After Love

After Love
Bab 69 Rumah Utama


__ADS_3

Seribu Wanita.....


Yang pernah Singgah...


Hanya datang dan Pergi...


Dan Tak ada hati...


Kau pun datang...


Ada yang berbeda ...


Mengapa Begini?? Apa yang terjadi??


Tak pernah sebelum nya..


Tak pernah ku duga


Ku akui ku Main hati...


Ku tak bisa tuk memungkiri


Ku Main hati.


Bersamamu.. Kurasakan..yang tak pernah kurasakan, sebelumnya..


Main Hati. Andra and the BackBone


" Zack Berhenti !!! " ucap Davina yang menyadari, ternyata Zack sudah siap menerkam dirinya.


" Membuat istri bahagia itu pahala sayang..... Jangan biarkan aku mencari kebahagiaan dengan wanita lain. " ucap Zack yang sudah melepas pakaian, dan berserakan di lantai.


Davina yang tidak biasa mendapati pemandangan seperti itu membuang muka. Ada rasa jengkel dari ucapan Zack yang akan mencari wanita lain untuk memenuhi kebahagiaan nya.

__ADS_1


" Pergilah Cari seribu wanita, agar kamu puas !! " ketus Davina


" Seribu wanita hanya singgah. Dan itu dulu!! sebelum kamu hadir. Sekarang kamu bisa membunuhku, jika aku berani menduakan mu. " ucap Zack yang sudah ikut masuk dalam bath up.


Zack tak bisa memenuhi janjinya untuk tidak menyentuh Davina, karena pada akhirnya suara nyaring keduanya di kamar mandi menggema memenuhi isi kamar mandi. Davina yang semula bersikukuh merajuk, bisa terbuai oleh kelembutan dan kehangatan yang Zack ciptakan.


Ritual suami istri itu pun selesai, di karenakan rasa lapar yang mendera keduanya. Cukup sekali Zack menyiksa Davina, dan itu tidak akan ia ulangi sampai kapan pun.


Zack membantu Davina mengeringkan rambut dengan hairdryer, kemudian menyiapkan makan pagi sekaligus makan siang mereka, karena di dinding sudah menunjukan pukul dua siang.


Selesai makan, Zack memberitahukan pada Davina agar berkemas, karena malam ini, keluarga Ackerley ingin bertemu dengan Davina. Ada sedikit rasa malu yang Davina rasakan. Karena dulu pernah memohon pada Tuan Ackerley agar menyatukan mereka, walau pada akhirnya ia menyerah. Sekarang Davina harus bertemu kembali, rasanya sangat memalukan. Jika di ingat ingat sebegitu beraninya dan tak tahu malunya ia dulu.


Davina mulai merapikan barang, Davina menyentuh ponsel. Barulah ia sadar, selama ini ia tidak membuka ponsel. Ia yang semula ingin menjelaskan pada Moa, terlambat sudah karena terbuai akan indah nya malam pertama.


" Oh My God !! Kutukan apa yang akan aku dapat. Dasar Davina tak berguna !! " gumam Davina memaki dirinya sendiri, mendapati ponselnya yang sudah mati.


Davina pun segera mencharge baterai ponselnya, berharap belum terlambat jika menjelaskan pada Moa.


" Oh Tuhan Maha Baik !! Ampuni hambamu ini. " ucap Davina sambil menutup mulutnya, melihat banyak nya panggilan dari Moa .


Davina membuka satu pesan dari Moa.


" Aku Membencimu !!! "


Davina membaca pesan dari Moa, ada perasaan bersalah menyelimuti pikiran Davina. Dapat di pastikan jika Moa saat ini pasti sudah bertemu dengan Davin dan kedua anak nya.


" Maafkan aku Moa. Aku tahu, hati mu seluas samudra. " ungkap Davina.


Davina berencana akan segera kembali terbang ke Paris untuk menjelaskan kesalah pahaman ini. Bagaimana pun Davina merasa bersalah, telah menelantarkan si kembar, juga mempertemukan Davin dengan Moa.


Davina mencoba menghubungi Moa, namun tidak diangkat, begitu pun dengan Davin, nomornya malah tidak aktif. Terlihat raut cemas di wajah Davina yang sibuk bermain ponsel. Zack yang memperhatikan pun mendekati. Ada perasaan cemburu, saat Davina merasa cemas, dan orang yang di cemaskan itu bukan dirinya.


