After Love

After Love
Bab. 38 Belanja bersama


__ADS_3

Setelah puas memilih, akhirnya Moa menemukan sebuah tas mungil keluaran dari Hermes.


Setelah bertanya pada pegawainya, Moa di buat melongo dengan harga yang di beritahukan.


" Empat setengah milyar?? " gumam Moa menirukan pegawai di hadapan nya.


Sebenarnya Moa juga ingin menghabiskan uang Zoe,, tapi jika harganya sefantastis itu Moa juga mikir. Jika di lihat dari bentuk nya, memang sih sangat simpel tapi terkesan elegan. Tapi bagi Moa sangat tidak nalar saja, Sejak dulu ia terbilang sangat irit dan menyukai produk lokal saja. Begitu tahu harga produk import dirinya seakan syok.


" Jika kamu mau, kamu bisa mengambilnya. Jangan seperti orang susah, aku tidak akan jatuh miskin hanya membelikan mu satu tas saja. seratus tas itu pun, jika kamu mau aku bisa membelikan sekaligus. " ujar Zoe dengan bangganya memamerkan kekayaan nya, yang seperti tak ada habisnya.


Moa menatap Zoe dengan raut wajah tak suka, karena begitu menyombongkan diri.


Sebenarnya yang di katakan Zoe benar adanya, kekayaan nya seperti tak ada habisnya, segala bidang pekerjaan nya berjalan mulus di berbagai negara. Zoe pun juga salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan perusahaan ternama di kota ini.


Bahkan Selama menjadi kekasih Jenifer, uang yang harus di keluarkan untuk memenuhi gaya hidup nya, kadang bisa keluar lima puluh milyar dalam sehari. Karena kehidupan keartisan yang tidak bisa di tolerir lagi sosialitanya, membuat Jenifer selalu saja meminta Zoe untuk membelikan segala macam aksesoris bermerk. Dan lebih gilanya lagi Jenifer tipe wanita yang bisa membeli segala macam merk tas branded, tanpa melihat harga.


" Tidak. Aku rasa uang itu, akan jauh lebih berguna jika di berikan pada anak yang membutuhkan. " ucap Moa, dengan meletakan tas itu pada tempatnya.


Niatnya ingin membuat malu semua pegawai toko itu, ia urungkan kembali. Moa tidak mau membuang uang percuma dalam jumlah yang sangat tidak rasional. Jika harganya hanya berapa juta, mungkin Moa masih menimbang, tapi jika sudah milyar, dadanya saja ikut sesak mendengarnya.


Moa tahu jika Zoe akan tetap membeli tas itu, dengan mengkode karyawan. Namun Moa bersikeras tidak akan memakai sekalipun Zoe sudah memberikanya secara percuma.


Moa keluar dari departmen itu, ia menuju lantai dua, banyak sekali pakaian yang bagus. Ia melihat harganya pun hanya ratusan ribu nilai nya. Akhirnya ia memilih beberapa pakaian yang menurutnya ia suka.


" Berhentilah berpakaian seperti laki laki. Apa kamu benar benar tidak tertarik dengan pakaian wanita? " tanya Zoe yang sudah berada di belakangnya.


Moa menoleh kearah Zoe yang sudah membawa sebuah dress biru tua, bagus sih menurut Moa, akhirnya untuk pertama kalinya ia sependapat dengan Zoe, jika dress itu bagus.

__ADS_1


Moa pikir jika suatu saat ada pertemuan, ia bisa menggunakan. Toh kedepanya ia juga akan ada banyak menghadiri perjamuan perjamuan dengan relasi Zoe.


Zoe memilih baju lagi, tanpa persetujuan Moa, ia memasukan ke dalam keranjang Moa.


Moa hanya bisa tertegun memandang Zoe mengambil semua pakaian yang menurutnya cocok untuk Moa, sampai keranjang itu penuh dengan pakaian yang di pilih Zoe.


Niat hati, Moa ingin mengerjai Zoe. Moa akan menghabiskan uang milik Zoe. Tapi pada akhirnya dialah yang di buat tertegun.


