After Love

After Love
Bab. 95 Menikah


__ADS_3

Satu minggu setelah pertemuan mereka, hari ini mereka menyambut kedatangan Zoe beserta Moa dan si kembar di rumah Utama keluarga Ackerley.


Nampak Zaza yang sudah kegirangan melihat halaman rumah Daddy nya yang ternyata sangat luas, dengan bangunan yang besar dan megah bak istana. Begitu juga Zizi yang sejak tadi sibuk meneliti sekeliling rumah, ia sudah dapat menyimpulkan jika Kakek nya adalah orang terkata di dunia.


Karena mendengar suara kegaduhan di luar ruangan, Zee juga ayah nya keluar. Walau Tuan Ackerley sudah mempersiapkan diri untuk tidak menangis, pada kenyataan nya ia tetap mengeluarkan air mata saat menatap kedua cucu pertama yang sudah tumbuh besar.


Tuan Ackerley memeluk Zaza dan Zizi bergantian, ia tak henti henti nya mencium pucuk kepala kembar bergantian.


" Akhirnya, aku juga bisa punya satu Kakek. " ucap Zaza girang.


" Sebenarnya kalian juga punya satu Kakek lagi juga satu Nenek. " ucap Zoe menatap Zizi juga Zaza


"Benarkah ??? " tanya Zaza


" Iya...... " jawab Zoe nyakin dengan menatap Moa. Sedangkan Moa yang tahu arah pembicaraan Zoe hanya bisa diam. Ia tertegun, membayangkan semua kisah hidupnya dulu bersama keluarga besar nya. Ia yang selalu bertengkar dengan Audrey adik tiri nya, juga Ibu tiri nya yang selalu memihak anak nya. Moa seolah menutup tali persaudaraan diantara mereka, sejak ia di jodohkan dengan Zoe dengan alasan untuk menyelematkan perusahaan Ayah nya.


" Lalu Apa Daddy juga akan membawa kami ke sana?? " tanya Zaza yang langsung mendapat perhatian Zizi yang ingin mengetahui jawaban Daddy nya.


" Semua tergantung Mommy " jawab Zoe menatap Moa


" Apa mereka orang tua Mommy, Dad ?? " tanya Zizi


Zoe tidak menjawab, tapi melihat Moa, seolah mempersilahkan Moa untuk menjawab pertanyaan anak anak


Karena Tuan Ackerley merasa Moa tidak ingin menjawab, lantas ia mengalihkan pembicaraan.


" Cucu Kakek.... Ayo masuk... Kakek udah siapkan banyak mainan untuk kalian berdua. " ucap Tuan Ackerley merangkul dua cucu nya kiri dan kanan.

__ADS_1


" Mainan.... Ayo Kek !!! " ucap Zaza girang


Si kembar merasa sangat di agungkan di rumah Kakek nya, tidak hanya kamar yang luas, semua mainan dari berbagai bentuk dan ukuran sudah tersiapkan rapi di kamar mereka.


Bahkan di sini yang lebih membahagiakan, banyak sekali pelayanan yang menemani nya main. Karena Para Orang Tua yang sibuk mempersiapkan acara pesta, kembar di temani oleh para Asisten rumah tangga.


Tuan Ackerley sengaja menyuruh para art untuk lebih mengutamakan kenyamanan si kembar dari pada kerja rumah.


Tiga hari sudah mereka di rumah utama. Bahkan mereka sudah bertemu dengan Davin, juga mengetahui jika Zee akan menikah dengan Davin, membuat hati mereka berbunga bunga dan bahagia.


Pagi ini si kembar bersiap, sesuai kesepakatan semalam, mereka akan mengunjungi rumah Kakek dan Nenek mereka bersama Zoe dan Moa. Karena semalam Zoe membicarakan dari hati ke hati dengan Moa.


Zoe meminta Moa untuk tidak membenci Ayahnya, karena bagaimana pun dia juga orang tua Moa. Lagi pula mereka lah yang sudah mempertemukan mereka, sampai Moa mempunyai dua anak yang sangat menyayangi nya.


*************


Tiba di halaman rumah Moa, ia menatap taman juga halaman depan yang masih sama persis tidak ada perubahan tata letak atau warna cat nya. Entah Ayah Moa sengaja, atau memang sangat menyukai warna itu, sehingga tidak ada perubahan sedikit pun.


