
Zoe menyipitkan mata mendengar pertanyaan Moa.
" Pertanyaan mu menyiratkan seorang kekasih yang cemburu pada pasangan nya. Jangan bilang kamu jatuh cinta padaku Moa??. " kata Zoe
Moa terkejut dengan penuturan Zoe, karena ia sendiri juga tidak bisa mengartikan perasaan nya saat ini. Dada Moa terasa panas saat melihat kedekatan Zoe dengan Jenifer. Bahkan ada perasaan ingin menyakiti Jenifer karena telah merampas Zoe darinya. Walau pada kenyataan nya dirinya lah yang hadir belakangan.
Moa menunduk kan wajahnya.
" Bagaimana jika benar aku cemburu?? Dan bagaimana jika aku juga mulai jatuh cinta padamu. " kata Moa masih dengan menunduk
Zoe tersenyum mendengar penuturan Moa. Api kemarahan yang membara di dada, padam sudah hanya dengan sebuah pengakuan Moa, yang belum ia pastikan kebenaran nya.
Zoe meraih dagu Moa agar menengadah dan menatap wajahnya.
" Apa kamu tidak malu, menelan ludahmu sendiri. Bukan kah kamu tidak tertarik dengn lelaki tua seperti aku?? " kata Zoe mengejek, walau sesungguhnya di dalam hati ia bersorak kegirangan.
" Bukan kah ini semua Anda sendiri yang memulai. Anda tidak akan tertarik menyentuhku, walau aku telanjang di depan Anda sekalipun. Tapi kenyataannya ?? Anda bahkan menggauliku tiga kali dalam sehari." ucap Moa tak mau kalah
" Sudah seperti obat saja, tiga kali sehari. " gumam Moa lagi
Zoe tersenyum mendengar penuturan Moa. Amarah yang ia rasakan melebur hilang sudah dalam ingatan nya. Hanya rasa bahagia yang kini ia rasakan saat ini.
" Bukan kah kamu juga menginginkan nya?? Aku lihat kamu mulai jatuh cinta pada ku, karena aku sering menggauli mu?? " ucap Zoe memojokan Moa
" Mana ada ??? " sentak Moa menutupi kegugupan nya
" Kamu berani membentak ku sekarang?? " tanya Zoe menyipitkan mata
" Itu.... ah.... eh.... " Moa jadi salah tingkah, karena ia merasa malu juga takut karena membentak.
" Itu Apa Moa ??? " tanya Zoe menggoda
" Itu... Aku akan membuatkan makan malam. Aku lapar. " kata Moa beranjak meninggalkan Zoe
" Tengah malam, memang mau masak apa?? Aku akan kenyang jika memakan mu sekarang. " kata Zoe yang mulai mencium leher Moa dan meninggalkan jejak di sana
Moa hanya bisa menggigit bibirnya, agar tidak terbuai dengan sentuhan Zoe, bagaimana pun ia sudah di sakiti, ia harus menunjukan jika dia tidak mudah untuk di tundukan.
__ADS_1
Moa mulai mendorong tubuh Zoe agar menjauh darinya.
" Ingat Moa.... Kehancuran Keluarga Sanjaya ada di tangan mu. Tunjukan itikad baikmu untuk mereka. Atau kamu ingin mereka semua tahu jika kamu lah penyebab kehancuran mereka. " ancam Zoe
Moa hanya bisa pasrah sekarang mendengar penuturan Zoe, apa pun yang Zoe lakukan tidak ada penolakan dari Moa, sehingga mempermudah Zoe melancarkan aksinya.
Malam indah bagi Zoe, ia lalui begitu saja. Dan bodohnya Moa begitu menikmati permainan Zoe. Ia tidak persuli lagi rasa sakit yang Zoe torehkan. Moa juga melupakan jika Jenifer penghalangnya. Keduanya tertidur saat menjelang pagi, hingga pukul sembilan pagi belum ada satu pun dari mereka yang menunjukan pergerakan untuk bangun.
Hingga udara panas, menyapa tubuh Moa.
Perutnya tidak bisa di tolerir, minta di isi membuat tidur nyenyak Moa terganggu.
Moa membuka matanya perlahan, di tatap wajah tampan di hadapan nya. Hidung mancung, rahang kokoh, seperti tidak ada cela jika menilai wajah tampan Zoe.
