Tidak pantas bersanding dengan Moa yang terlihat masih belia.
Akhirnya Zoe menemukan setelan pakaian santai dengan celana jeans hitam dan kemeja biru saja. Ia malas untuk memakai jas, karena terkesan sangat formal dan membuat wajahnya terlihat tua.
Zoe membuka pintu akan mencari keberadaan Moa. Diam diam ia membuka pintu kamar Moa. Karena sebelum masuk tadi, ia sempat meminta ke petugas untuk memberikan kunci duplikatnya kepada Zoe.
Di lihat sekeliling ruangan tidak di temukan keberadaan Moa. Bahkan Zoe sudah mencari ke kamar mandi sekalipun, tidak di temukan. Zoe pun memutuskan untuk mencari di Resto bawah, karena sebelum keluar Moa bergumam sangat kelaparan.
*
*
Moa memesan makanan untuk di makan disana. Ia berencana setelah makan akan keluar menikmati pemandangan pantai yang tidak jauh dari tempatnya sekarang ini. Toh Acara pembukaan nya akan di langsungkan nanti malam. Lagi pula semua file file sudah ia persiapkan dengan baik.
Moa mencari tempat duduk kosong. Namun sesaat kemudian ia tertegun melihat seseorang yang duduk tidak jauh dari harapan nya. Dan ketika seseorang itu akan berpaling memandang kearahnya, seketika Moa berbalik badan, dan kembali ke meja pemesanan.
" Pesanan yang tadi take a away saja ya mbak. " ujar Moa
Moa ingin segera pergi dari tempat itu. Namun perutnya tidak bisa diajak kompromi, belum lagi jika Zoe nanti menyiksa nya lagi. Ia bisa mati berdiri jika tidak makan.
Setelah menunggu beberapa saat, Moa menerima makanan yang ia pesan dan segera kabur karena sudah membayarnya.
Moa menunggu pintu lift dengan perasaan was was. Setelah pintu terbuka ia segera masuk namun naas ia di tarik kembali oleh seseorang, siapa lagi jika bukan Zoe yang selalu saja melakukan yang ia suka.
" Tuan aku mau makan di kamar. Disini terlalu panas karena ramai. " ujar Moa mencoba melepaskan genggaman tangan Zoe yang begitu kuat.
__ADS_1
Terlihat wajah Moa yang begitu berkeringat karena ia sedang gugup dan juga tergesa gesa sedikit berlari menjauh dari resto tadi.
Akhirnya Zoe melepaskan tangan Moa, ia melihat Moa sudah menenteng makanan. Membuat Zoe ikut masuk kembali ke dalam lift.
Moa melepas nafas kasar.
" Selamat dari harimau ketemu serigala. Sial banget nasib mu Moa. hik...hik... " batin Moa
Moa segera melaju ke kamarnya, dan ia heran kenapa Zoe mengikutinya.
" Tuan. Kamar Anda di sebelah sana. " kata Moa hati hati
" Aku mau kesini. Memang kamu mau apa?? Terserah aku mau kamar mana pun sama saja. " jawab Zoe santai
Akhirnya Moa mengalah, lagi pula ia semakin takut jika bertemu lagi dengan orang itu.
Moa duduk membuka makanan nya mengabaikan Zoe yang sedang ikut duduk bersama dirinya.
" Suapi aku !! " kata Zoe yang melihat Moa makan dengan begitu lahap.
" Kenapa Anda tidak memesan sendiri. Lagi pula ini hanya satu burger. Jika di bagi tidak akan kenyang, lagi pula aku sudah menggigitnya. " jawab Moa kembali menggigit burger miliknya
" Apa kamu lupa siapa yang mempersiapkan makanan untuk ku?? Apa kamu lupa jabatan mu sebagai Asisten Pribadi?? " jawab Zoe
" Pesankan untuk ku. " perintah Zoe
" Baiklah, se ---- "
" Sekarang. Dan harus kamu yang mengambilnya. !!! " gertak Zoe
Terpaksa Moa melepaskan burger dan menuju pintu untuk memesan makanan. Sebenarnya Moa ingin memesan lewat ponsel saja. Namun ia juga belum sempat membeli ponsel. Setelah ponselnya rusak di injak Zoe, ia belum sempat mencari yang baru.
Baru Moa membuka pintu kamar, kebetulan pintu lift terbuka lebar. Terlihat wajah tampan seseorang yang sangat ia rindukan namun tidak ingin ia temui.
Dengan segera Moa menutup pintu kembali dan berdiri di balik pintu. Semakin terkejut lagi ketika Moa tau Zoe sedang memperhatikan nya.
__ADS_1
Dengan senyum terpaksa Moa menghampiri Zoe.
" Lebih baik Tuan aku suapi. " kata Mao.
" Apa kamu akan kenyang berbagi makanan dengan ku? " Zoe membalik perkataan Moa
Moa tersenyum kecut. Namun mencoba berbohong memberikan senyum lebar yang palsu.
" Tidak. Aku sangat bahagia bisa berbagi makanan dengan Anda. " jawab Moa tersenyum semanis mungkin
" Huek... Sebenarnya aku juga males banget berbagi makanan dengan Anda Tuan. Tapi kali ini terpaksa. " batin Moa
Zoe menelisik wajah Moa seperti ada yang di sembunyikan. Namun Zoe membuka mulutnya saat Moa menyuapkan makanan.
Burger satu dengan minuman dan sedotan yang sama Moa berbagi dengan Zoe. Dan anehnya Zoe sama sekali tidak jijik berbagi dengan Moa. Padahal ia belum pernah sebelumnya berbagi makanan atau minuman dengan wanita lain. Jangankan satu sedotan, satu gelas yang sama pun Zoe merasa enggan dan jijik, sekalipun wanita itu adalah Jenifer.
Selesai makan, Moa merapikan sampah dan akan membuangnya.
" Moa, malam ini kamu harus berdandan. Jangan memperlihatkan wajah polos seperti itu di depan klient. " tiba tiba saja Zoe perduli dengan penampilan Moa yang jarang sekali bermake up.
Malam ini, Zoe sudah mengambil keputusan akan memberi kejutan untuk Moa.
Moa menatap heran dengan Zoe. Aneh sekali pikirnya.
" Baik Tuan. " jawab Moa singkat. Ia melihat pemandangan luar dari balkon kamarnya. Sangat indah pikirnya. Namun ada satu pikiran Moa yang membuatnya sangat resah. kenapa bisa ia bertemu dengan orang itu di sini, satu lantai lagi. Dan bagaimana bisa ia menghindari orang itu. Moa berpikir keras, sampai ia melupakan di sana ada Zoe yang memperhatikan nya. Terlihat raut kecemasan di wajah Moa. Seperti tidak nyaman berada di Bali.
" Apa ada yang kamu sembunyikan Moa?? " tanya Zoe menelisik mencari jawaban di wajah Moa.
Moa terkejut, dengan pertanyaan Zoe. Karena ia sampai melupakan keberadaan Zoe saat ini.
Kira kira siapa hayo seseorang yang di hindari Moa ???
Jangan lupa like dan setangkai Mawar agar jawabanya cepat terungkap ya.
Salam manis. ShaNyu ....😘😘😘
__ADS_1