After Love

After Love
Bab. 41 Kehilangan


__ADS_3

Zoe keluar dari kamar mandi, dengan cepat Moa kembali menutup matanya.


Terdengar Zoe menyala kan Hairdryer, ia mengeringkan rambut nya sendiri.Lumayan lama Moa merasa tidak ada tanda tanda Zoe naik ke ranjang. Moa penasaran dengan apa yang di kerjakan Zoe. Ia pun pelan pelan membalik badan, karena memang posisi nya sedang membelakangi keberadaan Zoe.


Perlahan ia membuka matanya, Ia melihat Zoe sedang duduk di sofa memangku Laptop. Zoe terlihat sedang serius. Moa pelan pelan lagi membalik tubuh nya, agar tidak terdengar oleh Zoe.


" Moa, kemarilah !!! Aku tahu kamu belum tidur. " ucap Zoe


Moa tidak serta merta beranjak. Ia masih berpura pura tidur, agar tidak ketahuan, ia pura pura tidak mendengar.


" Baiklah, Jika kamu tidak kemari, berarti aku yang ke situ ya. Mungkin kamu memang sudah tidak sabar menunggu sentuhan ku ya, sampai kamu sudah mempersiapkan diri di ranjang. " ucap Zoe


Dengan segera Moa bangkit, ia tidak mau di bilang jika ia sangat menginginkan sentuhan dari Zoe.


Zoe tersenyum melihat Moa yang menghampiri keberadaan nya.


Moa duduk di samping Zoe, Ia duduk dengan menatap lantai.


Berlahan Zoe menaruh kaki panjang nya di paha Moa.


" Tolong pijat kaki ku, Sehari ini aku benar benar sangat lelah. " ucap Zoe dengan pandangan masih sibuk di layar laptop nya.


Moa memijat kaki Zoe dengan sangat pelan, ia merasa memang benar apa yang di ucapkan Jenifer padanya tadi sore. Jika Zoe hanya menganggap nya murahan, nyatanya memang Zoe memilihkan semua baju baju itu saat di mall kemarin.


Dan jika tiba saatnya ia akan di buang begitu saja.


" Tuan, kenapa Anda tidak membawa Jenifer kemari lagi. " ucap Moa memancing pembicaraan


" Memang nya kenapa?? " tanya Zoe seperti tak suka


" Bukan kah Jenifer akan marah jika melihatku masih di sini. " kata Moa

__ADS_1


" Bukan kah dulu kamu yang marah dan memilih pergi? " ucap Zoe membalik kata


" Ya, dan akan menceraikan saya bukan?? Lalu kenapa Anda tidak menceraikan saya sampai saat ini ? " tanya Moa


Zoe mulai memanas mendengar ucapan Moa yang membahas perceraian lagi dan lagi.


Zoe menaruh Laptop di pahanya dan menaruh di meja. Ia menatap Moa dengan dingin.


" Seberapa besar kamu ingin bercerai dengan ku ?? Bukan kah kamu bilang kamu sudah mulai mencintai ku?? " kata Zoe


" Aku waktu itu hanya bertanya Tuan. Bagaimana jika seandainya aku jatuh cinta pada Anda. Bukan mengatakan saya sudah jatuh cinta pada Anda. " jawab Moa


Zoe menurunkan kakinya dari paha Moa.


" Jadi kamu memang merasa tak nyaman berada di samping ku? " Zoe menarik Moa sampai duduk di paha Zoe


" Katakan pada ku Moa, Kamu tak nyaman berada di samping ku?? " tanya Zoe


" Kenapa diam Moa?? Jawab aku, Apa kamu merasa tidak nyaman berada di sisiku? " Zoe mengulang kembali pertanyaan nya


Lama Moa masih diam juga.


" Baiklah, jika kamu memang keberatan dengan hubungan kita. Kamu ingin bercerai dengan ku, Aku akan mengabulkan. Dan aku juga tidak akan menekan mu lagi. Berbahagialah, jika memang jauh dari hidup ku kamu merasa bahagia, maka menjauhlah. " ucap Zoe kembali menurunkan tubuh Moa dari pangkuan nya.