Moa tak habis pikir dengan jalan pikiran Zoe. Dengan mudahnya ia menyiksa dirinya, namun dengan mudah pula ia melakukan penyatuan terhadap nya.
" Apa memang seorang laki laki, bisa melakukan hal intim pada wanita siapa saja?? " batin Moa
Moa masih belum mengerti tentang perasaan Zoe padanya, karena semalam Zoe tidak memberitahukan jawaban saat Moa mengakui rasa tertariknya pada Zoe.
Moa terkejut saat Zoe akan membuka matanya, ia segera menutup matanya kembali, dan berpura pura seolah dirinya sedang tertidur belum bangun.
Zoe terus menatap Moa tanpa ada pergerakan, sampai Moa membuka matanya sedikit demi sedikit. Betapa terkejutnya Moa, karena tepat diatasnya Zoe sedang memperhatikan nya. Kini kedua mata mereka beradu, membuat pipi Moa merona.
" Kenapa dengan wajahmu?? " tanya Zoe
Moa meraba wajahnya, dan mengucek kedua matanya. Ia akan sangat malu jika tertangkap Zoe, wajah bangun tidurnya yang berantakan.
Moa mulai bangun dengan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Ia ingin beranjak, namun malu karena tubuhnya masih polos. Rasa kantuk yang menyerang berlebihan, membuatnya enggan untuk membersihkan diri setelah terjadi pergulatan panas, bahkan Moa tidak memakai kembali pakaian nya.
Dan sekarang ia bingung mencari bathrope yang ia gunakan semalam.
Zoe yang tahu jika Moa mencari pakaian nya, justru menarik selimut yang di pegang Moa untuk menutupi dadanya, sehingga membuat selimut itu jatuh. Terlihatlah dua bukit Moa yang langsung membuat hasrat Zoe naik.
Moa yang malu segera menarik kembali selimut itu, namun lagi lagi Zoe menarik nya, sampai terjadilah tarik menarik diantara keduanya.
" Apa yang kamu tutupi?? Aku bahkan sudah menyentuhnya. " kata Zoe semakin mendekatkan tubuhnya pada Moa
__ADS_1
Wajah Moa memanas, ia sangat malu dengan ucapan Zoe.
" Jangan malu seperti itu... Jika kamu memang mencintaiku, tunjukan cara mencintai yang benar. " imbuh Zoe
" Memang mencintai yang benar itu, yang seperti apa?? " kata Moa kembali menarik selimut itu lagi.
" Kamu harus membuat aku bertahan hanya dengan mu, tanpa ada wanita lain selain dirimu. " kata Zoe menggapai tubuh Moa hingga terjatuh telengkup di dada Zoe.
" Aku bisa membuat para wanita tidak menghampiri Anda. Tapi dengan syarat. " kata Moa
" Syarat apa?? " tanya Zoe mulai mengungkung Moa kembali
" Anda harus memberiku kesempatan untuk memperlihatkan. " kata Moa
" Tergantung. " jawab Zoe
Moa menahan dada Zoe agar menjauh dari tubuhnya.
" Tergantung usaha apa yang kamu gunakan. Jika kamu gunakan pria lain untuk memperlihatkan, mana mungkin aku tinggal diam. " kata Zoe dengan mencium pipi kanan Moa.
" Tunggu !! "
Moa mendorong tubuh Zoe lagi.
" Apa Tuan Zoe juga mencintaiku?? Jangan bilang Anda juga cemburu melihat ku dicium ---- " Moa menutup mulutnya karena keceplosan mengungkit kembali kejadian yang membuat Zoe murka padanya.
" Moa...... " Jangan menguji kesabaran ku. "
Terlihat Zoe sudah kembali memerah wajahnya.
" Tidak Tuan. Kejadian itu terakhir kali. Tapi jika anda janji, juga tidak akan berciuman dengan Jenifer lagi. " jawab Moa
Zoe menatap penuh arti pada Moa.
" Berarti jika bukan Jenifer aku boleh ya. " goda Zoe
" Boleh. Tapi aku juga boleh berciuman selain dengan kak Davin ya. " kata Moa menirukan gaya bicara Zoe
__ADS_1
" Berani kamu lakukan itu, habis hidupmu " ucap Zoe sudah mulai kembali olah raga panas di pagi hari.
Terima kasih untuk semua yang masih stay di karya recehanku ini. 🥰🥰🥰🥰