After Love

After Love
Bab. 37 Kartu Kredit


__ADS_3

Setelah hampir satu setengah jam perjalanan, akhirnya kedua nya sampai di sebuah swalayan besar.


Moa mengikuti langkah Zoe, tanpa ada niatan mengambil sesuatu.


" Carilah kebutuhan mu. Aku ada perlu dengan Mike. " ujar Zoe meninggalkan Moa begitu saja


Moa menatap punggung Zoe sampai menghilang. Moa memilih duduk di sebuah kursi tunggu tanpa niatan mengambil barang barang. Setelah hampir satu jam Moa melamun, akhirnya ia di kejutkan oleh Zoe.


" Dimana barang barang mu? " tanya Zoe membuyarkan lamunan Moa


" Aku tidak punya uang. Dan aku juga tidak mau berhutang lagi pada Anda. " jawab Moa


Setelah Moa sadari, ia sama sekali tidak membawa uang saat Zoe membawa pergi dirinya begitu saja.


" Ambil kartu ini. Belilah semua yang kamu suka. " ucap Zoe


Mata Moa berbinar melihat kartu kredit beserta yang di berikan Zoe.


" Tidak Tuan. Aku rasa aku tidak perlu. " Moa masih takut itu akan jadi tagihan hutang di masa depan


Zoe menatap kartu kreditnya, lalu menatap Moa.


" Apa kamu nyakin, kamu tidak membutuhkan kartu kredit. Baiklah, terserah padamu. Tapi untuk satu minggu ke depan bersiaplah makan sayur di kulkas. " ucap Zoe berbalik badan akan masuk ke dalam Toko.


" Tentu saja aku tidak nyakin. " ucap Moa memburu Zoe dan mengambil kartu kredit yang masih di tangan Zoe.


Namun Zoe mengangkat tangan nya ke atas sehingga Moa tidak bisa menjangkau kartu itu.


" Karena kamu tadi menolak. Sekarang sudah beda cerita. Jika kamu ingin memakai kartu kredit ini, sekarang ada syarat nya. " ucap Zoe sudah dengan senyum penuh arti. Zoe bangga karena Moa masuk dalam perangkapnya.


" Tuh kan benar, sudah ku duga. Pasti tidak ikhlas. " gumam Moa dengan memonyongkan bibirnya


" Bagaimana Nona Moa?? " ucap Zoe dengan sedikit merunduk mensejajarkan wajah mereka.


" Sarat apa Tuan? " ucap Moa dengan sedikit ketus seperti tidak ikhlas

__ADS_1


" Kenapa kamu seolah tidak terima dengan pengajuan syaratku. Jika kamu tidak mauuuu, Aku juga tidak memaksa. " jawab Zoe berdiri tegak, lalu melanjutkan jalan


Moa menatap penuh jengkel pada orang di hadapan nya.


" Jika bukan karena keluarga Sanjaya, aku sudah kabur sekarang juga. " Moa ngedumel


Moa membayangkan hari hari di rumah hutan itu, dengan hanya memakan sayur, buah, dan yogurt. Bahkan beras pun tak ada, mana tahan ia jika hanya makan sayur dengan roti tawar. Karena sudah kebiasaan Moa makan tiga kali sehari dengan nasi. Semalam saja perutnya tidak di isi dengan nasi, ia sudah kelimpungan seperti puasa sehari penuh. Roti tawar hanya mampu mengganjal perutnya beberapa jam saja.


Akhirnya Moa berlari dan berhenti tepat di hadapan Zoe dan menghadap ke arahnya.


" Baiklah Tuan, syarat apa yang akan Anda berikan. Hamba akan menjalankan dengan setulus hati. " ucap Moa dengan senyum setulus mungkin di hadapan Zoe, walau hatinya bergemuruh ingin memaki bos sialan ini.


Zoe menatap Moa penuh arti.


" Aku ingin di depan sini, kamu mencium pipi ku. " jawab Zoe


" HAH ????? " Moa sedikit berteriak dan melihat sekeliling tempat itu, ramai sekali. Bahkan karena tadi ia sedikit berteiak banyak yang memandang ke arahnya sekarang ini.