Zack merebut ponsel itu dari tangan Davina, dan melihat isi ponsel Davina.

__ADS_1


" Kembalikan !!! " Davina serius menatap Zack, ia takut Zack mengetahui status kedua anak Moa, adalah anak dari Zoe. Karena jika Zack melihat, pasti ia bisa mengetahui jika kedua anak itu, anak dari Zoe, di lihat dari raut wajah, dan angkuhnya.


Keduanya berebut ponsel itu, Zack membaca isi pesan dari Moa, beruntung Davina tidak memberi nama di ponselnya, dengan nama Moa. Namun ia menamakan Neilson, sehingga pikiran Zack sudah mulai kalut.


" Siapa Neilson Davina?? " aura kemarahan mulai menjalar di wajah tampan Zack


" Siapa pun dia, bukan urusan mu. " Davina mencoba merebut ponsel itu.


" Sejak ayahmu melimpah kan tanggung jawab nya padaku, sejak itu pula kamu sah menjadi milik ku Davina. Kamu sudah menjadi tanggung jawab ku, kamu sudah menjadi bagian dari hidup ku. Dan aku wajib mengingat kan setiap kesalahan yang kamu perbuat, karen aku adalah imam kami sekarang. Akulah orang yang harus kamu patuhi, jika ada kebohongan, jangan tanyakan berapa dosa yang akan kamu dapat Davina. " ucap Zack serius menatap Davina


Davina terdiam melihat Zack, karena apa yang diucapkan oleh Zack adalah benar. Tapi jika ia jujur dengan Zack sekarang, itu tandanya ia sudah berhianat pada Moa.


" Itu temanku. " ketus Davina kemudian ia duduk sambil melanjutkan beres beresnya.


" Mulai saat ini, ponsel ini aku sita. Aku akan memberikan ponsel baru untuk mu. " ucap Zack


" Tidak bisa !! Jika kamu mengganti ponselku dengan yang baru, kamu juga harus mengganti dengan yang baru. " pinta Davina. Ia nyakin jika Zack pasti menolak, karena itu berhubungan dengan pekerjaan.


" Deal !!! " ucap Zack sambil membuang ponsel Davina juga ponsel miliknya dari jendela kamar hotelnya.


" Zack ... Kamu gilla !!! Kenapa ponselnya kamu buang juga !! " protes Davina, karena dalam ponsel itu terdapat foto foto kebersamaan dengan si kembar dari masih bayi.


" Aku lebih gila lagi, jika mendapati kamu dan kenangan mu. Aku adalah masa depanmu, cukup aku dan kamu. " ungkap Zack tegas


Davina memijat pelipis kepalanya, ia tak menyangka jika Zack seposesif ini. Davina bahkan menyesal sudah pernah tergila gila pada Zack.


Setelah selesai beberes, Zack pun memboyong Davina ke rumah utama. Yang sebelumnya sudah membawa Davina ke pusat perbelanjaan ponsel terbesar dan terkomplit. Davina di beri kebebasan untuk memilih model dan seri apa yang ia ingin beli. Bahkan Zack pun mengikuti senada dengan ponsel yang di pilih Davina


Kini keduanya langsung ke bandara untuk melakukan perjalanan ke Jakarta. Sesuai kesepakatan di awal, mereka akan mengunjungi rumah utama, sebelum melakukan bulan madu.


Sampai di halaman rumah utama, Davina sudah merasakan panas dingin di wajahnya. Zack menggandeng tangan sang istri tanpa malu dan risi. Seolah ingin menunjukan pada pihak keluarga jika dirinya tengah berbahagia.


Di dalam Davina di sambut hangat oleh Zee, adik dari Zack. Mereka seolah sudah kenal bertahun tahun, karena sekarang mereka terlibat perbincangan hangat. Rasa sesak, panas, dingin yang Davina rasakan tadi berlahan memudar. Karena baik Ayah Zack maupun Adik Zack, mendekatkan diri pada Davina. Hanya Zoe yang belum Davina lihat, dan muncul pertanyaan dalam hati Davina. Apa Zack tidak ingin menemui dirinya. Karena memang Davina tidak mengetahui jika Zack sudah berpindah domisili.

__ADS_1


__ADS_2