Tubuh nya membatu saat melihat seseorang yang sangat ia rindukan. Di letakan gunting tanaman itu di kursi dekat tanaman itu. Ia segera berjalan cepat mendekati tempat dimana Zoe, Moa dan anak anak nya berdiri.


Moa melihat wajah Ayahnya yang sudah terlihat banyak kerutan di wajah nya. Sangat berbeda dengan wajah nya terakhir kali bertemu.


" Moa..... "


Branden segera memeluk anak perempuan nya, tak di hiraukan apakah Moa masih marah atau tidak, yang jelas Branden sangat merindukan Anak nya, maka ia langsung memeluk.


Lama Moa tak membalas pelukan hangat Ayah nya, namun perlahan ia mengangkat tangan nya dan membalas pelukan Ayah nya, Moa pun tak bisa membendung air mata nya, rasa benci, kecewa, marah pada Ayah nya, hilang terbang dengan di peluk nya Moa oleh Branden.

__ADS_1


" Papa..... "


Panggil Moa pelan, keduanya larut dalam suasana rasa saling bersalah. Setelah saling bertukar kabar, Branden yang mengetahui anak nya Moa kini sudah dua, segera memeluk dan mengangkat memeluk sebagai rasa kasih sayang.


Kebahagian Si kembar kini berlipat, karena di sini ia mendapat sambutan yang sangat baik. Bahkan disini Zizi punya satu teman Anak dari Ansel kakak tiri Moa, yang baru mempunyai satu anak lelaki berusia enam tahun, hampir sama dengan Zizi.


Marinez pun juga terlihat sangat berubah, Ia berkali kali mengucapkan kata maaf untuk Moa, atas sikap buruk nya selama ini. Ia juga menceritakan jika Audrey memilih tinggal bersama suaminya dari pada dengan mereka. Bahkan semenjak menikah Audrey sudah tidak pernah berkunjung ke rumah nya.


Tuan Branden tidak mengijinkan Moa untuk pulang, ia menyuruh anak nya bermalam di sini. Karena Branden belum hilang rasa kerinduan dengan kedua cucu nya juga Moa. Karena sudah malam, Moa mengajak anak anak nya untuk tidur di kamar nya dulu. Masih sama, tidak ada yang berubah dengan saat Moa meninggalkannya rumah ini. Begitu banyak bayangan di masa lalu sedih Moa yang bermunculan di sini. Namun sekarang setidak nya ia sudah bahagia.


Dua hari mereka menginap di rumah Moa, Tuan Ackerley yang tidak bisa berpisah dengan Zizi dan Zaza menelpon menginginkan untuk segera pulang, toh besok adalah acara pernikahan mereka. Dengan berat hati Moa dan anak anak pun pamit undur diri. Ia berjanji akan sering mengunjungi mereka jika ada kesempatan. Di antar oleh Ansel, Istri Ansel, Tuan Branden dan Marinez Moa pulang bersama Zoe dan anak anak.


##################


Hari yang di nantikan pun tiba, Moa terlihat anggun dengan balutan dress putih dengan Zoe memmakai Jas hitam yang terlihat sangat Tampan. Tak ketinggalan Zizi dan Zaza yang memakai pakaian senada dengan irang tua mereka berdiri di samoing orang tuanya.


Sedangkan Zee memakai gaun pengantin berwarna silver membuat Zee terlihat sangat cantik, acara di gelar dengan megah, Kedua pasangan itu memasuki tempat akan di langsungkan acara ijab qabul. Terlihat raut cemas di wajah Davin, namun ia berusaha untuk menutupi.


Terdengar tepuk tangan yang meriah saat kedua pasangan itu sudah selesai melaksanakan ijab dan Qabul.


Terlihat Davin sangat bahagia mencium Zee, ia tidak menyangka di pernikahan ke tiga ini ia berhasil.


Begitu acara berakhir, ini adalah sesi terakhir untuk berfoto keluarga semua sudah berkumpul dari keluarga Ackerley, keluarga Davin, juga keluarga Moa. Mereka berpose dengan baik. Sang fotografer pun memberi aba aba.


" Siap ya....!!! '"


" Satu.... "'

__ADS_1


" Dua..... "


" Aw.......... Aduh.... Zack..... !!!! "


__ADS_2