" Cukup Tuan !!! " cegah Moa, saat Zoe masih saja terus mengambil barang barang di toko itu


" Pakaian ini sudah cukup untuk ku pakai selama satu tahun. Jadi lebih baik kita makan, karena saya sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. " ucap Moa menghentikan aksi Zoe yang tidak menghiraukan ucapan nya.


Moa mengambil keranjang yang di bawa Zoe, lalu mengantrikan di sebuah kasir.


Setelah selesai, Moa menarik tangan Zoe untuk mampir di sebuah resto di salah satu outlet.


Moa begitu tak sabar menanti seorang pramusaji yang tak kunjung membawakan pesanan ke hadapan nya.


" Apa sebegitu laparnya, sampai kamu sudah terlihat tidak mampu menahan hidup? " tanya Zoe yang sesekali melihat Moa. Terlihat raut gelisah Moa, seperti menantikan seseorang.


Moa hanya tersenyum kaku.


Sampai datang pramusaji membawakan makanan. Tak menunggu lama, Moa langsung menyantap makanan di hadapan nya, sampai ludes tak tersisa hanya dalam hitungan menit.


Zoe yang melihat pun hanya bisa menelan jus yang ia pesan dengan paksa. Ia baru melihat seorang anak gadis makan dengan tidak tahu malunya di hadapan pria. Tak ada rasa di tutupi atau anggun dan sejenis nya. Dengan percaya diri dan tanpa malu, Moa melahap makanan ke mulutnya sampai penuh.


Sampai Moa baru menyadari jika Zoe sejak tadi melihatnya.

__ADS_1


" Tuan tidak makan? " tanya Moa yang baru sadar ternyata Zoe tidak memesan makanan sama sekali.


" Aku sudah kenyang hanya dengan melihatmu makan. " jawab Zoe kembali menyedot jus orange yang ia pesan.


" Berarti aku termasuk aset. " jawab Moa santai


" Zoe mengerutkan keningnya tanda tak mengerti. "


" Jika hanya dengan melihatku bisa membuat Anda kenyang. Bukan kah jika Anda lapar hanya perlu melihat saya saja. Tidak perlu mengeluarkan uang. Jadi dengan secara tidak langsung, Anda menyimpan uang setiap lapar melihat saya. " jawab Moa santai lalu menyedot jus yang ia pesan juga.


Zoe bisa tersenyum tipis mendengar penuturan Moa.


Zoe semakin merasakan jauh perbedaan antara Jenifer dengan Moa. Jika bersama dengan Jenifer, ia akan makan dengan anggun dan porsi makan yang hanya beberapa menu. Dalam proses makan pun pasti hanya diam, jika berbicara yang di bahas hanya seputar bisnis, dan karir. Hidup orang dewasa, ternyata membuat jenuh dan bosan, setelah mengenal Moa lebih dekat Zoe merasa lebih berwarna, ada emosi, ada senyum bahkan ada juga tawa. Rasa itu tidak ia dapatkan dari Jenifer. Zoe merasa senang hanya saat berhubungan ranjang saja dengan Jenifer, selebihnya ia tak merasakan sesuatu yang membekas di hati.


Setelah di rasa cukup, mereka segera kembali. Ternyata hanya berbelanja saja memakan waktu sehari.


Terlihat mata Moa menelisik seolah mencari sebuah ponsel yang bagus.


" Jangan harap aku membelikan ponsel untukmu. " ucap Zoe yang mengerti jika Moa menginginkan sebuah ponsel.


" Bagaimana dia tahu, aku bahkan belum bicara. " batin Moa kecewa


" Jika kamu sungguh sunguh menginginkan ponsel, aku akan mempertimbangkan nya. " ucap Zoe tepat di samping telinga Moa membuat bulu nya meremang.


Moa menatap Zoe yang tersenyum penuh arti, Moa mengerti ini pasti ada hubungan nya dengan masalah ranjang. Membuatnya enggan menjawab. Karena setelah dekat dengan Zoe, ia dapat mengerti jika bos nya ini sangat mesum.


Mohon dukungan nya ya... Like, komen, Gift, dan vote kalian sangat berarti untuk Author. Terima kasih ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2