" Kenapa dia sudah seperti jatuh cinta padaku saja. Yang benar saja mencium di tempat umum. Apa mentang mentang dia bule, jadi sesuka hati saja berciuman di tempat umum. " batin Moa berdialog pada dirinya sendiri.


" Hanya mencium seperti ini saja kamu keberatan?? " kata Zoe enteng


Merah pipi Moa mendapat perlakuan seperti itu.


" Cepat, sebelum aku berubah berganti syarat lain yang lebih berat. " sambung Zoe


Akhirnya Moa mau mencium pipi kanan Zoe lalu meraih kartu itu dari tangan Zoe.


Moa segera berjalan cepat mendahului Zoe


" Lihat saja, sebagai balasan nya aku tak segan lagi menghabiskan uang ini. " gumam Moa pada dirinya sendiri dengan menggenggam erat kartu kredit tersebut.


Moa menarik troli besar, dan mendorong nya. Ia mengambil semua makanan ringan, susu coklat, Es krim, daging mentah, beras, sampai dirinya merasa kesulitan karena dua troli penuh sudah terparkir dekat kasir, sedangkan dirinya masih mendorong lagi satu troli penuh lagi dengan barang yang sama banyaknya sampai menggunung.


Dengan hati yang bahagia Moa menatap barang barang keperluan nya.

__ADS_1


Zoe yang baru saja membahas masalah kerja dengan Mike di buat terkejut, lalu mengerutkan keningnya.


" Kamu membeli barang untuk satu bulan atau satu minggu? " tanya Zoe setelah dekat.


" Ini sebenarnya masih kurang Tuan. Ini hanya keperluan untuk tiga hari saja. Tapi karena aku wanita hemat, jadi biarlah aku irit irit " ucap Moa bersombong diri


Zoe semakin mengerutkan keningnya.


" Apa kamu hanya membeli keperluan perutmu? Kenapa kamu tidak sekalian beli baju untuk bepergian? " tanya Zoe meneliti semua hanya keperluan makanan saja.


" Benarkah saya boleh belanja pakaian Tuan. Anda baik sekali. Baiklah aku tidak akan sungkan lagi untuk berbelanja. " ucap Moa


Moa segera keluar, ia sudah bertekad akan membuat Zoe membayar dengan uang setiap perlakuan menyakitkan pada dirinya.


Moa segera masuk bangunan di depan nya, Sebuah Department Store besar dengan segala keperluan barang barang branded segala merk bahkan kosmetik.



" Moa masuk kesebuah tempat tas, di sana ia di kuntit oleh seorang pegawainya, dengan pengawasan yang sangat jeli seolah menuduh Moa seorang maling. karena terlihat penampilan Moa dengan mengenakan jaket jumper yang kebesaran juga celana kebesaran, seperti seorang yang habis mencuri dari store lain, karena pada dasarnya pakaian yang di gunakan milik Zoe. Dan semua pakaian Zoe adalah barang barang yang sangat berkelas.


Moa mencari Zoe kenapa tidak segera menyusulnya. Ia bahkan melupakan jika sebenarnya kartu kreditnya masih ia pegang, tidak di berikan pada Zoe tadi saking semangat nya untuk menghabiskan uang Zoe.


" Maaf Nona, Apa ada yang Anda perlukan ? " tanya salah satu pegawai setelah banyak dari pegawai lain yang berbisik bisik pada teman nya membicarakan kedatangan nya.


Moa yang terkejut sampai menjatuhkan kartu kredit yang ia pegang. Barulah ia bisa tertawa senang dan mengambil kartunya di lantai.


" Kenapa aku harus takut mencari Tuan Zoe, bahkan kartunya masih aku pegang. " batin Moa girang.


Moa bangga dapat mengerjai dobel Tuan Zoe nya.


Sebagai penebus rasa malunya, karena sedari tadi hanya melihat, menyentuh ke sana kemari dengan menunggu kehadiran Zoe. Moa berencana membuat malu orang orang yang sudah merendahkan harga dirinya walau tidak secara langsung.


" Tentu saja saya membutuhkan bantuan mu. " ucap Moa pada pegawai itu.


Moa senang pada pegawai itu karena dia tidak ikut membicarakan nya, tapi justru menanyakan keinginan Moa. Bahkan berkat pegawai itu, Moa bisa mengingat kartu yang ia pegang.

__ADS_1


__ADS_2