" Masalah keluargamu, aku pastikan keluargaku tidak akan menarik kembali bantuan itu. Dan aku juga tidak akan menekan laki laki pilihan mu itu. Kamu tidak perlu membayar uang pinjaman yang aku tagihkan kemarin. Pergilah aku tidak akan menghalangi mu. " ucap Zoe beranjak pergi


" Aku harap, setelah aku kembali, kamu sudah pergi dan mengemasi barang-barang mu. Jangan meninggalkan satu barang pun di tempatku. "


Zoe pergi keluar dari kamar, dan terdengar ia pun juga keluar dari apartemen.


Moa melamun, harusnya ia bahagia bisa bebas dari rasa terhina sebagai wanita murahan. Ia bisa kembali menggapai cinta Davin yang juga masih mau menerima keadaan nya. Namun disisi lain Moa justru merasa sangat tidak pantas untuk Davin, karena kondisi nya yang sudah tidak suci lagi.

__ADS_1


sampai pagi ternyata Zoe tidak kembali, Moa tidak tahu, kenapa ia menangis saat semua justru seolah di permudah untuk keluar dari jerat kehidupannya.


Terdengar pintu Apartemen di buka, Zoe masuk dengan keadaan tubuh yang berantakan. Bau alkohol yang menyeruak.


" Kenapa kamu masih di sini. Pergilah.... !!! " ucap Zoe


" Tuan----- "


Moa ingin meminta kepastian, jika seandainya Zoe sudah mulai mencintai dirinya, Moa akan bertahan, dan akan memulai rumah tangga yang sebenarnya dan berjanji akan mengubur perasaan nya pada Davin dalam dalam


" Kenapa ?? Kamu butuh kompensasi atas harga dirimu?? " dengan jalan sempoyongan Zoe masuk ke ruang gantinya, siapa sangka Zoe membawa satu koper uang, karena ia sudah membukanya.


" Berapa ??? Katakan berapa yang kamu inginkan? Seratus juta, satu milyar, atau seratus milyar?? " ucap Zoe dengan melempar uang gepokan pada Moa satu persatu sampai koper itu kosong.


Moa menangis menerima perlakuan ini, kini ia sadari jika apa yang di ucapkan Jenifer memang benar, dia hanya wanita yang di hargai dengan uang. Dan akan dibuang saat Zoe sudah bosan.


Tanpa mengambil uang itu,Moa pergi dari hadapan Zoe tanpa membawa satu barang pun.


Zoe ingin meraih tubuh Moa, namun ia menjatuhkan lagi.


Setelah terdengar pintu di tutup kembali, pertanda Moa sudah keluar, Zoe mengacak acak seluruh kamarnya. Ia tidak perduli uang ratusan ribu itu berhamburan di mana mana.


Sampai ia terjatuh di lantai seperti orang bodoh.


" Berani kamu meninggalkan aku Moa. Apa kamu tidak bisa melihat bagaimana aku memperlakukan mu sekarang ini. Kenapa kamu tak bisa merasakan apa yang aku rasakan Moa. Apa menariknya laki laki itu Moa ?? " Zoe bergumam sendiri merenungi nasibnya di tinggalkan Moa.


Tanpa terasa satu minggu sudah Zoe tidak bertemu Moa. Ia hanya mendengar kabar dari Zee jika Moa sempat ke rumah utama mengambil barang barang milik Moa pribadi. Selain itu, Moa juga tidak memberitahukan akan kemana dirinya pergi


Untuk pertama kalinya Zoe merasakan gatinya benar benar sakit. Bahkan ia tidak merasa sesakit ini, saat tahu jika Jenifer bermain hati di belakangnya. Bahkan ia seolah baik baik saja.


Berbeda dengan Moa, walau ia sudah melepaskan, tapi hatinya masih tidak rela jika Moa hilang dari hidupnya

__ADS_1


__ADS_2